Pelaku Perjalanan Perlu Karantina Mandiri Selama 5×24 Jam

medikastar.id

Masyarakat yang baru saja kembali dari bepergian diingatkan agar melakukan karantina mandiri selama 5×24 jam sebagai bentuk tanggung jawab terhadap orang-orang di sekitarnya. Hal tersebut dikatakan oleh Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof. Wiku Adisasmito.

Prof. Wiku mengungkapkan bahwa setiap adanya momentum libur panjang, dampak yang ditimbulkan baru terlihat pada 2-3 minggu setelahnya. Saat ini data perkembangan belum menunjukkan dampak dari adanya libur dan kegiatan mudik lebaran. Oleh karena itu, dirinya berharap agar momentum lebaran Idul Fitri 1442 H dan adanya libur panjang tidak menimbulkan lonjakan kasus covid-19.

Ia juga berharap agar semua pihak tidak terlena meskipun perkembangan minggu lalu pada kasus positif dan kematian menunjukkan penurunanan.

“Terutama bagi kantor-kantor yang pegawainya melakukan perjalanan antar batas daerah selama lebaran dan libur Idul Fitri. Agar mewajibkan pegawainya melakukan karantina mandiri sebelum kembali ke kantor,” tegas Prof. Wiku.

Untuk efektifitasnya, seluruh posko desa dan kelurahan diminta memantau masyarakat yang melakukan perjalanan agar melaksanakan karantina mandiri selama 5 x 24 jam. Hal ini perlu menjadi perhatian agar masyarakat dan penanganan di wilayahnya masing-masing berjalan optimal.

Sementara itu, di NTT, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTT, dr. Messerassi BV Ataupah mengungkapkan bahwa anak-anak muda di NTT memiliki potensi besar sebagai pembawa Covid-19 bagi orang tua.

Menurutnya, anak-anak muda memiliki kebiasaan untuk keluar rumah dan berkumpul bersama teman-temannya. Ketika mereka kembali ke rumah, tanpa sadar mereka telah membawa covid-19 untuk orang tua yang berada di rumah.

“Ini yang kita agak kesulitan sekarang, bagaimana menjaga agar anak-anak muda kita tetap patuh terhadap protokoler kesehatan,” katanya.

Oleh karena itu, diharapkan agar anak-anak muda dan anak-anak remaja perlu dibiasakan untuk memakai masker, mencuci tangan, dan juga menghindari kerumunan. Dengan menjalankan protocol kesehatan, anak-anak muda tidak saja melindungi diri mereka, tetapi juga melindungi orang tua yang berada di rumah. (*/Red)

Video: EKSLUSIF!! Kadis Kesehatan NTT | Haruskah Kita Bersahabat dengan Covid-19?