Kota Kupang, medikastar.id
Di masa pandemi covid-19, seluruh pihak terpanggil untuk peduli dan bergandengan tangan dalam upaya Percepatan Penanganan Covid-19 (Virus Corona) di NTT, termasuk Poltekkes Kemenkes Kupang.
“Sejak awal covid-19 mewabah di Indonesia, Poltekkes Kemenkes Kupang telah berupaya untuk berkontribusi langsung dalam penanganan covid-19. Sejak awal mahasiswa kami melakukan penyemprotan cairan disinfektan ke seluruh instansi di Kota Kupang. Mahasiswa kami bergabung dengan HAKLI, himpunan ahli kesehatan lingkungan Indonesia,” jelas Dr. R.H. Kristina, SKM., M.Kes, Direktur Poltekkes Kemenkes Kupang, Selasa (05/05/20).
“Hingga minggu-minggu terakhir ini pun mereka masih melakukan kegiatan penyemprotan cairan disinfektan,” tambahnya.
Kristina mengatakan bahwa pada hari ini, Selasa (05/05/20) pihaknya telah memberikan bantuan tahap pertama kepada RS Bayangkara Kupang, tempat dimana 8 pasien terkonfirmasi positif covid-19 di NTT dirawat.
“Bantuan tahap satu ini berupa APD berjumlah 60 buah, hand sanitizer 4 buah, masker medis 20 box, masker pelindung wajah 100 buah, dan pampers dewasa 2 kardus,” jelasnya.
Ia mengatakan bahwa bantuan tersebut merupakan bantuan tahap pertama, sehingga ke depan tidak menutup kemungkinan bahwa akan turun lagi bantuan untuk RSUD Prof. Dr. WZ Johannes sebagai mitra kerja Poltekkes Kemenkes Kupang.

“Masih ada beberapa koli barang dari pusat yang belum sampai di Kupang,” sambung Kristina.
Ia kemudian melanjutkan bahwa bentuk kepedulian lainnya ialah bahwa pihaknya memiliki pusat unggulan IPTEK yang mana melalui pusat unggulan IPTEK ini telah diproduksi tempat cuci tangan yang akan langsung didistribusikan kepada masyarakat.
“Mahasiswa dan dosen kami akan turun ke pulau Semau dan memberikan tempat cuci tangan langsung ke masyarakat. Mereka akan turun besok,” katanya.
Kristina menjelaskan bahwa tempat cuci tangan tersebut merupakan hasil karya Poltekkes Kemenkes Kupang, khususnya Prodi Sanitasi. Selain dimanfaatkan secara internal dan juga disumbangkan bagi masyarakat, tempat cuci tangan tersebut juga dapat dipesan oleh pihak lain yang membutuhkan.
Selain itu, saat ini Poltekkes Kemenkes Kupang juga menyediakan sekitar 3000 masker yang akan diberikan kepada masyarakat umum di pasar-pasar di Kota Kupang, seperti pasar Kasih, pasar Oebobo, pasar Oeba, Oesapa, dan sebagainya.
“Hari sabtu mahasiswa akan turun langsung ke sana,” jelas Kristina.
Selain kepada masyarakat, masker juga akan dibagikan kepada ribuan mahasiswa Poltekkes Kemenkes Kupang secara gratis.
Hal lainnya yakni bahwa dalam perencanaan, setiap mahasiswa Poltekkes Kemenkes Kupang akan turun langsung ke masyarakat dan akan memberikan penyuluhan langsung kepada masyarakat mengenai covid-19.
“Pelaksanaannya tentunya dengan memperhatikan protokol kesehatan yang ada, termasuk dengan strategi tidak beramai-ramai tetapi langsung door to door,” ungkap Kristina.
Ia menjelaskan bahwa berbagai langkah yang diambil oleh Poltekkes Kemenkes Kupang tersebut masih berhubungan juga dengan perayaan dies natalis ke-19 Poltekkes Kemenkes Kupang.

“Kita merayakan dies natalis di Bulan April, tetapi tahun ini kita tidak merayakannya secara meriah mengingat kita tengah dilanda pandemi covid-19. Karena itu, dalam merayakan dies natalis Poltekkes Kemenkes Kupang kali ini, kami melakukan beberapa hal tadi yang kiranya dapat membantu penanganan covid-19 di NTT,” jelasnya.
Ditegaskan oleh Kristina bahwa berbagai bantuan yang diberikan oleh Poltekkes Kemenkes Kupang tersebut baru dapat direalisasikan di awal Mei 2020 mengingat pihaknya memperoleh kendala dalam hal pengiriman barang.
“Kita memang terkendala dengan pengiriman barang dari pusat. Saat ini pun masih ada beberapa koli yang belum sampai di Kupang,” katanya lagi.
Secara internal, jelas Kristina, pihaknya akan menerapkan protokol kesehatan untuk mencegah covid-19 apabila nanti para mahasiswa telah kembali kuliah pada 30 Mei nanti.
“Alat cuci tangan ini sebagian akan diberikan kepada setiap jurusan di Poltekkes Kemenkes Kupang. Jurusan juga akan diberi thermo gun. Sementara masker akan diberikan untuk seluruh mahasiswa. Pada tanggal 30 nanti ketika mahasiswa masuk kuliah, semua akan mengenakan masker dan ketika masuk ke kampus maka wajib cuci tangan dan diperiksa suhu tubuhnya,” jelas Kristina.
“Jadi kami ingin katakan bahwa Poltekkes Kemenkes Kupang sebenarnya peduli dengan penanganan covid-19 di NTT dan sejak awal telah berperan dalam upaya penanganan covid-19 tersebut,” tutup Kristina. (*/Red)

