medikastar.id
Warna kulit setiap individu memang berbeda-beda antara satu dengan yang lainnya. Ada yang berkulit hitam, kuning langsat, sawo matang, putih, dan sebagainya. Ini tentunya membuat kita bertanya-tanya; mengapa warna kulit kita berbeda dengan yang lain?
Warna kulit manusia ditentukan oleh berbagai faktor. Seperti Oxyhemoglobin yang berwarna merah, Hemoglobin tereduksi yang berwarna merah kebiruan, melanin yang berwarna coklat, Keratohyalin yang memberikan penampakan opaque pada kulit, dan juga Lapisan stratum corneum yang memiliki warna putih kekuningan atau keabu-abuan.
Dari semua bahan-bahan pembangun warna kulit, yang paling menentukan warna kulit adalah pigmen melanin. Banyaknya pigmen melanin di dalam kulit ditentukan oleh faktor-faktor ras, individu, dan lingkungan.
Melanin, selain memberi warna pada kulit, juga berfungsi melindungi kulit dari paparan sinar matahari yang dapat merusak struktur kulit dan membuat kulit menjadi gelap. Melanin sangat berguna melindungi kulit terhadap sinar ultra violet.
Berikut beberapa fakta mengenai melanin:
- Sebagian orang dapat memproduksi melanin lebih banyak dari yang lain. Setiap orang memiliki jumlah sel yang sama yang membuat melanin. Akan tetapi tidak semua orang mampu menghasilkan melanin dalam jumlah yang sama dengan yang lainnya.
- Semakin banyak melanin yang diproduksi oleh kulit, semakin gelap kulit kita. Berapa banyak melanin yang dihasilkan oleh tubuh bergantung pada gen yang didapatkan dari orang tua.
- Ketika kita berada di bawah sinar matahari, tubuh akan memproduksi lebih banyak melanin. Hal ini karena ia mencoba melindungi kulit dari sinar matahari yang merusak dengan cara membelokkan atau menyerapnya.
Akan tetapi, melanin tidak cukup kuat untuk melindungi kita sepenuhnya, terutama jika kita memiliki kulit yang pucat. Pada saat kita melihat kulit kita menjadi lebih gelap atau terbakar, sebenarnya kulit tersebut sudah rusak. Oleh karenanya, kita harus selalu melindungi kulit kita dari sinar matahari dengan menutupinya dan menggunakan tabir surya. (aad.org/Jef)
Baca Juga: Ingin Jadi Anak Kos yang Sehat? Hindari Paham ini!

