Kota Kupang, medikastar.id
“Kami datang ke biro ini sebagai kunjungan balasan, karena memang sebelumnya kami telah mengundang Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT beserta staf untuk mengikuti rapat dengar pendapat di Komisi 1 DPRD Provinsi NTT. Kami datang untuk melihat dari dekat kemajuan yang terjadi di biro dan memastikan agar kerja sama dengan media massa tetap terbangun dan terjalin efektif terutama dengan media-media yang telah terverifikasi.”
Hal ini dikatakan oleh Wakil Ketua Komisi 1 DPRD Provinsi NTT, Jonas Salean saat melakukan kunjugan ke Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT bersama anggota Komisi 1 DPRD Provinsi NTT, Rabu (15/01/20). Hadir dalam kunjungan tersebut, Julius Uly, Hironimus T. Banafanu, Anselmus Tallo, Stevanus Come Rihi, dan Yaiful Sengaji.
Dalam kesempatan tersebut, Jonas berbicara secara khusus mengenai kemitraan antara Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT dengan media massa, baik cetak, elektronik, maupun media dalam jaringan (daring) yang ada di NTT.
“Sebab melalui kemitraan dengan media, semua kegiatan yang dilaksanakan oleh pemerintah provinsi ini bisa terpublikasi secara cepat ke masyarakat melalui media massa. Kita juga tahu bahwa lompatan-lompatan besar yang dilakukan oleh Gubernur NTT harus dipublikasikan secara baik,” tuturnya.
Dalam kaitan dengan kemitraan tersebut Jonas mengatakan bahwa memang tidak mudah melayani banyak orang. Di dalam pelayanan tersebut pastinya ada ketidakpuasan dari pihak tertentu. Akan tetapi hal yang perlu diperhatikan dalam hal ini ialah bagaimana Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT dalam keterbatasan anggaran yang ada dapat memaksimalkan anggaran tersebut secara baik.
Selain mengenai kemitraan antara Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT dengan media massa, dirinya juga menyinggung mengenai kualitas sumber daya manusia (SDM) yang ada. Menurutnya, SDM merupakan salah satu hal penting yang perlu diperhatikan oleh Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT, mengingat Presiden Ri sendiri telah menintik beratkan pembangunan pada hal tersebut.
Jonas juga mengapresiasi Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT yang telah menyediakan sebuah ruangan khusus sebagai Media Center demi kepentingan pemberitaan bersama media massa yang ada di NTT. Selain itu, dirinya juga berharap agar Perpustakaan yang dimiliki oleh Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT dapat terus dimaksimalkan secara baik, mengingat rendahnya minat baca masyarakat, khususnya minat baca ASN yang masih rendah.

Sementara itu, Elisabeth Lenggu, Kabag Pelmas dan Hubungan Antar Lembaga, Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT dalam kesempatan tersebut memaparkan berbagai pencapaian Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT pada tahun 2019 lalu.
Beberapa pencapaian tersebut antara lain bahwa di tahun 2019, Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT telah memiliki radio Suara NTT Kantor Gubernur NTT. Radio yang on air setiap hari kerja hingga pkl.10.00 malam ini dapat didengar dengan cara mendownload aplikasinya di play store.
Selain Radio, Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT juga telah memiliki ruangan Media Center. Di ruangan ini keterangan pers dapat diberikan kepada seluruh wartawan dari berbagai media massa di NTT.
Untuk masalah publikasi, lanjut Elisabeth, pihaknya juga sudah memiliki website resmi. Bahkan pihaknya memiliki Majalah Warta NTT yang sudah didistribusikan ke 22 Kabupaten/Kota di NTT.
“Aturannya semua desa di NTT harus mendapatkan majalah ini, tetapi karena keterbatasan anggaran sehingga distribusinya baru sampai pada tingkat kabupaten,” katanya.
Elisabeth menambahkan bahwa Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT juga telah menerbitkan 3 judul buku yang dapat diperoleh pembaca secara gratis dan juga berbayar.
“Kemudian kita juga mengadakan lomba menulis yang hasilnya akan kita bukukan,” terangnya.
Hal yang baru yang juga dilaksanakan oleh Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT ialah bahwa saat ini telah ada live report kegiatan Gubernur dan Wakil Gubernur melalui radio, sehingga informasi mengenai kegiatan kedua pemimpin NTT ini dapat langsung diperoleh masyarakat.
Selain beberapa pencapaian lainnya, Elisabeth berharapan agar DPRD memberikan juga perhatian terhadap sumber daya manusia yang ada di Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT.
“SDM di sini perlu kami tingkatkan dari segi kuanititas dan juga kualitas. Selain itu, kami juga membutuhkan saran dan pra sarana yang lebih memadai untuk menunjang kerja kami,” tuturnya.
Pantaun media ini, selain tatap muka bersama, Anggota Komisi 1 DPRD NTT juga menyempatkan diri untuk mengunjugi radio Suara NTT dan juga Media Center. (*/red)

