Kota Kupang, medikastar.id
Pemerintah Indonesia tengah bersiap mengantisipasi masuknya varian baru COVID-19 dari sejumlah negara diantaranya B.1.1.7 dari Inggris, B.1.351 dari Afrika Selatan, P.1 dari Brazil serta varian mutasi ganda B.1.617 di India yang diperkirakan lebih berbahaya dan cepat menular. Hal ini memunculkan kekhawatiran akan terjadinya lonjakan kasus yang sangat tinggi secara global.
Di tengah persiapan ini, fakta menunjukan bahwa banyak penderita covid-19 dan keluarganya yang dikucilkan dari pergaulan di masyarakat. Terkait hal ini, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTT, dr. Messerassi BV Ataupah menegaskan bahwa covid-19 bukan merupakan sebuah penyakit yang menjijikan.
“Covid-19 ini bukan merupakan suatu penyakit yang menjijikan. Dia (Covid-19) berbahaya, tetapi tidak menjijikan,” tutur dr. Messerassi beberapa waktu lalu dalam wawancara eksklusif bersama media ini.
Karena bukan sesuatu yang menjijikan, ia kemudian mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama bergerak membantu sesama yang terpapar covid-19 agar dapat diterapi dengan baik dan direhabilitasi mentalnya menjadi lebih baik.
“Mari kita bersama-sama mendukung sesama yang terpapar covid-19 agar dapat diterapi dengan baik dan direhabilitasi mentalnya menjadi lebih baik, kemudian menjadi saksi bahkan menjadi semacam terapis karena dia punya imun yang berasal dari darah bisa dipakai untuk donor,” tuturnya.
“Penyintas yang tadinya menakutkan menjadi penolong,” tutup dr. Messerassi.
Video: EKSKLUSIF!! dr. Messerassi Bicara Soal Penanganan Covid-19 di NTT Pasca Seroja!
[embedyt] https://www.youtube.com/watch?v=ErM-twSMq_Y[/embedyt]
