medikastar.id
Beberapa waktu lalu, Kementerian Pertanian (Kementan) mengklaim telah menemukan penangkal virus corona. Penangkal itu merupakan produk yang dibuat dari bahan eukaliptus. Produk yang rencananya akan diproduksi secara besar-besaran dalam bulan depan, disebut berbentuk kalung.
Namun, cukup banyak orang yang meragukan klaim tersebut. Lantas, benarkah kalung yang terbuat dari bahan eukaliptus dapat mencegah covid-19?
Eukaliptus merupakan tanaman atau sejenis pohon yang berasal dari Australia. Terdapat lebih dari 700 spesies eukaliptus yang tercatat dan menyebar di Australia, Indonesia, hingga Filipina. Di Indonesia, eukaliptus lebih dikenal melalui produk minyak kayu putih.
Selama ini, banyak orang telah mengetahui bahwa eukaliptus memiliki beberapa kegunaan. Diantaranya, melegakan saluran pernapasan, menghilangkan nyeri pada tubuh, mengurangi efek mual, menghilangkan lendir, hingga mendisinfeksi luka, dan mengusir serangga.
Klaim dari Kementan
Dalam upaya mencegah covid-19, banyak pihak berupaya melakukan inovasi guna menangani dan mencegah penularan virus ini. Kementan melalui Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo tak ketinggalan melakukan inovasi. Produk inovasi yang dihasilkan adalah kalung yang dibuat dari bahan eukaliptus.
“Itu (dikembangkan) oleh Balitbangtan (Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian). Dari 700 spesies kayu putih, hasil tes laboratorium kami menunjukkan bahwa satu jenis dapat membunuh virus corona. Kami yakin,” kata Mentan seperti dilansir dari tribunnews.com (3/7).
Sesuai penelitian yang telah dilakukan, Mentan mengatakan bahwa produk tersebut terbilang efektif dalam membunuh virus corona. Ia mengklaim telah melakukan percobaan. Dikatakan bahwa penggunaan selama 30 menit dapat membunuh 80% dari virus corona.
Di lain tempat, Kepala Balitbangtan, Fadjri Djufry, mengatakan bahwa selain pengujian laboratorium, pengujian juga telah dilakukan pada 20 karyawan Kementan yang positif covid-19. Para pasien memberikan kesaksian bahwa produk yang dihirup tersebut dapat meningkatkan pernapasan mereka.
“Ini bukan obat oral, ini bukan vaksin, tapi kita sudah lakukan uji efektivitas, secara laboratorium, secara ilmiah bisa kita buktian,” kata kepala Balitbangtan dilansir dari pikiran-rakyat.com (5/7).
Penelitian yang dilakukan terhadap bahan eukaliptus dilaksanakan di laboratorium keselamatan biologi level 3 milik Balai Besar Pertanian Veteriner. Pengujian yang dilakukan adalah uji molecular docking dan uji in vitro.
Tanggapan dari Ahli
Menilik hal itu, Dr dr Inggrid Tania, MSi, Ketua Umum Perkumpulan Dokter Pengembang Obat Tradisional dan Jamu Indonesia (PDPOTJI) mengatakan bahwa penelitian tersebut belum spesifik. Dengan kata lain, eukaliptus memang memiliki zat yang bersifat antibakteri, antivirus dan antijamur. Akan tetapi, belum ada penelitian spesifik tentang manfaatnya bagi pencegahan covid-19.
“Penelitian Kementan ini baru diujikan sampai tahap in vitro pada virus influenza, beta corona, gamma corona. Belum diuji secara spesifik terhadap virusnya covid-19, yakni virus Sars-CoV-2,” kata dr Inggrid, dilansir dari detik.com (4/7).
Lebih lanjut, yang dimaksudkan adalah 1,8 cineol atau kandungan antivirus dalam minyak atsiri masih terbatas pada virus corona secara umum saja. Sedangkan, kegunaann spesifiknya pada jenis virus Sars-CoV-2 atau virus penyebab covid-19 belum terbukti. Karena itu, klaim antivirus covid-19 baru bisa dilakukan ketika telah diadakan pengujian spesifik terhadap strain virus tersebut.
“Mohon berhati-hati, karena klaim sebagai “antivirus corona” bisa misleading. Karena ternyata banyak pemahaman masyarakat yang salah menduga antara ‘virus corona’ dengan ‘virusnya covid-19’ adalah sama atau identik padahal cukup beda karakteristiknya,” tambah dr Inggrid, dilansir dari detik.com (4/7).
Lebih lanjut, Berry Juliandi, Dosen dari Institut Pertanian Bogor (IPB) mengatakan bahwa klaim dari kementerian tersebut cukup berbahaya terhadap masyarakat. Alasannya karena kesadaran masyarakat tentang covid-19 dapat rusak sebagai akibat dari klaim yang dilakukan.
“Publik dapat dengan mudah percaya bahwa mereka dapat dengan mudah diselamatkan dari virus dengan kalung antivirus yang tidak terbukti secara ilmiah,” kata Berry dilansir dari The Jakarta Post (5/7).
Eukaliptus memang memiliki berbagai manfaat untuk meredakan penyakit, serta membunuh virus dan bakteri. Akan tetapi, perlu penelitian atau pengujian klinis lanjutan untuk membuktikan bahwa eukaliptus dapat membunuh atau mencegah covid-19. (har)
Baca juga: Kisah Haru Perawat yang Sembuh dari Covid-19
Video: Lawan Covid-19 | Saatnya Mulai New Normal
[embedyt] https://www.youtube.com/watch?v=Pt0B16wjfx4[/embedyt]
