Sensus Penduduk 2020, BPS Gunakan Metode Kombinasi

Kota Kupang, medikastar.id

Dalam Sensus Penduduk 2020 mendatang Badan Pusat Statistik (BPS) akan menggunakan Metode Kombinasi. Metode kombinasi ini menggunakan data registrasi yang relevan dengan sensus yang kemudian dilengkapi dengan sampel survey. Sementara pada sensus penduduk sebelumnya, BPS menggunakan metode tradisional, di mana petugas BPS melakukan pencacahan lapangan secara penuh atau full field enumeration.

Hal ini dijelaskan oleh Ir. Desmon Sinurat, Kabid Statistik Sosial BPS Provinsi NTT dalam acara sosialisasi sensus penduduk 2020 dan workshop wartawan menuju satu data Indonesia yang di Hotel Sotis Kupang, Kamis (5/12/19).

Desmon mengatakan bahwa Sensus Penduduk 2020 ini akan dilaksanakan untuk seluruh WNI dan WNA yang telah atau akan tinggal selama minimal 1 tahun di Indonesia. Sensus ini juga akan dilaksanakan di seluruh wilayah Indonesia, termasuk perwakilan RI yang ada di luar negeri atau teritorial Indonesia beserta keluarga.

Jadwalnya, lanjut Desmon, Sensus Penduduk online akan dilaksanakan pada tanggal 15 Februari hingga 31 Maret 2020. Dalam sesi ini penduduk dapat melakukan sensus secara mandiri melalui situs sensus.bps.go.id. Basis utama sensus adalah Nomor Indonesia KTP, dan Kartu Keluarga. Selanjutnya, sensus penduduk wawancara akan dilaksanakan pada tanggal 1 hingga 31 Juli 2020.

“Dalam sensus penduduk 2020, pengumpulan data dilakukan dengan berbagai moda, antara lain dengan sensus penduduk online, wawancara menggunakan gadget, dan juga wawancara menggunakan kuesioner,” katanya.

Lebih jauh, Ia mengutarakan bahwa Sensus Penduduk 2020 bertujuan untuk menyediakan data jumlah, komposisi, distribusi, dan karakteristik penduduk Indonesia menuju satu data kependudukan Indonesia. Selain itu, sensus ini juga bertujuan untuk menyediakan parameter demografi dan proyeksi penduduk (fertilitas, mortalitas, dan migrasi) serta karakteritstik penduduk lainnya untuk keperluan proyeksi penduduk dan indikator SDGs.

Desmon juga menambahkan bahwa melalui sensus penduduk 2020 akan diperoleh beberapa manfaat, seperti diketahuinya jumlah penduduk yang meninggal, jumlah penduduk yang tidak memiliki NIK, keberadaan penduduk, karakteristik penduduk berdasarkan pendidikan, pekerjaan, dan sebagainya. Selain itu, manfaat yang diperoleh tentunya sebagai pendukung program pemutakhiran data administrasi kependudukan.

Dalam acara tersebut, selain Desmon yang memberikan sosialisasi sensus penduduk 2020, hadir pula Kepala BPS Provinsi NTT, Darwis Sitorus, S.Si, M.Si yang membawakan materi mengenai Data Strategis. Materi lainnya, yakni Memahami Inflasi dan Kajian Pariwisata dipaparkan oleh kepala seksi niaga dan jasa BPS NTT, Abdul Azis, SST. Sementara itu, kepala seksi diseminasi dan layanan statistic BPS NTT, Indra Souri, SST, M.Si memberikan materi mengenai Statistik Dasar 101.

Di kesempatan tersebut, BPS NTT juga memberikan penghargaan bagi awak media yang terdata paling aktif mempublikasi berita-berita terkait BPS Provinsi NTT. (*/red)

Baca Juga: Antisipasi DBD, Dinkes Himbau Masyarakat Kota Kupang Laksanakan “3M Plus”

Video:

Kasih dari RSUD SK Lerik untuk Warga Pulau Kera

[embedyt] https://www.youtube.com/watch?v=upR0IP9KXIk[/embedyt]