medikastar.id
Selama masa pandemi covid-19 berlangsung, semua kegiatan di tempat umum dibatasi. Artinya, kebanyakan aktivitas hanya bisa dilakukan dari rumah masing-masing. Dalam situasi ini, tentu ada beberapa kendala yang dihadapi oleh masyarakat, terkhususnya pada tingkat keluarga.
Salah satu masalah yang mungkin saja dialami oleh sebagian keluarga adalah sulitnya mempersiapkan makanan bergizi. Oleh karena itu, Unicef memberikan rekomendasi tips sederhana untuk memperhatikan asupan nutrisi keluarga selama masa pandemi covid-19.
Pertahankan asupan buah dan sayuran
Dalam masa-masa ini, tentu merupakan hal yang sulit bagi masyarakat yang sedang berada dalam situasi pembatasan sosial berskala besar (PSBB) untuk mendapatkan atau menyimpan buah dan sayur. Hal ini membuat banyak orang berfokus hanya pada penyediaan makanan kemasan yang instan dan bisa bertahan lama.
Namun, sedapat mungkin penyediaan buah dan sayuran tetap diprioritaskan. Alasannya karena buah dan sayur sangat bermanfaat untuk membantu menjaga daya tahan tubuh, serta memberi asupan nutrisi yang cukup bagi keluarga.
Buah dan sayur bisa didapatkan dari pedangan keliling, pasar terdekat, atau supermarket. Untuk membeli bahan makanan di tempat umum, perhatikanlah rekomendasi dari pemerintah. Rekomendasi tersebut antara lain menjaga jarak aman, menggunakan masker, dan lain sebagainya.
Sediakan alternatif makanan kering atau kalengan yang sehat
Masyarakat sebaiknya menyediakan produk makanan yang segar, selagi masih tersedia di daerahnya. Namun, jika sama sekali tidak tersedia, keluarga bisa juga menyediakan makanan kering atau kalengan yang sehat di rumah.
Jenis-jenis makanan kalengan yang dianjurkan seperti olahan ikan, kacang-kacangan, sayur, hingga daging. Sebelum membeli makanan kalengan, perhatikanlah tanggal kedaluarsa dan bahan-bahan dari produk tersebut dengan teliti.
Sediakan camilan yang sehat
Camilan merupakan salah satu jenis makanan yang paling sering dikonsumsi sebagian orang saat berada di rumah. Tak hanya anak-anak, orang dewasa pun membutuhkannya untuk tetap mengisi akitivitasnya, serta mengusir rasa bosan.
Biasanya, camilan yang sering dikonsumsi adalah permen dan makanan ringan. Akan tetapi, sebaiknya camilan tersebut diganti dengan bahan makanan yang lebih sehat. Bahan makanan yang lebih sehat untuk cemilan bisa berasal dari pangan lokal atau bahan segar seperti telur rebus, keripik pisang, singkong, jagung, dan lain sebagainya.
Batasi makanan instan
Makanan instan dan makanan ringan memiliki kandungan lemak jenuh, gula, dan garam yang cukup tinggi. Hal tersebut tentu dapat meningkatkan risiko dampak negatif bagi kesehatan keluarga.
Selain makanan, minuman kemasan yang manis pun sebaiknya dibatasi. Perbanyak minum air putih akan lebih mendatangkan manfaat bagi tubuh. Jika ingin menyediakan minuman yang memiliki rasa bagi keluarga, cobalah untuk masukan irisan buah seperti lemon, jeruk, mentimun, dan lain-lain ke dalam air. Minuman berasa tersebut lebih sehat karena memiliki pemanis yang alami.
Jadikan kegiatan masak dan makan bersama keluarga menjadi menyenangkan
Selama masa work from home, setiap keluarga tentu memiliki waktu yang cukup banyak untuk berinteraksi satu sama lain. Banyak kegiatan yang bisa dilakukan bersama-sama. Salah satunya adalah memasak dan makan bersama.
Cobalah untuk melibatkan anak-anak dalam menyiapkan makanan, seperti mencuci sayur dan buah atau mengatur meja makan. Buatlah hal ini sebagai suatu rutinitas baru dalam keluarga dan lakukanlah secara menyenangkan. Tujuannya untuk mengurangi rasa bosan atau kecemasan pada anggota keluarga.
Tetap memberi ASI pada anak yang berusia 0 sampai 2 tahun
Air susu ibu (ASI) merupakan makanan terbaik bagi anak yang berusia 0 hingga 2 tahun. Saat berusia 0 sampai 6 bulan, anak hanya membutuhkan ASI saja (ASI Ekslusif) untuk memenuhi kebutuhan nutrisinya. Hal ini berarti, makanan dan minuman lainnya, termasuk air putih tidak diperlukan.
Selanjutnya, ketika anak menginjak usia 6 bulan hingga 2 tahun, ia tetap memerlukan ASI sebagai makanan utama. Akan tetapi, kali ini anak juga membutuhkan makanan pendamping ASI. Alasannya karena tubuhnya telah bertumbuh dan ia membutuhkan nutrisi yang lebih.
Rekomendasi tersebut bisa disesuaikan pada setiap daerah. Penyesuaian tersebut dikarenakan setiap daerah dan keluarga mungkin saja memiliki situasi dan kondisi berbeda-beda.
Selama masa pandemi, makanan bergizi memiliki peranan yang sangat penting bagi keluarga. Jadi, asupan nutrisi untuk keluarga perlu dipersiapkan dengan baik. Tujuannya agar daya tahan tubuh anggota keluarga bisa terjaga, serta kuat dalam menangkal serangan virus dan kuman penyebab penyakit yang lain. (har)
Baca juga: Tips Melakukan Jogging Secara Rutin di Tengah Pandemi

