Ini Tips Parenting Saat Masa Pandemi Corona

medikastar.id

Pada hari-hari normal, hampir seluruh anggota keluarga biasanya akan beraktivitas di luar rumah. Aktivitas tersebut seperti bekerja, sekolah, dan lain sebagainya. Akan tetapi, dalam masa pandemi covid-19 seperti sekarang ini, kebanyakan aktivitas dilakukan di rumah. Hal tersebut memungkinkan timbulnya rasa bosan dan stres bagi anggota keluarga.

Untuk mengatasi hal tersebut, diperlukan peran penting orang tua. Orang tua perlu menerapkan parenting atau pola asuh secara tepat. Parenting yang dijalankan dengan baik akan membuat anak-anak dan juga orang tua merasa nyaman dan bersemengat saat beraktivitas di rumah. Berikut adalah tips-tips parenting yang direkomendasikan oleh Unicef selama masa pandemi covid-19.

 Tips pertama, sediakan waktu berbicara secara personal bersama anak. Tips ini bisa menjadi cara untuk membuat hubungan antara orang tua dan anak menjadi lebih baik. Ciptakanlah suasana yang nyaman dan menyenangkan saat melakukan interaksi. Anak akan merasa dicintai dan aman jika tips ini dijalankan.

Interaksi bersama anak dapat dilakukan selama 20 menit atau lebih, disesuaikan dengan situasi dan kondisi. Saat berbicara, arahkanlah anak-anak agar memiliki kepercayaan diri, minimal untuk mengungkapkan perasaan atau pendapatnya.

Bagi orang tua yang memiliki anak berusia bayi, interaksi dapat diterapkan dengan cara meniru ekspresi wajah atau suara mereka. Bernyanyi atau membuat musik dari benda-benda di sekitar juga bisa dilakukan. Orang tua juga bisa menceritakan sebuah kisah, membaca buku, atau melihat gambar bersama mereka.

Terdapat beberapa cara berinteraksi bagi orang tua dan anak yang masih belia. Membaca buku atau melihat gambar bisa menjadi pilihan. Selain itu, menggambar, menari, dan bermain musik juga menarik. Orang tua juga bisa melakukan tugas rumah bersama mereka atau membantu mereka mengerjakan PR.

Khusus bagi anak berusia remaja, orang tua bisa membicarakan hal-hal yang anak mereka sukai seperti olahraga, musik, artis, atau teman. Melakukan hobi bersama juga dapat merekatkan hubungan antara orang tua dan anak.

Tips kedua, tetaplah positif. Cara ini memang cukup sulit dilakukan apabila anak-anak melakukan hal yang cukup mengganggu di rumah. Biasanya orang tua akan mulai membentak atau memarahinya. Akan tetapi, sebenarnya anak-anak akan menjadi lebih patuh dan taat ketika orang tua memberikan instruksi dengan kata-kata yang positif.

Kemarahan hanya akan membuat anak-anak menjadi lebih stres. Karena itu, ucapkanlah instruksi dengan jelas, sertakan kata tolong, serta panggil mereka dengan menggunakan nama. Jangan lupa untuk memberi pujian kecil ketika mereka bersikap baik, seperti mengucapkan terima kasih.

Tips ketiga, tetap beraktivitas secara terstruktur. Saat masa aktivitas di rumah, seringkali rutinitas seperti pekerjaan dan belajar akan sulit berjalan dengan baik. Untuk itu, buatlah jadwal harian agar aktivitas harian tetap bisa berjalan lancar dan semua anggota keluarga tetap produktif di rumah. Jadwal tersebut bisa dibuat secara fleksibel, namun tetap perlu dijalankan dengan konsisten.

Ajarkan atau contohkan juga kegiatan mencuci tangan dan membersihkan diri dengan cara yang menyenangkan. Cucilah tangan selama 20 detik atau bernyanyi lagu selamat ulang tahun sebanyak 2 kali. Selanjutnya, berikan pujian kecil ketika mereka bisa taat menerapkannya.

Ingatlah bahwa orang tua adalah model bagi anaknya. Jangan harap anak-anak akan dengan senang hati mengikuti instruksi jika orang tua tidak pernah memberi contoh dalam melakukan sesuatu. Perubahan perilaku akan lebih mudah terjadi ketika anak-anak melihat contoh dibandingkan hanya perintah.

Tips keempat, atasi perilaku buruk anak. Ketika anak-anak merasa lelah, lapar, takut, dan belajar mandiri, hal tersebut adalah sesuatu yang normal. Untuk mengatasinya, orang tua perlu memahami penyebab perilaku buruknya dan memberikan arahan yang tepat sesuai karakternya.

Jika orang tua merasa akan marah, berilah waktu 10 detik dan tahan kemarahan tersebut. Tarik napas dan hembuskan sebanyak lima kali. Setelah itu, cobalah untuk memberi respon secara tenang pada anak-anak.

Sepakati juga konsekuensi bersama anak-anak jika mereka melakukan hal yang buruk. Berikan mereka pilihan hukuman yang akan mereka dapatkan saat melanggar suatu aturan. Terapkan juga aturan yang realistis. Jika mereka bisa menjalankan aturan dan konsekuensi dengan taat, berikan pujian.

Tips kelima, berpikir secara tenang dan berikan edukasi mengenai covid-19 pada anak. Cara untuk mendapatkan ketenangan adalah dengan melakukan refleksi pikiran atau berdoa bersama. Rasa tenang bisa menjadi cara untuk memanajemen stress yang bisa saja muncul.

Agar rasa stres bisa ditangkal, orang tua dan anak juga perlu mengetahui informasi yang benar mengenai covid-19. Informasi yang salah hanya akan menambah kepanikan di rumah. Jadi, orang tua perlu membaca banyak literatur atau berita dari sumber terpercaya mengenai corona.

Setelah itu, bahaslah bersama anak-anak. Dengan begitu, mereka juga akan mendapatkan edukasi yang baik. Edukasi yang baik dan benar adalah salah satu cara terbaik untuk mencegah corona.

Parenting atau pola asuh yang benar perlu diterapkan selama masa pandemi covid-19. Tujuannya agar orang tua dan anak bisa memiliki relasi yang lebih baik, serta aktivitas di rumah bisa dijalankan dengan nyaman, aman, dan menyenangkan. (har)

Video: Pesan Gubernur Provinsi NTT, Soal Pencegahan Penularan Covid-19

[embedyt] https://www.youtube.com/watch?v=po7TwCvlBCs[/embedyt]