medikastar.id
Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Senin (11/5) mengumumkan bahwa terdapat tiga kasus baru covid-19 di wilayah NTT. Dominikus Minggu Mere selaku Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTT mengatakan bahwa ketiga kasus tersebut berasal dari Kota Kupang, Kabupaten Timor Tengah Selatan, dan Kabupaten Nagekeo. Pasien yang berasal dari Kota Kupang diketahui sebagai kasus transmisi lokal yang pertama di NTT.
Mendengar tentang transmisi lokal, masyarakat mungkin saja menjadi makin khawatir. Lantas, apa yang dimaksud dengan transmisi lokal? Lebih jauh lagi, apa yang harus dilakukan oleh masyarakat untuk mencegah penyebaran covid-19 yang terus bertambah banyak ini?
Transmisi lokal merupakan salah satu klasifikasi sebagai gambaran dari penyebaran penyakit. Pengklasifikasian penyebaran penyakit ditetapkan oleh World Health Organization (WHO) melalui tiga cara. Ketiga cara tersebut adalah transmisi loklal (Local transmission), kasus impor (Imported case), dan transmisi masyarakat (Community transmission).
Transmisi lokal menunjukkan lokasi dimana sumber infeksi berada dalam lokasi pelaporan. Hal ini berarti, kasus penyakit yang terjadi pada suatu wilayah telah berasal atau disebarkan oleh orang di dalam wilayah itu sendiri. Jika suatu wilayah sudah mengalami kasus transmisi lokal, maka masyarakatnya kemungkinan bisa terinfeksi tanpa bepergian ke wilayah lain ataupun bertemu orang yang berasal dari wilayah lain.
Kasus impor menunjukkan bahwa laporan kasus yang terjadi pada suatu wilayah disebabkan oleh orang yang berasal dari luar wilayah tersebut. Contohnya, orang yang menjadi pasien suatu penyakit adalah orang yang berasal dari luar kota atau luar negeri.
Sementara itu, transmisi masyarakat memiliki arti infeksi yang telah menyebar dengan cepat dalam suatu wilayah, namun sumber utama penularan tersebut belum ditemukan. Hal ini dibuktikan dengan rantai penularan sebagian besar kasus terkonfirmasi yang tidak mampu dihubungkan satu sama lain.
WHO melaporkan bahwa sebagian besar kasus covid-19 yang terjadi di dunia termasuk dalam transmisi lokal. Artinya, semua orang dari segala tempat memiliki risiko yang sama untuk terkena infeksi virus corona. Karena itu, tak hanya pemerintah dan petugas kesehatan, semua masyarakat harus bersama-sama bahu-membahu dalam mencegah penyebaran covid-19.
Cara yang bisa diterapkan guna mencegah covid-19 adalah dengan mengikuti setiap arahan dari pemeritah secara taat. Arahan-arahan tersebut antara lain rajin mencuci tangan, tetap di rumah saja atau tidak keluar jika tak urusan yang penting, serta menjaga kesehatan tubuh dan mental. Kesehatan tubuh dan mental dapat dijaga dengan mengonsumsi makanan bergizi, melakukan gerakan fisik, berjemur pada mentari pagi, tidur atau istirahat yang cukup, dan manajemen emosi.
Bagi masyarakat yang mungkin saja harus tetap beraktivitas di luar rumah, diharuskan untuk menggunakan masker. Masker sangat penting untuk melindungi pintu masuk virus corona ke dalam tubuh, yakni melalui mata, hidung, dan mulut. Selanjutnya, sebisa mungkin tidak menyentuh wajah jika belum mencuci tangan.
Penerapan physical distancing atau jaga jarak aman sejauh 1 meter antar orang juga sangat penting untuk terus dijalankan. Hindari pula berkumpul atau berkerumun bersama dalam suatu tempat. Dalam berinteraksi secara langsung dengan orang lain pun, direkomendasikan untuk tidak berjabat tangan. Bersalaman antar sesama dapat diganti dengan jenis salam lain yang tidak perlu saling menyentuh, seperti namaste dan lain sebagainya.
Transmisi lokal berarti kasus yang terjadi sudah berasal dan dapat tersebar dari dalam suatu wilayah tertentu. Karena itu, mari bersama menerapkan upaya pencegahan dari pemerintah dengan lebih taat lagi. (har)
Baca juga: Pasien Covid-19 NTT Bertambah 2 Orang, 1 Pasien Cluster Sukabumi Sembuh

