Mahasiswa Profesi Ners Stikes Maranatha Kupang Ikut Pelatihan PPGD

Kota Kupang, medikastar.id

Kasus-kasus kegawatdaruratan membutuhkan penanganan yang cepat, tepat dan cermat. Karena itu, pengetahuan, skill, dan sikap yang mumpuni sangat dibutuhkan agar angka kematian dalam pertolongan pertama bisa diminimalkan.

Dalam rangka meningkatkan pengetahuan, skill, dan sikap dalam menghadapi situasi gawat darurat, Program Studi Keperawatan Stikes Maranatha Kupang menggelar Pelatihan Penanganan Penderita Gawat Darurat (PPGD) bagi mahasiswa profesi Ners di kampus tersebut, Senin-Sabtu (21-26/1/2019). Selain para dosen, pelatihan itu melibatkan Himpunan Perawat Gawat Darurat dan Bencana Inodonesia (HIPGABI) NTT.

Dalam kegiatan itu, para mahasiswa dilatih untuk memberikan pertolongan pertama kepada orang yang mengalami masalah kegawatdaruratan. Persoalan kegawatdaruratan itu antara lain  henti napas, henti jantung, pasien yang mengalami kecelakaan dan situasi gawat darurat lainnya. Diharapkan, nantinya mereka mampu menyelamatkan korban pada pertolongan pertama sebelum pertolongan di rumah sakit.

Menurut Ketua Prodi Keperawatan Stikes Marantha, Muhammad Saleh Nuwa, S.Kep., Ns., M.Kep., PPGD merupakan program wajib Stikes Maranatha dalam meningkatkan kapasitas mahasiswa profesi Ners. Pelibatan HIPGABI bertujuan agar para mahasiswa dapat memperoleh gambaran tentang situasi kegawatdaruratan serta langkah-langkah penanganan dari para perawat yang sudah terbiasa menghadapi kondisi tersebut.

Ketua HIPGABI NTT, Dominggos Gonsalves, S.Kep.,Ns.MSc.,AIFM dalam acara penutupan kegiatan, Sabtu (26/1/2019) sore, mengatakan, ilmu bukan sesuatu yang statis. Selalu ada penemuan-penemuan baru. Karena itu, pengetahuan dan keterampilan, terutama menghadapi situasi gawat darurat, juga harus dikembangkan terus menerus sehingga mampu menyelamatkan jiwa pasien.

Dominggus juga berpesan kepada para mahasiswa untuk terlibat dalam organisasi-organisasi keperawatan seperti HIPGABI, Ikatan Perawat Kesehatan Komunitas Indonesia (IPKKI) dan organisasi lain. Karena lewat organsisas tersebut seseorang dapat belajar dan mengembangkan sikap serta keterampilannya.

Valentina Bimas, salah satu peserta kegiatan mengaku senang dan berterima kasih kepada pihak kampus dan HIPGABI yang telah memberikan kesempatan kepada mereka untuk mengikuti pelatihan itu. Baginya, pengetahuan dan keterampilan yang didapat dalam pelatihan itu semakin memperkaya ilmu yang telah mereka dapat sebelumnya.

“Sebagian besar (materi) sudah kami dapatkan selama kuliah S1 keperawatan. Namun sebagian besar pula dari pelatihan ini baru kami dapatkan. Semoga apa yang kami dapatkan dapat kami terapkan dengan baik terutama saat turun di lapangan nati,” ujar Valentina.

Dalam pelatihan itu juga, panitia menetapkan dua peserta terbaik berdasarkan nilai yang diperoleh pada saat pre test dan post test serta performa mereka selama pelatihan tersebut. Kedua mahasiswa itu adalah Febrianti Pindi Mbitu dan Sovia Seran.

Pelatihan Perkesmas

Seminggu sebelumnya, Prodi Keperawatan Stikes Maranatha Kupang juga mengadakan kegiatan Pelayanan Keperawatan Kesehatan Masyarakat (Perkesmas) bagi para mahasiswa profesi Ners. Kegiatan Perkesmas ini melibatkan Ikatan Perawat Kesehatan Komunitas Indonesia (IPKKI) NTT sebagai fasilitator.

Dijelaskan Muhammad Saleh Nuwa, pelatihan Perkesmas bagi para mahasiswa bertujuan agar para mahasiwa yang kelak akan bertugas di masyarakat mampu memberi asuhan keperawatan di komunitas dan di rumah-rumah. Asuhan keperawatan itu dilakukan sebagai upaya preventif   atas penyakit-penyakit yang disebabkan oleh pola hidup seperti diabetes mellitus, hipertensi dan lain sebagainya. (*/red)

Baca juga: 550 Mahasiswa Poltekkes Kupang Ikut Terlibat dalam Pembagian Abate di Kota Kupang