medikastar.id
Presiden keenam RI, Susilo Bambang Yudhoyono atau yang kerap dikenal SBY, didiagnosis mengalami kanker prostat stadium awal dan akan melakukan medical check-up serta treatment pengobatan di luar negeri.
Hal itu disampaikan setelah melakukan pemeriksaan dengan metode MRI, biopsi, Positron Emission Tomography (PET) Specific Membrane Antigen (SMA) Scan dan pemeriksaan lain oleh tim dokter.
Maka dari itu, simak bacaan di bawah ini tentang penyakit kanker prostat yang diderita oleh SBY, ya!
Apa itu Kanker Prostat?
Kanker prostat adalah jenis kanker yang menyerang pria dan terjadi dalam kelenjar prostast. Kelenjar prostat merupakan salah satu bagian organ reproduksi yang dimiliki oleh pria. Organ tersebut berfungsi untuk memproduksi cairan yang melindungi serta mengangkut sperma.
Prostat terletak dibawah kandung kemih dan mengelilingi uretra atau saluran kencing. Ukurannya pun bervariasi seiring dengan bertambahnya usia.
Pada umumnya, sel kanker muncul pertama kali pada sel-sel bagian luar kelenjar prostat. Pertumbuhannya cenderung lambat dan tidak berpotensi untuk menyebar.
Namun, untuk beberapa kasus, sel kanker dapat berkembang dengan cepat dan menjalar ke bagian tubuh yang lain.
Apa Gejala dari Kanker Prostat?
Tanda-tanda atau gejala kanker prostat biasanya tidak muncul pada saat stadium awal. Seringkali gejala baru muncul saat sel kanker sudah berkembang.
Berikut beberapa gejala yang ditimbulkan ketika anda mengalami kanker prostat stadium awal:
- Sering buang air kecil, terutama saat malam hari.
- Panas atau nyeri pada penis saat buang air kecil.
- Ada darah dalam urine.
- Kandung kemih terasa selalu penuh.
- Sulit untuk menahan buang air kecil.
- Tekanan saat mengeluarkan urine berkurang.
Untuk kasus stadium lanjut, terjadi metastasis ke tulang yang mengakibatkan penderita merasakan nyeri yang luar biasa hebat pada tulang belakang, tulang panggul, atau pangkal paha.
Apa Penyebab Kanker Prostat?
Pada umumnya, perubahan genetik atau mutasi pada sel-sel yang berada di kelenjar prostat yang menjadi penyebabnya. Namun terjadinya mutasi itu sendiri tidak dapat diketahui dengan pasti.
Berikut beberapa faktor yang diduga bisa meningkatkan risiko pria mengalami kanker prostat:
- Usia.
- Asupan serat yang tidak terpenuhi, seperti kekurangan asupan likopen dan antioksidan.
- Terpapar bahan kimia berbahaya.
- Mengidap penyakit menular seksual.
- Adanya riwayat genetik.
- Mengidap diabetes.
Bagaimana Pencegahan Kanker Prostat?
Pasalnya, kanker tidak bisa dicegah, begitupun dengan kanker prostat. Tetapi, perubahan gaya hidup yang sehat bisa membantu untuk mengurangi risikonya, yaitu:
- Konsumsi buah dan sayur setiap hari.
- Mempertahankan berat badan ideal.
- Tidak merokok atau konsumsi alkohol.
- Rutin olahraga.
- Dapat mengelola stres dengan baik.
Maka dari itu, jika anda merasa gejala-gejala di atas menimpa anda, jangan ragu untuk segera menemui dokter ya untuk mendapatkan tindakan medis.
Baca juga: 5 Manfaat Mengkonsumsi Vitamin C bagi Tubuh

