medikastar.id – Dalam masa pandemi corona (Covid-19) yang sedang berlangsung sekarang, setiap harinya terus terjadi peningkatan jumlah pasien. Berbagai pihak sedang berusaha memberikan penanganan terbaik terhadap masalah global ini. Salah satu cara mengatasi penyebaran virus corona adalah dengan menemukan vaksinnya.
Upaya untuk menemukan vaksin corona sedang dilakukan oleh banyak pihak dari seluruh dunia. Belakangan ini, World Health Organization (WHO) menyebutkan terdapat beberapa jenis vaksin yang sedang dalam tahap pembuatan atau pengujian.
Vaksin adalah bahan antigenik yang memiliki fungsi untuk mendatangkan kekebalan bagi suatu penyakit. Pengguaan vaksin bisa mengurangi dampak atau mencegah seseorang terkena infeksi penyakit-penyakit tertentu.
Sebenarnya, vaksin mengandung agen yang serupa dengan mikroorganisme penyebab suatu penyakit yang telah dilemahkan. Agen tersebut kemudian merangsang sistem imun untuk melakukan pengendalian agen sebagai ancaman, serta menghancurkannya. Di masa depan, ketika penyakit dengan agen yang sama menginfeksi tubuh, maka tubuh bisa mengalahkannya.
Hingga saat ini, banyak pihak sedang berjuang untuk menemukan vaksin corona. Dilansir dari Aljazeera (12/4), proses pembuatan vaksin corona memiliki beberapa faktor yang perlu diperhatikan.
Faktor pertama adalah sains. Terdapat tiga kandidat vaksin sedang dalam tahap pengujian klinis. Sementara itu, ada 67 kandidat vaksin lainnya yang sedang berada dalam tahap praklinis.
Pengujian klinis berarti vaksin tersebut telah berada dalam tahap diuji pada manusia. Dr. Sara Kayat mengungkapkan bahwa cara kerja vaksin adalah dengan menghadirkan molekul tertentu. Hal tersebut juga disebut sebagai antigen patogen atau virus ke sistem kekebalan tubuh manusia.
Salah satu vaksin yang sedang diuji coba menggunakan pendekatan antigen bagi tubuh. Selain itu, kedua vaksin lainnya menggunakan pendekatan lain yakni dengan membuat vaksin dari kode genetik yang disalin dari virus.
Faktor kedua adalah timeline. Para ilmuan sepertinya membutuhkan waktu beberapa lama untuk melakukan pengujian vaksin tersebut. Pegujian vaksin membutuhkan tiga fase. Proses tersebut telah meliputi pengujian pada hewan, barulah diuji pada manusia. Pengujian pada hewan telah dilakukan sebelumnya.
Pada fase yang pertama, uji coba dilakukan dalam skala kecil. Pengujian biasanya melibatkan 100 peserta. Tujuannya untuk menilai apakah vaksin tersebut aman bagi manusia atau tidak.
Pada fase berikut, uji coba akan melibatkan beberapa ratus subyek penelitian. Tujuannya adalah mengevaluasi kemanjuran vaksin terhadap penyakit. Fase ini bisa berlangsung beberapa bulan hingga tahun.

Pada fase yang terakhir, pengujian dilakukan dalam skala besar atau melibatkan ribuan orang. Sering kali, uji coba tersebut dilakukan pada beberapa fasilitas medis. Tujuannya adalah melakukan penilaian lebih lanjut mengenai kemanjuran vaksin selama periode waktu tertentu. Fase ini bisa saja berlangsung selama beberapa tahun.
Faktor ketiga adalah pengujian vaksin pada manusia. Dalam proses pengujian vaksin corona, tercatat nama Jenifer Haller (43) yang menjadi manusia pertama yang diberikan vaksin potensial untuk virus corona. Pengujian itu dilaksanakan pada tanggal 16 Maret lalu di negara bagian Washington.
Vaksin yang diuji tersebut diberi nama mRNA-1237. Vaksin ini dikembangkan oleh US National Institute of Health (NIH) dan perusahaan bioteknologi Moderna Inc yang berbasis di Massachusstess, Amerika Serikat.
Pada awal April, Inovio Pharmaceuticals, perusahaan lain yang berbasis di AS, mulai menguji vaksin serupa, yang diberi nama kode INO-4800, pada peserta manusia di Philadelphia dan Kansas City, Missouri. Perusahaan yang berbasis di Pennsylvania ini juga bekerja sama dengan para peneliti Cina untuk segera memulai studi serupa di negara tersebut.
Sementara di Cina, vaksin potensial yang dibuat oleh CanSino Biological Inc bersama Beijing Institute of Biotechnology juga berada dalam tahap uji klinis. Vaksin potensial tersebut dapat dikembangbiakan dengan menggunakan virus yang dibunuh atau bagian virus yang memicu sistem kekebalan tubuh untuk membuat antibody (non-replicating viral vector).
Proses pembuatan vaksin corona membutuhkan waktu. Untuk itu, mari bersama-sama mendukung proses yang sedang berlangsung dengan menjalankan rekomendasi kesehatan yang diberikan. Penerapan upaya pencegahan secara baik akan memberikan waktu yang cukup bagi para ilmuan untuk membuat vaksin corona. (har)

