Kota Kupang, medikastar.id
Kepala Dinas (Kadis) Kesehatan Provinsi NTT, drg. Dominikus M. Mere, M.Kes mengajak para tenaga kesehatan, khususnya tenaga kesehatan lulusan Stikes dan Akper Maranatha Kupang untuk kembali ke desa. Pasalnya, desa juga membutuhkan tenaga kesehatan.
“Para lulusan perlu juga berpikir untuk kembali ke desa karena desa juga membutuhkan tenaga kesehatan. Bagaimana caranya, ialah melalui pemerintah daerah dan juga menggunakan peluang dari dana desa supaya mereka bisa bekerja di desa-desa, mengisi kekosongan yang ada di desa,” tutur drg. Dominikus.
Hal tersebut dikatakan olehnya kepada awak media saat menghadiri gelaran wisuda dan angkat sumpah lulusan ahli madya kebidanan dan ahli madya keperawatan Stikes dan Akper Maranatha Kupang, Jumat (02/11/18) di Oriental Restaurant Kupang. Dalam wisuda tersebut, Stikes Maranatha berhasil melahirkan 115 Ahli Madya Kebidanan dan 93 Sarjana Keperawatan. Sementara Akper Maranatha Kupang berhasil meluluskan 41 Ahli Madya Keperawatan.
“Kita kembalikan hal-hal positif yang dulu sudah dilakukan di desa, terutama peningkatan revitalisasi Posyandu. Demikian juga dengan program Indonesia sehat pendekatan keluarga, kita ingin mengetahui kondisi kesehatan di keluarga. Jadi desa menjadi titik sentral pembangunan kesehatan ke depan,” lanjut drg. Dominikus.
Kepada para lulusan yang hari tersebut diwisuda, Ia juga berpesan agar mereka harus terus berinovasi dan tidak boleh berhenti belajar.
“Mereka harus tetap meningkatkan kapasitasnya karena peluang-peluang ke depan di bidang kerja sangat tergantung dari kompetensi. Oleh karena itu, mereka harus terus belajar dan mengembangkan diri,” jelasnya.
Menurutnya, selain desa, salah satu peluang yang dapat diambil oleh para tenaga kesehatan ialah pelayanan tenaga perawat bagi geriatri atau mereka yang sudah lanjut usia.
“Karena orang yang usia lanjut ini makin lama makin banyak. Nah, rebut peluang ini tidak hanya di Indonesia tetapi juga di luar negeri. Oleh karena itu, mereka harus punya skill yang baik,” sambung drg. Dominikus.

Sementara itu, Kadis Kesehatan Kota Kupang, dr. I Wayan Ari Wijana S. Putra, M.Si yang turut hadir pada kesempatan tersebut ketika dimintai komentarnya menuturkan bahwa pihaknya sangat bersyukur dengan adanya kampus-kampus kesehatan di Kota Kupang.
“Kami dari jajaran kesehatan sangat bersyukur sebab di Kota Kupang dan sekitarnya ada banyak sekolah kesehatan yang setiap tahun ada produksinya. Oleh karena itu, kami di pemerintah kota siap untuk merekrut mereka sesuai dengan kebutuhan,” tuturnya.
dr. Ari Wijana berharap agar tenaga-tenaga kesehatan lulusan Stikes dan Akper Maranatha Kupang ini harus memiliki kompetensi dan siap untuk dipakai.
“Mereka adalah tenaga kesehatan yang siap pakai yang bisa berjuang hingga di Pustu atau di Puskesmas yang terpencil. Bagaimana kita menangkap mereka yang sudah lulus ini, kita kembalikan ke Pemda masing-masing,” lanjutnya.
Dirinya menuturkan bahwa sebagai tenaga kesehatan yang profesional, apalagi jika sudah lulus uji kompetensi, para lulusan ini sudah dapat bekerja juga di berbagai instansi kesehatan, termasuk di instansi kesehatan swasta.
“Oleh karena itu kami ucapkan terima kasih juga kepada swasta yang merekrut mereka, sehingga perputaran produksi tenaga kesehatan itu terus berjalan,” sambungnya.
Sementara itu, terkait akreditasi B yang diraih oleh 3 Program Studi di Stikes Maranatha Kupang beberapa waktu lalu, dr. Ari Wijana menuturkan bahwa hal tersebut juga merupakan sebuah kebanggan bagi pihaknya.
“Ini merupakan sebuah kebanggaan bagi kami karena sekolah-sekolah ini ada di Kota Kupang. Puskesmas kami juga dimanfaatkan sebagai tempat mahasiswa mereka melakukan praktik lapangan. Saran saya, prestasi ini ditingkatkan terus sebab akreditasi tidak hanya dilakukan sekali,” sambugnya. (*/red)
Baca Juga : Stikes Maranatha Kupang Kembali Lahirkan Ratusan Tenaga Kesehatan Profesional

