Pelatihan BCLS & ACLS, Tenaga Kesehatan Diminta untuk Miliki Komitmen Melayani

Kota Kupang, medikstar.com

Penyakit jantung saat ini menjadi penyebab kematian nomor 1 di dunia. Data Riskesdas tahun 2018 menunjukan bahwa di Provinsi NTT, prevalensi nasional penyakit jantung berdasarkan diagnosis tenaga kesehatan dan gejala mencapai angka 0,7 persen. Penyakit ini bisa menyerang siapa saja dengan gejala yang sulit didiagnosa secara pasti oleh dokter. Tak jarang penyakit ini sering disebut sebagai “the silent killer.”

Sebagai salah satu langkah penting yang dapat diambil untuk mengurangi keterlambatan penanganan kejadian henti jantung ini, Dinas Kesehatan Kota Kupang menggelar Pelatihan BCLS dan ACLS bagi tenaga kesehatan yang ada di 11 Puskesmas dan juga yang bekerja di Brigade Kupang Sehat (BKS).

Pelatihan BCLS dan ACLS yang digelar di Hotel Neo sejak 22 hingga 26 Oktober 2019 ini bertujuan untuk membekali para tenaga medis dengan pemahaman mengenai bantuan hidup jantung dasar dan lanjutan sehingga mereka dapat memberikan pelayanan secara efisien terhadap diagnosis terkait dengan kasus jantung dan kasus-kasus kegawatdaruratan di Kota Kupang. 

drg. Retnowati, Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kota Kupang saat membuka acara tersebut secara resmi menegaskan bahwa tenaga kesehatan yang ada di fasilitas kesehatan di Kota Kupang harus memiliki komitmen yang kuat dalam diri untuk memberikan pelayanan kesehatan bagi sesama.

“Tenaga kesehatan harus memiliki sikap empati dan memiliki komitmen dalam diri untuk melayani serta harus rela berkorban,” pesan drg. Retnowati yang saat itu didampingi oleh Kabid P2P Dinkes Kota Kupang, Sri Wahyuningsih, S.KM,M.Kes.

Terkait pelatihan BCLS dan ACLS, Ia menuturkan bahwa pelatihan tersebut merupakan kegiatan yang sangat bermanfaat bagi para tenaga kesehatan sehingga diharapkan agar para peserta dapat mengikuti kegiatan ini dengan sebaik mungkin.

“Tidak semua orang bisa memperoleh kesempatan untuk mengikuti kegiatan ini sehingga saya berharap agar pelatihan ini dapat menjadi tambahan ilmu yang luar biasa bagi semuanya. Yang paling penting ialah bagaimana ilmu ini dapat memberikan kontribusi bagi masyarakat terutama dalam pelayanan kesehatan,” katanya.

Dirinya juga menjelaskan bahwa BKS hadir di Kota Kupang untuk ‘menjemput bola’, meningkatkan akses pelayanan, dan juga kecepatan pelayanan, khususnya dalam kasus-kasus gawatdarurat, termasuk kasus jantung. Oleh karenanya, tim BKS sangat perlu untuk dibekali dengan pelatihan-pelatihan yang dapat meningkatkan kompetensi mereka dalam menangani kasus-kasus gawat darurat.

Lebih jauh, drg. Retnowati kepada awak media menjelaskan bahwa gaya hidup dan pola makan sangat menentukan derajat kesehatan seseorang. Gaya hidup yang tidak sehat serta pola makan yang kurang baik dapat menjadi penyebab timbulnya penyakit seperti hipertensi, stroke, jatung, dan beberapa lainnya. Untuk itu, diharapkan agar masyarakat dapat menjalani pola hidup yang sehat, mengatur pola makan secara baik, serta selalu melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala.

Terpantau Pelatihan BCLS ini diikuti oleh  30 Orang Perawat dari 11 Puskesmas yang ada di Kota Kupang dan juga di BKS. Sementara pelatihan ACLS diikuti oleh 35 Orang Dokter dan Perawat yang telah lulus BCLS. Narasumber dalam pelatihan ini dari berasal dari PERKI, antara lain dr. Leonora, Sp.JP; dr. Magma, Sp.JP; dr. Ika, Sp.JP; dr. Emile, Sp.JP; Aris Nurrahman, dan Cucun Wahudin. (*/red)

Baca Juga: Peringati Dies Natalis ke-10, Stikes Maranatha Gelar Penyuluhan Penyakit Hepatitis di Panti Asuhan Aisyiyah