Pandemi Sering Sebabkan Konflik? Atasilah dengan Empat Gaya Ini

medikastar.id

Pandemi Covid-19 yang terjadi di sepanjang tahun 2020 tentunya telah mendatangkan berbagai macam kerugian bagi banyak orang. Situasi sulit yang dialami terkadang dapat memicu datangnya konflik dalam kehidupan berkeluarga, bertetangga, pertemanan, dan lain sebagainya.

Jika tidak diatasi dengan cara yang tepat, konflik yang ada dapat memicu rusaknya hubungan antar sesama. Selain itu, masalah juga dapat mendatangkan stres dan depresi sehingga berpengaruh pula pada kondisi kesehatan dari orang yang mengalaminya. Karena itu simaklah empat gaya yang dapat dipakai untuk mengatasi konflik akibat efek pandemi berikut.

Gaya Bersaing

Gaya bersaing merupakan upaya penanganan konflik dengan tingkat ketegasan yang sangat tinggi. Kendati demikian, gaya ini memiliki tingkat kerjasama yang rendah.

Pihak yang merasa dirinya benar atau yang memiliki dominasi dalam suatu konflik dapat memaksa kehendaknya. Langkah tersebut tentunya harus dilakukan dengan cara yang positif untuk menyelesaikan suatu konflik. Dalam gaya penyelesaian ini bisa terlihat bahwa akan ada pihak yang kalah dan pihak yang menang.

Gaya Kolaborasi

Gaya kolaborasi merupakan upaya penanganan konflik dengan tingkat ketegasan dan kerjasama yang seimbang atau sama-sama tinggi. Dalam gaya ini, kedua pihak yang berkonflik menganggap bahwa konflik tersebut harus diselesaikan secara bersama-sama.

Semua pihak akan bersama menyalurkan pemikirannya dan merumuskan suatu strategi pemecahan masalah beredasarkan hasil kolaborasi pemikiran mereka. Dengan kata lain, gaya penyelesaian konflik ini mengutamakan aspek musyawarah mufakat.

Gaya Menghindar

Gaya menghindar merupakan cara penanganan konflik dengan tingkat ketegasan dan kerjasama yang sama-sama rendah. Salah satu atau kedua belah pihak biasanya tidak tertarik atau tidak memiliki kemauan dalam menyelesaikan suatu konflik.

Hal tersebut mengakibatkan tindakan menghindar dapat terasa seperti suatu zona yang nyaman bagi pengguna gaya ini. Gaya menghindar juga dapat diterapkan dalam rangka menunda sementara penyelesaian konflik. Tujuannya demi menunggu kondisi atau situasi yang benar-benar tepat dan kondusif untuk menjalankan penyelesaian konflik tersebut.

Gaya Akomodasi

Gaya akomodasi merupakan upaya penanganan konflik dengan tingkat ketegasan yang rendah dan tingkat kerjasama yang tinggi. Dalam gaya ini, salah satu pihak sadar bahwa pihak yang lain memiliki solusi yang lebih baik. Dirinya pun akan selalu ingin menghindari konflik secara berlarut dengan cara mengalah.

Gaya-gaya penanganan konflik tersebut dapat disesuaikan dengan situasi dan kondisi yang sedang terjadi. Dalam menyelesaikan konflik dibutuhkan kebijaksanaan dan kerendahan hati serta kondisi saling menghargai antar sesama.

Dengan mengetahui cara menangani konflik, kita dapat mengelola konflik yang ada dengan cara yang tepat, sehingga konflik tersebut tidak berdampak buruk, namun menghasilkan efek yang positif. Lantas, manakah gaya penanganan konflik yang akan anda terapkan? (har/kaswan)

Baca juga: 4 Cara Sederhana Mengatasinya Stres di Masa Pandemi

Terima Kasih untuk Seluruh Tenaga Kesehatan di NTT