medikastar.id
Penggunaan masker kain kini telah diimbau oleh pemerintah dan organisasi kesehatan dunia (WHO) dalam rangka pencegahan virus corona. Bukan lagi mereka yang sakit, yang sehat pun wajib menggunakannya saat bepergian ke luar rumah.
Juru bicara pemerintah untuk penanganan virus corona, Achmad Yurianto, mengatakan, di tengah kondisi kelangkaan masker bedah seperti sekarang ini, masker kain dapat menjadi pilihan ketimbang tidak menggunakan masker sama sekali.
“(Penggunaan masker berbahan dasar kain) ini lebih baik dibanding tanpa pakai masker,” kata Yuri kepada Kompas.com. Masker bedah pada umumnya digunakan karena memiliki lapisan yang dapat menahan droplet (percikan air ludah).
Adapun droplet merupakan sumber terjadinya penularan virus, karena dapat berpindah dari orang yang sakit ke orang sehat. Menurut Yuri, masker kain juga punya fungsi yang sama sebagai penahan droplet, baik droplet pemakai maupun orang lain. “Masker kain menahan droplet pemakai, dan bisa menahan droplet orang lain,” ujarnya.
Berbicara tentang pemakaian masker kain, masyarakat pun perlu mengerti cara benar memasangnya. Meski terbilang mudah, masih banyak orang yang melakukan kesalahan sehingga meningkatkan risiko terjangkit Covid-19. Agar tidak salah langkah, berikut adalah beberapa panduannya.
Tangan wajib bersih sebelum memakai masker
Sumber penularan virus pertama datang dari tangan sehingga sebelum menggunakan masker kain sangat disarankan untuk mencuci tangan. Adapun ini dikerjakan dengan air mengalir dan sabun selama 20 detik. Kemudian, dengan tangan yang bersih, barulah pasang masker.
Periksa apakah ada kain yang bolong atau rusak
Dalam menggunakan masker kain, diwajibkan untuk memeriksanya terlebih dulu. Lihat, apakah ada bagian kain yang rusak atau bolong. Jika ya, maka penggunaannya harus diganti dengan yang baru sebab masker tersebut tidak bisa memberikan proteksi sebagaimana masker kain pada umumnya dalam menangkal mikroorganisme.
Masker kain tidak boleh longgar
Masker kain memiliki banyak ukuran dan jenis. Sebaiknya untuk mendapatkan proteksi aman, pilih masker yang pas dan tidak longgar sebab ini bisa menjadi tempat masuknya virus dan bakteri. Pastikan pula masker kain bisa menutupi seluruh area hidung, mulut, hingga ke dagu.
Maksimum penggunaan masker 3-4 Jam
Setelah mengenakan masker, jangan pernah menyentuh wajah sampai ketika melepasnya. Ketua Tim Pakar Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito menjelaskan, penggunaan masker kain adalah 3 sampai 4 jam. “Ketika mulai basah harus diganti,” kata Wiku.
Hanya boleh menyentuh bagian pengait masker saat akan dilepas
Saat akan melepas masker, memegang bagian depan sangat dilarang sebab itu bisa terkontaminasi setelah penggunaannya seharian penuh. Amannya, peganglah bagian pengait atau gagang masker kain saja. Setelah dibuka, masker kain yang sudah digunakan, lalu dimasukkan ke dalam plastik untuk dicuci dan dipakai ulang.
Mencuci tangan setelah membuka masker
Tangan yang sudah menyentuh bagian masker juga harus segera dibersihkan dengan hand sanitizer. Namun, apabila masyarakat melepas masker kain di rumah, maka tidak perlu menggunakan hand sanitizer. Lebih baik segera mencuci tangan dengan sabun dan air yang mengalir. Jangan lupa cara mencuci tangan yang benar.
Untuk penggunaan masker kain, sebaiknya Anda perlu memiliki lebih dari satu. Sehingga ketika yang satu kotor dan sedang dicuci, Anda bisa menggunakan masker yang lainnya. (*red)

Baca juga: Hari Ini Jumlah Pasien Sembuh di Indonesia Melebihi Angka Pasien Meninggal

