Natoni dan Tarian Ma'ekat Warnai Ujian Disertasi Anggota DPRD Asal TTS

Kota Kupang, medikastar.id

Satu lagi anggota DPRD Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) mengikuti ujian terbuka disertasi di Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Kupang, Senin (16/8/2021). Uksam B. Selan yang merupakan Ketua Komisi I DPRD TTS itu berhasil mempertanggungjawabkan disertasinya dengan judul ‘Kontribusi pendidikan karakter bagi generasi milenial di Kabupaten TTS’ dan berhak menyandang gelar akademik doktor.

Ujian promosi doktor itu berlangsung dalam balutan nuansa budaya. Sebelum ujian, para penguji disambut dengan natoni adat, pengalungan selimut serta tarian Ma’ekat. Puluhan warga TTS yang merupakan keluarga besar promovendus Uksam Selan menjalankan tradisi itu sebagai bentuk penghormatan serta upaya pelestarian budaya.

Tidak hanya orang tua, beberapa anak-anak terlihat ikut berpartisipasi sebagai penari. Mereka mengenakan pakaian adat bermotif khas Amanuban dilengkapi destar dan juga pedang. Beberapa ibu pun dengan gesit memainkan gong mengiringi para penari.

Tradisi itu pun dilakukan usai Uksam dinyatakan layak menyandang gelar doktor. Natoni sebagai ucapan selamat datang atau penyambutan juga sebagai ungkapan rasa terima kasih orang Timor.

Uksam Selan saat mempresentasikan hasil penelitiannya menekankan, budaya lisan orang Dawan berperan penting dalam pembentukan karakter. Narasi dalam natoni dinilai memiliki pesan moral yang kuat dan patut ditanamkan bagi generasi milenial.

Pewarisan budaya lisan itu pun sebagai bagian dari upaya melestarikan budaya dan tetap mempertahankan karakter baik generasi milenial ditengah kepungan arus globalisasi saat ini.

“Salah satu contoh, waktu saya kecil itu diajar untuk selalu berbicara sopan saat berbicara dengan orang lain. Ini adalah didikan lisan dari orang tua. Tapi kebiasaan itu hampir hilang sekarang,” kata Uksam.

Menurutnya, budaya dan kearifan lokal harus masuk dalam kurikulum pendidikan. Sebab degradasi karakter milenial masa kini menjadi tanggung jawab bersama, baik Pemerintah, orang tua juga masyarakat.

Pemerintah daerah, melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan dinilai punya peran penting untuk mengakomodir budaya dan kearifan lokal dalam mata pelajaran muatan lokal.

“Budaya dan kearifan lokal harus masuk dalam muatan lokal di Sekolah. Bila perlu setiap Sekolah ada sanggar budaya,” lanjut Uksam.

Rektor IAKN Kupang, Harun Natonis mengatakan, disertasi Uksam Selan merupakan bagian dari mengkritisi diri sendiri. Hal itu dinilai merupakan sesuatu yang positif sebab, tidak mudah untuk mengkritisi diri sendiri.

Harun menyubut, dalam hasil penelitian Uksam Selan itu menyebutkan bahwa degradasi karakter menjadi tanggung jawab Pemerintah sebagai orang tua. Pemerintah yang dimaksud kata Harun adalah penyelenggara Pemerintahan daerah yakni eksekutif juga legislatif.

“Ini sesuatu yang langka karena beliau berani untuk mengkritisi diri sendiri. Kritik ini bertujuan agar tidak mengulangi kesalahan yang pernah dilakukan,” kata Harun.

Menurutnya, hasil penelitian itu mengungkapkan bahwa karakter anak terbentuk dari sikap meniru terhadap apa yang dilakukan oleh orang tua. Karena itu, apabila yang dilakukan orang tua tidak baik, maka tidak heran anak pun akan melakukan demikian.

Hal itu tercermin dalam kehidupan sehari-hari. Sebagai contoh misalnya ada seorang anak yang berbuat sesuatu yang salah, maka yang ditanyakan itu adalah siapa orang tuanya. Karena itu, kata Harun, karakter anak menjadi cerminan karakter orang tua.

“Pemerintah daerah dalam hal ini eksekutif dan legislatif sebagai orang tua jika selalu berselisih, tidak pernah akur maka apa yang harus ditiru oleh anak (masyarakat,red),” ujar Harun.

Dirinya pun menjelaskan, budaya dan kearifan lokal perlu dilestarikan sebagai upaya melawan degradasi karakter generasi milenial saat ini.

Sementara itu, Ketua DPRD Kabupaten TTS, Marcu Buana Mbau mengapresiasi pencapaian dari Uksam Selan. Menurutnya, pengetahuan yang diperoleh saat studi doktroral akan sangat bermanfaat dalam membangun TTS.

Marcu pun tidak memungkiri bahwa pemerintah daerah bertanggungjawab terhadap degradasi karakter anak milenial saat ini. Karena itu, saran yang disampaikan oleh Uksam Selan dalam disertasinya akan ditindaklanjuti.

“Tentunya ini masukan yang baik dan akan kita tindaklanjuti. Kita akan minta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan untuk bisa mengakomodir kearifan lokal dan budaya dalam muatan lokal di Sekolah,” kata Marcu.

Sebelumnya, salah satu anggota DPRD Kabupaten TTS, Marten Tualaka juga berhak menyandang gelar doktor setalah berhasil mempertanggungjawabkan disertasi yang menyoroti kemiskinan di TTS yang secara khusus menyoroti Pemerintah daerah berkontribusi terhadap kemiskinan di TTS. Hal itu tercermin melalui program pemerintah daerah yang dinilai tak mampu mendongkrak ekonomi warga. (joe/*)

Baca juga: Layanan Kesehatan Gratis di Kampung Pemulung Pada HUT RI ke-76