Kupang, medikastar.id
Pelaksanaan kampanye Imunisasi Measleas Rubella (IMR) di seluruh Indonesia segera berakhir dalam pekan ini. Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) hingga saat ini berada di peringkat 3 nasional, di bawah Provinsi Papua Barat dan Provinsi Bali. Data yang diterima Medika Star dari Dinas kesehatan provinsi NTT, pencapaian cakupan MR NTT berkisar sekitar 84,34 persen. 1.470.409 anak NTT sudah terlindungi dari total sasaran 1.743.359 anak.
Cakupan yang ada saat ini masih berada di bawah target nasional. Target cakupan MR secara nasional sebesar 86,72 persen. Namun, dari data yang ada, terlihat sebagian besar kabupaten/kota telah berada di atas rata-rata cakupan nasional.
Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) menjadi kabupaten dengan cakupan tertinggi saat ini. TTU dengan cakupan 100,91 persen. Diikuti Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) dengan cakupan 92,37 persen dan Kabupaten Sikka pada posisi selanjutnya dengan cakupan sebesar 91,10 persen. Sementara Kota Kupang sendiri berada di posisi 11 dengan cakupan presentasi 84,84 persen.
3 kabupaten dengan cakupan terendah adalah kabupaten Alor (75,47 persen), Kabupaten Manggarai Barat (75,88 persen), dan Kabupten Sabu raijua (76,24 persen).
Informasi yang dihimpun Medika Star, di beberapa sekolah terjadi penundaan vaksin MR, seperti di Kabupaten Ende dan Manggarai Barat. Hal ini terjadi karena terdapat isu-isu anti-vaksin dan lain sebagainya. Inilah yang berdampak pada rendahnya capaian imuniassi MR.
Namun, melihat peristiwa yang ada, Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota bersama MUI terus melakukan pendekatan secara persuasif, sehingga saat ini MR tetap berlangsung. Cara lain yang dilakukan, misalnya di Kota Kupang, pelayanan IMR dilakukan di gereja-gereja. Diadakan pula “Calling Keliling” melalui mobil pusling untuk menyampaikan informasi.
Ermi Ndoen, Healt Officer UNICEF Indonesia kepada Medika Star beberapa saat yang lalu atas nama UNICEF memberi apresiasi kepada pemerintah daerah dalam hal ini Dinas Kesehatan Provinsi hingga tenaga kesehatan di Puseksmas. Menurutnya tenaga puskesmaslah yang menjadi pahlawan utama MR, sehingga mereka perlu diberi apresiasi.
“Salah satu spirit dan motivasi bagi mereka adalah semua anak NTT harus dilindungi dari MR,” ujarnya.
Terkait keberhasilan TTU, Ermi menuturkan bahwa hal ini membuktikan bahwa NTT mampu memberi perlindungan yang maksimal bagi generasi masa depan NTT. Sudah saatnya generasi muda bebas dari ancaman campak dan Rubella.
“Bersama kita bisa. Capaian TTU adalah motivasi bagi NTT,” sambungnya.
Ia mengakui bahwa komitmen, kerjasama, dukungan positif dari pemerintah dan partisipasi masyarakat serta semua elemen, termasuk tokoh agama, tokoh masyarakat dan para orang tua menjadi kunci kesuksesan IMR. (*/DM)
Baca Juga : Jumat Ceria di Kampus Kebidanan dan Gizi Poltekkes Kemenkes Kupang

