Hingga Akhir Januari 2019 Terjadi 264 Kasus DBD di Kota Kupang

Kota Kupang, medikastar.id

Hingga akhir bulan Januari 2019, Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kota Kupang terus melonjak naik. Kepala Bidang P2P Dinkes Kota Kupang, Sri Wahyuningsih, S.KM,M.Kes kepada Media ini memberikan data bahwa hingga Kamis, 31 Januari 2019 telah terjadi 264 kasus DBD di Kota Kupang.

Terkait hal ini, Sri membenarkan bahwa posko DBD 24 jam di 11 Puskesmas yang ada di Kota Kupang akan tetap dibuka.

“Perkiraan kita akan sampai bulan Februari, karena grafik itu selalu puncaknya di Februari. Jadi antisipasi kita, secara kumulatif jumlah, dia akan terus naik,” tutur dr. I Wayan Ari Wijana S. Putra, M.Si saat ditemui di ruang kerjanya Rabu (30/01/19) lalu.

Dirinya berharap agar dengan berbagai kegiatan yang dilakukan secara sporadis, misalnya kegiatan pembersihan lingkungan oleh Gubernur bersama jajarannya, oleh walikota dan jajarannya; pemantauan jentik, pembagian abate, fogging dan sebagainya berdampak pada penurunan kasus, khususnya menurut jumlah kasus per harinya.

“Kita berharap dengan adanya berbagai kegiatan pemberantasan sarang nyamuk, terjadi penurunan jumlah kasus secara jumlah harian,” katanya.

Terkait rencana untuk fogging secara massal, dr. Ari menuturkan bahwa pihaknya tengah mempersiapkan hal tersebut dengan segala sumber daya yang ada. Sejauh ini, sumber daya yang belum memungkinkan ialah dari segi mesin fogging.

“Karena kalau kita mau melakukan fogging massal di 51 kelurahan secara serempak, tentu memerlukan tenaga yang banyak dan alat yang banyak,” jelasnya.

Saat ini, dengan perkembangan kasus yang ada, pihaknya melakukan fogging selektif, memakai sistem seperti sarang laba-laba.

“Jadi kita mengambil dari daerah terluar yang memiliki kasus terbanyak, misalnya daerah Lasiana-Oesapa, lalu semakin masuk ke pusat kota. Itu yang saat ini kita lakukan sambil mempersiapkan untuk melakukan fogging massal,” terangnya.

dr. Ari lanjut menjelaskan bahwa sesuai dengan keinginan dan perintah walikota Kupang, dengan kegiatan yang sudah dilakukan dan partisipasi masyarakat yang baik, diharapkan agar tidak sampai ada yang meninggal karena kasus DBD. (*/red)

Baca Juga: Tahun Ini, 1.120 Siswa SMP/MTs di TTU Akan Mengikuti UNBK