Menteri PPPA: “Bermimpi dan Bercita-Citalah Setinggi-Tingginya!”

Manokwari, medikastar.id

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Yohana Yembise menggelar dialog bersama dengan anak berkebutuhan khusus (ABK) dan kelompok minoritas dari 10 provinsi. Dialog pada Rabu (17/10/18) ini termasuk dalam rangkaian kunjungan kerjanya di Manokwari, Provinsi Papua Barat,

Dialog tersebut merupakan upaya Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) untuk melihat lebih dekat mengenai perlindungan ABK dan kelompok monoritas.

Dalam moment itu, sejumlah ABK menanyakan berbagai hal kepada Yohana. Ada yang bertanya soal cita-cita, kiat menjadi Menteri, hingga keluhan dan pengalaman diskriminasi yang diterima dari teman-teman sebaya. Salah satunya diceritakan oleh Ayu Intan, anak berkebutuhan khusus perwakilan Provinsi Bali.

“Mama Yo (panggilan akrab Yohana), saya dilahirkan oleh ibu saya dalam keadaan seperti ini, tuli. Tapi mama, mengapa saya dijauhi oleh lingkungan saya? Mengapa mereka memperlakukan saya berbeda? Saya sedari kecil merasa tidak diterima. Saya mau bermain dengan teman-teman, tapi mereka tahu saya tuli mereka lalu mengusir saya. Mereka tidak mau bermain dan berteman dengan saya. Saya sedih mama,” ungkap Ayu.

Yohana pada kesempatan itu menyampaikan akan bekerja keras bersama pemerintah untuk menciptakan lingkungan ramah bagi ABK dan kelompok minoritas.

“Kalian semua, anak-anak Indonesia tanpa terkecuali, bebas menentukan masa depan kalian. Bermimpi dan bercita-citalah setinggi-tingginya,” tegas Yohana.

Ia juga meminta masyarakat dan pemerintah daerah mengubah pandangan terhadap ABK dan kelompok minoritas. Agar tercipta lingkungan yang positif dan bebas dari perundungan.

“Perhatian Kemen PPPA terhadap ABK dan kelompok minoritas merupakan salah satu prioritas. Tidak boleh ada satu orang anak pun yang diabaikan haknya dan mendapatkan perlakuan diskriminasi. Tidak ada yang berbeda dari mereka. Mereka sama dengan anak-anak lainnya, punya potensi, perasaan dan harapan untuk menjadi hebat,” ujarnya.

“Masyarakat harus beri akses dan kesempatan yang sama bagi ABK dan kelompok minoritas untuk mengembangkan diri, minat serta mendorong mereka menggapai prestasi. Ini jadi tantangan kita bersama,” lanjut Yohana. (*)

Baca Juga: Perguruan Tinggi Harus Bisa Mencetak Perempuan-Perempuan Pemimpin Bangsa