Kepala Puskesmas Borong Angkat Suara Soal Akreditasi Puskesmas

Borong, MedikaStar. Com

Kepala Puskesmas Borong, Yosefina Nirma angkat suara soal akreditasi Puskesmas. Menurutnya, akreditasi merupakan hal yang sangat penting bagi Puskesmas, sebab akreditasi Puskesmas menjadi alat untuk peningkatakan pelayanan Puskesmas bagi masyarakat.

Kepada Medika Star di ruang Kerjanya, Senin (01/10/18), Yosefina menjelaskan bahwa selama ini pihak Puskesmas Borong sudah melakukan kerja sama dengan BPJS kesehatan. Dimana BPJS memberikan ketentuan maupun pelayanan kepada fasilitas kesehatan.

“Kalau Puskesmas tidak terakreditasi, maka pasien-pasien kurang mampu tidak bisa dilayani di Puskesmas yang belum terakreditasi. Jika pihak Puskesmas tidak melayani pasien-pasien kurang mampu, maka Puskesmas akan rugi. Selama ini kami mendapat jasa pelayanan dari masyarakat kurang mampu,” jelas Yosefina.

Oleh karenanya, dirinya berharap agar proses survei akreditasi dapat memberikan hasil sesuai dengan harapan.

Lebih lanjut, Yosefina menjelaskan bahwa di Kabupaten Manggarai Timur, bukan hanya Puskesmas Borong yang melakukan survei akreditasi. Masih ada puskesmas-puskesmas yang lain, seperti Puskesmas Wae Lengga, Puskesmas Sita, dan Puskesmas Mano.

Yosefina mengungkapkan bahwa lintas sektor memegang peranan yang sangat besar dalam membantu persiapan akreditasi di Puskesmas Borong.

“Pihak kecamatan Borong diwawancarai langsung oleh tim  survei akreditasi. Mereka mengukur kira-kira sejauh mana perencanaan yang lakukan di tingkat kecamatan, desa, dan dusun untuk mendukung program akreditasi Puskesmas Borong,” jelasnya.

Camat Borong, lanjut Yosefina, sudah menyampaikan secara garis besar proses yang sudah Puskesmas Borong lakukan selama ini.

“Koordinasi kami dengan pihak Kecamatan, Desa, dan Dusun selama ini cukup baik dan bagus dan kelurahan juga sangat baik responnya. Terbukti bahwa kami melakukan kegiatan demam berdarah, khususnya investigasi dan foging secara bersama. Kasus malaria juga kami bersama-sama melakukan pemeriksaan secara masal ke sasaran terdekat,” terangnya.

Baca Juga : Peduli Gempa Palu, Donggala, PMKRI Ruteng Gelar Aksi Galang Dana

Puskesmas Borong

Untuk kegiatan yang lain dalam sistem perencanaan, pihaknya “turun” untuk melaksanakan kegiatan, mulai dari Musdes dan akan dilanjutkan ke tingkat musrenbangdes. Ia mengatakan bahwa beberapa hari ke depan apabila sudah diberikan jadwal dari kecamatan, maka pihaknya akan turun ke beberapa kelurahan dan desa untuk berpartisipasi berasama-sama dalam kegiatan Musrenbangdes.

“Selama ini banyak kegiatan dari Puskesmas yang tidak terakomodir untuk sistem pembelanjaan kegiatan, karena memang Puskesmas sangat keterbatasan dana,” ungkapnya.

Oleh karena itu, Yosefina berharap agar beberapa desa di wilayah Puskesmas Borong bisa menganggarkan dana desanya untuk mendukung kegiatan di bidang kesehatan.

Desa-desa yang berada di wilayah kerja Puskesmas Borong antara lain Desa Nanga Labang, Desa Compang Ndejing, dan Desa Bangka Kantar. Juga Desa Golo Kantar, Desa Rana Masak, dan Desa Gurung Liwut. Sedangkan untuk kelurahan, Yosefina mengaku bahwa pihaknya tidak bisa mengintevensi.

Lebih jauh, terkait koordinasi dengan desa, Ia mengaku bahwa dirinya sudah menyampaikan rencana awal saat pertemuan mengenai evaluasi dana desa dan raskin oleh BPMPD dengan semua desa. Di kesempatan tersebut ia memberikan gambaran kepada semua desa bahwa kegiatan di bidang kesehatan perlu diperhatikan oleh desa untuk dimasukan dalam anggaran dana desa.

“Ternyata semua desa yang hadir tidak menjanjikan untuk mengakomodir semua kegiatan,” ungkapnya.

Masih terkait persiapan akreditasi, Yosefina berharap agar sistem pelayanan kesehatan di Puskesmas Borong terus dibangun. Memang selama ini hal tersebut telah berjalan, tetapi ada banyak kendala yang dialami.

Ia menjelaskan pula bahwa secara teknis, kegiatan survei akreditasi dilakukan selama 3 hari. Ada 3 tahapan survei yang dilakukan, yaitu survei administrasi Puskesmas, survei pusat kesehatan masyarakat, dan survei usaha kesehatan perorangan.

Selama 3 hari survey dilaksanakan di Puskesmas Borong, Yosefina mengatakan bahwa pihaknya tidak menemui kendala. Semua proses berjalan dengan aman dan lancar.

“Mudah-mudahan Puskesmas Borong bisa terakreditas dan mendapatkan hasil yang sangat memuaskan,” harap Yosfina. (*/Mull)

Baca Juga : https://medikastar.id/dana-desa-800-juta-lebih-ini-rancangan-pembangunan-desa-saenam-ttu/