medikastar.id
Belakangan ini berbagai daerah nampaknya secara perlahan melonggarkan pembatasan sosial yang diterapkan. Kantor-kantor dan sekolah mulai akan menjalankan aktivitas sebagaimana normalnya. Hal ini tentu menimbulkan pro dan kontra bagi orang-orang dari berbagai kalangan. Ada yang mendukung, ada pula yang tidak.
Di sisi lain, pelonggaran terhadap pembatasan sosial yang dilakukan kemudian memunculkan sebuah istilah, yakni herd immunity. Apakah yang dimaksud dengan herd immunity? Apa pula hubungannya dengan penyebaran covid-19?
Apa itu Herd Immunity?
Herd Immunity juga dikenal dengan sebutan kekebalan kelompok atau kekebalan kawanan. Istilah yang mulai digunakan sejak tahun 1923 ini adalah suatu bentuk perlindungan dari penyakit menular secara tidak langsung. Perlindungan dapat terjadi ketika sebagian besar populasi telah menjadi kebal terhadap infeksi.
Kekebalan tersebut diperoleh dari infeksi yang telah dialami maupun vaksinasi. Lebih jauh lagi, sebagian besar individu dalam suatu populasi biasanya memiliki tingkat kekebalan yang baik. Hal tersebut membuat rantai penyebaran virus akan menjadi lambat atau berhenti.
Pada akhirnya, individu yang tidak kebal terhadap penyakit atau golongan orang berisiko dapat ikut terlindungi oleh orang-orang yang telah kebal. Orang-orang yang termasuk dalam golongan berisiko adalah orang berusia lanjut, bayi, anak-anak, ibu hamil, orang dengan masalah imunitas, dan orang dengan gangguan kesehatan lainnya.
Pro dan Kontra Herd Immunity
Meski cara ini dipandang baik oleh beberapa pihak untuk menurunkan atau menghentikan penyebaran covid-19, namun terdapat juga cukup banyak orang yang tidak sependapat. Terdapat beberapa alasan mengapa muncul perbadaan pendapat dalam penggunaan cara ini.
Alasan pertama adalah belum adanya vaksin bagi virus corona atau Sars-CoV-2. Vaksin dan obat-obatan untuk menangani covid-19 masih sementara berada dalam tahap penelitian dan percobaan. Seperti yang diketahui, vaksin adalah cara paling aman untuk mempraktekkan herd immunity dalam suatu populasi. Karena itu, jika hanya mengandalkan daya tahan tubuh masyarakat, bisa jadi penyebarannya dapat meningkat kembali.
Berikutnya, Sars-CoV-2 termasuk dalam jenis virus baru. Hal tersebut membuat para ahli dan dokter belum mengetahui cukup banyak informasi yang pasti mengenai virus ini. Orang-orang yang sudah tua atau mereka yang memiliki riwayat penyakit juga dapat memiliki kondisi sakit yang lebih parah akibat penyakit covid-19.
Jika terdapat banyak orang terinfeksi covid-19 dalam waktu yang sama, maka rumah sakit dan sistem perawatan pun akan mengalami kesulitan dalam menanganinya. Penyebabnya bisa jadi karena kurangnya sumber daya manusia, seperti dokter spesialis.
Selain itu, kurangnya peralatan, ruangan, dan alat pelindung diri juga dapat menambah beban para tenaga medis. Skenario terburuknya, tenaga kesehatan pun bisa terpapar secara tidak sengaja atau mengalami gangguan kesehatan lain karena kelelahan.
Dilihat dari hal-hal tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa jika tidak dijalankan secara siap, herd immunity hanya akan memperparah kondisi kesehatan masyarakat. Lantas, apa yang bisa diperbuat oleh masyarakat? Khususnya agar orang-orang bisa kembali beraktivitas secara normal, namun tetap aman dari covid-19.
Caranya tentu dengan mengikuti setiap arahan dari pemerintah secara baik. Masyarakat harus memastikan daya tahan tubuhnya agar menjadi lebih kuat. Cara memperkuat sistem imun adalah mengonsumsi makanan bergizi, rajin berolahraga di rumah, hingga istirahat yang cukup.
Masyarakat juga perlu tetap menjaga jarak aman sejauh satu sampai dua meter. Selain itu, masker wajib digunakan saat sedang beraktivitas di luar rumah. Sediakan juga tempat cuci tangan di sekolah, kantor, atau tempat bekerja dan terapkan metode cuci tangan yang benar.
Herd immunity yang terjadi bisa saja mendatangkan risiko yang cukup besar bagi masyarakat. Karena itu, dalam masa pandemi covid-19, masyarakat perlu berlaku lebih taat pada setiap anjuran yang diberikan. Tujuannya agar masyarakat dapat terhindar dari infeksi penyakit dan bisa beraktivitas secara aman dan produktif. (har)
Baca juga: Kasus Covid-19 di NTT Terus Meningkat, Sudah 10 Kabupaten/Kota yang Terpapar Covid-19

