Ngkeros Maksimus: Anggaran yang Disediakan Dinsos Matim Masih Kurang

Borong, MediakaStar.com

Dinas Sosial berperan menangani Penyandang Masalah Kesehatan Sosial (PMKS). Peran ini sejajar dengan dinas kesehatan. Kalau dinas kesehatan mengurus penyakit fisik maka dinas sosial mengurus penyakit sosial seperti kemiskinan, keterlantaran, gangguan jiwa dan kecacatan. Namun, sejauh ini peran Dinas Sosial Kabupaten Manggarai Timur belum terlalu maksimal. Hal itu disebabkan faktor keterbatasan anggaran.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Sosial Kabupaten Manggarai Timur Ngkeros Maksimus kepada medikastar.id, Sabtu (5/1/2019).

“Selama ini, belum terlalu banyak yang kami buat karena anggaran yang disediakan oleh Dinas Sosial Manggarai Timur sangat terbatas sekali. Yang kami buat selama ini lebih banyak mengurus bantuan yang didatangkan dari program-program nasional baik itu BPJS, PKH, rastra, dan bantuan untuk lansia,” tutur Maksimus.

Ia menjelaskan, pada tahun 2017,  Dinas Sosial Manggarai Timur menangani penyakit kejiwaan dengan bekerja sama dengan Panti Rehabilitasi Renjeng Mose yang ada di Ruteng. Pada saat itu, Dinsos Matim menangani sepuluh orang yang mengalami gangguan kejiwaan.

“Tahun 2018 kami sudah tidak kerja sama lagi karena ruangan di Panti Rehabilitasi Renjeng Mose tersebut sangat terbatas,” tuturnya.

Ke depannya, kata dia, Kabupaten Manggarai Timur berupaya memiliki satu panti khusus untuk merawat orang yang mengalami gangguan kejiwaan. Dari data Dinsos Matim, terdapat 974 orang baik itu yang mantan gangguan jiwa maupun yang sedang menderita gangguan jiwa.

“Mereka ini perlu direhabilitasi. Kalau kondisi ini terus dibiarkan bukan tidak mungkin penyakit ini akan terus meningkat dan bertambah setiap tahun. Ke depan kalau bisa dinas sosial akan coba membangun panti untuk merawat khusus orang yang mengalami gangguan mental dan kejiwaan,” ungkapnya.

Selain penyakit gangguan mental dan kejiwaan, di wilayah Kabupaten Manggarai Timur ada juga kasus besar lain yaitu pelecehan seksual.

“Kasus pelecahan seksual untuk tiga kabupaten di Manggarai Raya yang paling banyak kasus adalah Kabupaten Manggarai Timur. Saya sendiri sampai saat ini belum tahu persis. Kira-apa penyebabnya sampai hal ini bisa terjadi,” ungkapnya.

Tahun 2019 ini, Dinsos Manggarai Timur mencoba membangun lembaga kesejahteraan sosial dan membangkitkan karang taruna. Lembaga ini diharapkan bisa melakukan sosialisasi kepada masyarakat tentang kasus pelecehan seksual.

“Paling tidak pemahaman masyarakat berkaitan dengan masalah sosial bisa lebih baik lagi,” kata Maksimus.

Tingkat kemiskinan

Maksimus juga menjelaskan, tingkat kemiskinan di Kabupaten Manggarai Timur sampai saat ini sekitar 27 persen dengan jumlah keluarga miskin kurang lebih 17.000 keluarga.

Untuk bisa menjawab persoalan kemiskinan di Kabupaten Manggarai Timur,  Dinsos Matim sedang menjalin kerja sama dengan pihak Provinsi NTT. Dinsos Matim juga berupaya membentuk kelompok usaha bersama. Kepada kelompok ini akan diberi modal untuk bisa membantu meningkatkan perekonomiannya.

Pengambilan data kemiskinan, jelas Maksimus, memiliki dua cara yaitu data satatistik dan data sosial. Dasar ukur data statistik adalah daya beli masyarakat sedangkan data sosial adalah nama, alamat, dan dengan melihat kondisi  keadaan rumah tangganya, seperti kondisi rumah, tingkat pendidikan, kondisi makan minum.

Maksimus berharap, ke depannya Dinas Sosial Kabupaten Manggarai Timur bisa menangani persoalan-persoalan sosial ini lebih baik dan lebih maksimal lagi. (Mulia Donan)

Baca juga: Diperkirakan 1.200 Umat Kristiani akan Hadir di Perayaan Natal Oikumene Tingkat Provinsi NTT