Jakarta, medikastar.id
Presiden terpilih periode 2019-2014 Joko Widodo menekankan pentingnya menjaga usia emas untuk mencetak manusia Indonesia yang unggul ke depan. Ia ingin angka stunting, kematian ibu, dan kematian bayi ditekan sehingga cita-cita Indonesia maju dapat tercapai.
Hal itu disampaikan Joko Widodo dalam pidato kemenangan sebagai Presiden Indonesia periode 2019-2024 di di Sentul, Bogor, Minggu (14/7/2019).
Poin tersebut merupakan penjabaran dari tekad dalam membangun sumber daya manusia Indonesia. Menurutnya, pembangunanSDM menjadi kunci Indonesia ke depan.
“Titik dimulainya pembangunan SDM adalah dengan menjamin kesehatan ibu hamil, kesehatan bayi, kesehatan balita, kesehatan anak usia sekolah. Ini merupakan umur emas untuk mencetak manusia Indonesia unggul ke depan. Itu harus dijaga betul. Jangan sampai ada stunting, jangan sampai ada kematian ibu, kematian bayi yang meningkat. Tugas besar kita di situ!” ujar Jokowi.

Berdasarkan data Riskesdas 2018, masih ada sekitar 30,8 persen anak di Indonesia yang menderita stunting. Angka ini menurun dari Riskesdas 2013 sebesar 37,2 persen. Meski demikian, angka ini masih jauh dari target Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yakni sebesar 20 persen.
Menurut pakar nutrisi dan penyakit metabolik anak, Damayanti Rusli Sjarif, dikutip dari Beritagar.id, dampak stunting bukan sekadar tinggi badan anak.
“Kalau anak pendek, ketika remaja dia bisa tumbuh lagi. Ada kesempatan kedua untuk menaikkan tinggi badan. Tapi kalau sudah stunting terkait pertumbuhan otak, ketika sudah besar, anak tidak bisa diobati lagi,” jelas Damayanti.

Dalam poin pembangunan SDM ini, Jokowi juga menegaskan pentingnya pendidikan vokasi dalam bentuk vocational training dan vocational school. Pemerintah, kata Jokowi, akan mengidentifikasi, memfasilitasi, serta memberikan dukungan pendidikan dan pengembangan diri bagi talenta-talenta Indonesia.
“Diaspora yang bertalenta tinggi harus kita berikan dukungan agar memberikan kontribusi besar bagi percepatan pembangunan Indonesia. Kita akan menyiapkan lembaga khusus yang mengurus manajemen talenta ini. Kita akan mengelola talenta-talenta hebat yang bisa membawa negara ini bersaing secara global.”
Menurut Jokowi, dunia sekarang ini penuh dinamika, perubahan, kecepatan, risiko, kompleksitas, dan kejutan, yang kadang berada jauh dari kalkulasi kita. Karena itu, diperlukan inovasi agar dapat bersaing dalam kompetisi global.
“Kita harus meninggalkan cara-cara lama, pola-pola lama, baik dalam mengelola organisasi, baik dalam mengelola lembaga, maupun dalam mengelola pemerintahan. Yang sudah tidak efektif, kita buat menjadi efektif! Yang sudah tidak efisien, kita buat menjadi efisien!” tegas Jokowi.
Selain dalam bidang pembangunan SDM, empat visi lain yang dipaparkan Jokowi adalah pembangunan infrastruktur untuk menghubungkan berbagai kawasan strategis, mengundang investasi untuk menyerap tenaga kerja, reformasi birokrasi dan penggunaan APBN yang tepat sasaran. (*/ens)
Baca Juga: Meriahkan HUT Ke-51, BPJS Kesehatan Cabang Kupang Gelar Zumba Bersama

