medikastar.id
Gala Sky Andriansyah, anak semata wayang Vanessa Angel dan Bibi Andriansyah dipastikan selamat dalam kecelakaan maut yang merenggut nyawa kedua orang tuanya di Tol Nganjuk, Jawa Timur pada Kamis 4 November yang lalu.
Kejadian ini tentu menjadi perhatian banyak orang, bagaimana tidak bayi mungil tersebut harus kehilangan kedua orang tuanya di usia balita. Tentu saja hal tersebut mengakibatkan trauma yang akan berpengaruh terhadap tumbuh kembang Gala.
National Child Traumatic Stress Network mengatakan bahwa 78% anak mengalami pengalaman traumatis sebelum usia 5 tahun. Selain itu, kebanyak orang dewasa mengalami post traumatic stress disorder (PTSD) cenderung mengalami pengalaman traumatis saat anak-anak.
Menghilangkan trauma pada anak bukanlah hal yang mudah. Anak yang pernah mengalami trauma membutuhkan perhatian khusus agar dampak yang dirasakannya pun tidak berkepanjangan dan mempengaruhi perkembangannya.
Pasalnya, anak yang mengalami pengalaman traumatik atau pelecehan akan merusak mentalnya juga. Simak artikel berikut untuk bahasan lengkapnya mengenai trauma pada anak ya!
Tanda Anak Mengalami Trauma
Sesuatu yang bersifat traumatis pada umumnya sulit untuk diceritakan, namun kerap kali berpengaruh pada pola perilakunya.
Berikut adalah perubahan perilaku yang biasanya dilakukan mengalami peristiwa traumatik :
- Mengalami masalah dengan keterampilan dasar seperti tidur, makan, pergi ke toilet secara tiba-tiba.
- Mengikuti orang tua di sekitar rumah.
- Perubahan suasana hati dimana anak jadi tidak menikmati rutinitas atau kegiatan sehari-harinya.
- Meningkatnya rasa takut pada anaknya sehingga membuatnya menjadi lebih gelisah.
- Mengalami mimpi buruk secara intens.
- Memiliki banyak keluhan fisik yang tidak ditemukan penyebabnya.
Cara Menghilangkan Trauma pada Anak
Buatlah anak agar merasa aman
Pada umumnya, trauma terjadi akibat anak mengalami atau menyaksikan hal-hal yang berbahaya. Kejadian tersebut tentu membuat anak merasa tidak aman.
Maka dari itu, cara pertama yang sebaiknya anda lakukan adalah dengan sebisa mungkin menciptakan suasana aman bagi si kecil.
Usahakan tetap beraktivitas seperti biasa
Seringkali traumatis dapat mengubah aktivitas sehari-hari anak. Meskipun begitu, cobalah untuk tetap bersama si kecil dan beraktivitas seperti biasa meski dalam situasi yang berbeda.
Tetap tenang
Usahakanlah untuk selalu bersikap tenang di hadapannya untuk mengatasi trauma pada anak. Karena kekhawatiran yang ditunjukkan akan membuatnya merasa berada pada situasi yang buruk.
Beri perhatian khusus pada anak
Setelah mengalami trauma, anak akan cenderung lebih bergantung pada orang tua, terutama sang ibu. Maka dari itu, pastikanlah bahwa anda memberikan perhatian lebih agar si kecil segera pulih dari trauma yang dialaminya.
Jauhakn dari hal yang berkaitan dengan penyebab trauma
Agar trauma pada anak segera teratasi, pastikanlah bahwa anda menjauhkannya dari hal-hal yang berhubungan dengan kejadian traumatis yang dialaminya.
Itulah penjelasan mengenai gejala dan cara menghilangkan trauma pada anak. Namun, sebaiknya anda juga mengkonsultasikan hal ini dengan profesional seperti psikolog anak ya! (*/ctr)
Baca juga: Pengertian, Gejala dan Penyebab Sembelit

