Jelang Akhir Masa Jabatan, Lebu Raya Sampaikan Terima Kasih dan Permohonan Maaf

Kota Kupang, medikastar.id

“Saya selaku Gubernur NTT dan keluarga menyampaikan terima kasih kepada seluruh ASN karena telah mendukung saya dalam melaksanakan tugas pemerintahan, pembangunan dan pelayanan kemasyarakatan. Saya juga memohon maaf jika dalam masa kepemimpinan saya terdapat hal-hal yang tidak berkenan di hati saudara-saudara sekalian.”

Hal tersebut disampaikan oleh Gubernur Provinsi NTT, Drs. Frans Lebu Raya saat memimpin apel pagi, di halaman kantor Gubernur NTT, Senin (25/06/18). Lebu Raya menyampaikan terima kasih disertai permohonan maaf tersebut sehubungan dengan akan berakhirnya masa jabatannya sebagai Gubernur NTT pada 16 Juli 2018 mendatang.

Hadir pada kesempatan tersebut, Benny Litelnoni; Sekda, Benediktus Polo Maing; pimpinan bersama Staf dari 49 perangkat daerah di lingkup pemprov NTT.

Dirinya mengakui bahwa NTT dari waktu ke waktu terus berubah dan terus membenahi diri. Provinsi NTT sekarang, lanjutnya, jika dibandingkan dengan awal kepemimpinannya di tahun 2008, sudah mengalami kemajuan pesat.

Dijelaskan bahwa pihaknya tidak sekedar bermain-main dalam membangun NTT. Selalu ada upaya mempercepat pembangunan supaya NTT semakin berkembang maju. Selama kepemimpinannya bersama Benny Litelnoni, pihaknya selalu bekerja secara ikhlas dan tulus demi kesejahteraan masyarakat NTT. Kendati begitu, ucap dia, tentu tidak semua orang puas dengan kepemimpinannya selama ini.

“Saya punya keyakinan bahwa program sehebat apapun dari seorang pemimpin tidak akan bisa berjalan dengan baik, manakala pelaksana tidak dapat melaksanakannya dengan penuh tanggungjawab. Sejak awal saya ingin memperbaiki kesejahteraan ASN dengan memberikan tunjangan kesra. Kita berbicara efisiensi tapi juga harus mempertimbangkan efektivitas,” tuturnya.

Saat ini, lanjut Lebu Raya, masyarakat harus optimis bahwa NTT akan maju; walaupun banyak orang mengakui daerah ini tidak maju.

“Jika tidak setuju daerah ini maju, maka akui saja bahwa daerah ini ada perubahan. Kalau tidak disebut kemajuan, sebut saja perubahan. Coba bandingkan NTT di tahun 2008 dengan NTT sekarang ini. Jangan membandingkan NTT dengan provinsi Jawa Timur. Coba bandingkan NTT 10 tahun dan lima tahun lalu dengan NTT saat ini. Ada kemajuan atau tidak,” jelas Lebu Raya.

Lebu Raya pun berpesan kepada seluruh ASN untuk tidak berkecil hati dengan adanya berbagai sorotan miring. Tetapi tetap bekerja keras, bekerja ikhlas dan bekerja tulus membangun NTT.

Lebu Raya menjadi Gubernur NTT selama 10 tahun (dua periode) sejak 16 Juli 2008 hingga 16 Juli 2018. Sebelumnya dirinya sempat menduduki jabatan sebagai Wakil Gubernur NTT periode 2003-2008. Jabatan lain yang pernah didudukinya adalah Wakil Ketua DPRD NTT selama empat tahun. Dengan demikian Lebu Raya, secara total berkecimpung dalam lingkup pemprov NTT selama 19 tahun.

Sebagai mantan aktivis LSM dan aktif sebagai ketua PDIP NTT, Lebu Raya telah menyatu dengan masyarakat NTT pada umumnya dan ASN lingkup pemprov NTT khususnya. Karya dan jasanya selama 19 tahun dalam membangun NTT patut diacungkan jempol. (Siaran Pers Biro Humas NTT/Jef)

Baca Juga : R.H Kristina, SKM., M.Kes Resmi Nahkodai Poltekkes Kemenkes Kupang