Adonara, medikastar.id
Namanya adalah dr. Ajra Fitri. Ia lahir di Aceh Utara, 31 tahun lalu, tepatnya tanggal 2 Agustus 1987. Ia merupakan anak ke 2 dari 4 bersaudara.
Setelah menyelesaikan studi kedokterannya di Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala Banda Aceh pada tahun 2012, dr. Ajra mengikuti seleksi program Dokter PTT dari Kementrian Kesehatan. Lulus seleksi Dokter PTT pada tahun 2015, ia mendapat tugas mengabdi sebagai Dokter Umum di Puskesmas Sagu, Kecamatan Adonara, Kabupaten Flores Timur, NTT.
Sejak bertugas di Puskesmas Sagu, dirinya selalu melayani masyarakat dengan ramah. Ia selalu bekerja dengan tulus dalam melayani masyarakat entah siang maupun malam. Dalam pelayanannya, baik di dalam gedung maupun di luar gedung, seperti di desa/dusun yang ada di pelosok-pelosok, ia tidak pernah mengeluh. Semuanya dilaksanakan dengan senang hati. Medan yang sulit tidak menyurutkan semangatnya dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
Selain menjalankan tugas sebagai dokter, dr. Ajra juga aktif dalam memberikan penyuluhan kesehatan di desa-desa. Ia juga turut serta mengkampanyekan perilaku hidup bersih dan sehat kepada masyarakat di Kecamatan Adonara.
Ketika ditemui oleh Tim Medika Star, dr. Ajra menuturkan bahwa salah satu program inovasinya adalah mempelopori dan membentuk Pos Tensi di Puskesmas Sagu. Pos Tensi ini adalah pos khusus untuk pemeriksaan tekanan darah bagi masyarakat.
Menurut dr. Ajra Fitri, latar belakang dibentuknya Pos Tensi ini karena rasa ingin tahu masyarakat yang tinggi mengenai tekanan darah mereka, tanpa harus berobat.

“Biasanya keluarga pasien yang mendampingi atau mengantar pasien untuk berobat ke Puskesmas ingin juga diukur tekanan darahnya. Hal ini mendorong kami untuk membuat Pos Tensi untuk masyarakat,” kata dr. Ajra Fitri.
“Tanggapan masyarakat atas Pos Tensi ini pun, sangat positif. Karena sangat membantu mereka untuk mengetahui tekanan darahnya kapan saja, tanpa harus menunggu jadwal Posbindu, Posyandu Lansia atau ketika sakit. Pos Tensi ini bisa menjadi jembatan untuk deteksi dini penyakit hipertensi yang merupakan salah satu penyakit tidak menular, namun mematikan, ” lanjut isteri dari Zani Saputra ini.
Karena dedikasi dan pegabdiannya ini, oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Flores Timur, dr. Ajra Fitri ditetapkan menjadi Dokter Teladan Puskesmas tingkat Kabupaten Flores Timur tahun 2018.
Selanjutnya dr. Ajra Fitri, diusulkan ke tingkat Provinsi NTT mewakili Kabupaten Flores Timur. Di tingkat provinsi, dirinya berkompetisi dengan tenaga kesehatan lain dari Kabupaten/Kota se-Provinsi NTT. Hasil penilaian di tingkat Provinsi, dr. Ajra Fitri terpilih menjadi Dokter Teladan Puskesmas Tingkat Provinsi NTT tahun 2018 oleh Dinas Kesehatan Provinsi NTT.
Ketika disinggung mengenai prestasi tersebut, ia mengatakan bahwa dirinya sangat bersyukur dan senang atas penghargaan yang diperoleh.
“Saya merasa bersyukur atas apresiasi dari Dinas Kesehatan dan Pemerintah Daerah Flores Timur. Juga atas penghargaan yang diberikan oleh Pemerintah Provinsi NTT sebagai Dokter Teladan Puskesmas Tingkat Provinsi NTT. Penghargaan ini juga sangat membantu kami yang sedang menjalani proses akreditasi. Ini juga menjadi penyemangat untuk semua teman-teman di Puskesmas Sagu. Bahwasannya sedikit upaya kecil yang dibuat ini, bisa membawa dampak yang luar biasa bagi masyarakat,” tutur ibunda dari Zara Al-adzkia ini.

Lebih lanjut, wanita yang memiliki hobi nonton dan adventur ini menambahkan bahwa inovasi tidak mesti besar. Walaupun kecil, yang paling penting dari inovasi adalah komitmen untuk menjalankannya demi masyarakat.
“Penghargaan ini hanya bonus bukan tujuan utama. Yang menjadi tujuan utama adalah berusaha untuk tetap memberikan pelayanan yang tulus dan prima kepada masyarakat. Karena bagi saya, menjadi orang baik itu penting tapi yang paling penting adalah menjadi orang yang bermanfaat bagi orang lain,” lanjut dr. Ajra.
Di akhir perbincangan, dr. Ajra mengajak masyarakat untuk bersama-sama bergandengan tangan dalam mendukung dan menjalankan program pemerintah. Ia berharap masyarakat mampu mewujudkan kehidupan yang sehat dan berkualitas demi meningkatkan derajat kesehatan masyarakat di daerah tempatnya berkarya. (eman ola masan)
Baca Juga : Ini Alasan Klinik King Care Perhatikan Aspek Kesehatan Wartawan

