Kota Kupang, medikastar.id
Mengangkat tema besar, “Tantangan dan Peluang dalam Pelayanan Kefarmasian di Era Revolusi Industri 4.0,” Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) Provinsi NTT akan menggelar Rapat Kerja Daerah (Rakerda), Musyawara Daerah (Musda), dan Pekan Ilmiah Tahunan (PIT) IAI. Kegiatan ini akan terselenggara selama 3 hari, sejak 20 hingga 22 September 2019 mendatang di Waikabubak, Sumba Barat.
Salah satu agenda penting yang juga akan dilaksanakan dalam kegiatan tersebut ialah training of trainer atau Pelatihan Kredensialing bagi Apoteker. Difasilitasi oleh Pengurus Daerah IAI NTT, Pelatihan Kredensialing bagi Apoteker ini diselenggarakan secara langsung oleh IAI Pusat dengan menghadirkan Pengurus Pusat Ikatan Apoteker Indonesia dan juga Majelis Etika dan Disiplin Apoteker Daerah NTT sebagai pembicara. Semua rumah sakit di NTT diharapkan berpartisipasi mengirimkan perwakilan apotekernya untuk mengikuti kegiatan tersebut. Panitia Rakerda, Musda, dan PIT Pengurus Daerah IAI NTT juga telah mengirim surat perihal ini kepada semua direktur rumah sakit.
Dalam Term of Reference yang diterima oleh media ini, dijelaskan mengenai pentingnya kredensial apoteker. Bahwa proses kredensial apoteker merupakan proses evaluasi yang dilakukan oleh rumah sakit terhadap apoteker untuk menentukan apakah yang bersangkutan layak diberi penugasan klinis dan kewenangan klinis, sebagai dasar menjalankan praktek kefarmasian tertentu dalam lingkungan rumah sakit untuk suatu periode tertentu. Hal ini merupakan salah satu tuntutan dalam akreditasi Rumah Sakit.
Namun sayangnya, hingga saat ini, belum ada satupun apoteker di NTT yang kompeten melakukan kredensialing di rumah sakit. Oleh karenanya, sangat penting dilakukan Training of Trainer Atau Pelatihan Kredensialing agar para apoteker yang berpraktek di rumah sakit dapat menjadi apoteker yang kompeten melakukan kredensialing di rumah sakitnya masing-masing serta menjadi tim Mitra Bestari yang akan menjadi utusan pengurus daerah IAI untuk melakukan kredensialing kepada sejawat apoteker di rumah sakitnya sendiri maupun rumah sakit lain sesuai permintaan instansi rumah sakit.

Hal ini berkaitan dengan Surat Keputusan PP IAI No:PO.006/PP.IAI/1418/IX/2017 tentang Peraturan Organisasi tentang Kredensial Apoteker Ikatan Apoteker Indonesia yang mengamanatkan kepada seluruh Pengurus Daerah untuk membentuk Mitra Bestari.
Terkait hal ini, Ketua IAI NTT, Frama El Lefiyana Pollo, S.Si.,M.Sc.,A.Pt, Selasa (23/07/19) menjelaskan bahwa training of trainer atau pelatihan kredensialing apoteker tersebut merupakan pelatihan yang digelar oleh pengurus pusat IAI, sehingga peserta dalam pelatihan ini akan mendapat sertifikat sebagai asesor yang dikeluarkan langsung dari pengurus pusat IAI.
Pelatihan kredensialing apoteker ini, lanjutnya, akan menghasilkan 3 output. Pertama, menghasilkan apoteker di rumah sakit yang sudah terlatih melakukan kredensial di rumah sakit masing-masing. Kedua, tersertifikasinya apoteker rumah sakit peserta Training of trainer atau pelatihan kredensial oleh Pengurus Pusat IAI sebagai asesor. Ketiga, terbentuknya Tim Mitra Bestari Pengurus Daerah IAI NTT yang dapat memfasilitasi setiap permintaan kredensial dari rumah sakit di NTT.
“Sampai saat ini kami di NTT belum memiliki asesor, padahal salah satu tuntutan dalam akreditasi rumah sakit ialah bahwa harus ada asesor kredensialing di rumah sakit untuk memastikan bahwa apoteker-apoteker yang berpraktek di rumah sakit memang layak melakukan pekerjaan-pekerjaan klinis di rumah sakit,” katanya.
Melalui pelatihan ini, lanjut Frama, setelah tersertifikasinya apoteker rumah sakit sebagai asesor, pihaknya akan langsung membentuk Tim Mitra Bestari yang dapat memfasilitasi setiap permintaan kredensial dari rumah sakit di NTT.

Mengingat pentingnya kegiatan tersebut, khususnya dalam kaitannya dengan akreditasi rumah sakit, Frama mengajak seluruh rumah sakit di NTT agar berpartisipasi mengirimkan minimal satu atau lebih apoteker yang memiliki pangkat atau golongan tertinggi atau kepala instalasi rumah sakit untuk mengikuti pelatihan ini.
“Harapannya ialah agar semua rumah sakit mengirimkan apotekernya, sehingga masing-masing rumah sakit akan memiliki asesor yang sudah tersertifikasi, sebab kalau asesornya hanya ada di Kupang, maka teman-teman di daerahlah yang akan mendapatkan kesulitan. Selanjutnya, apabila sudah ada asesor di setiap rumah sakit, maka kita akan membentuk tim per wilayah, sehingga kebutuhan rumah sakit akan difasilitasi oleh tim di wilayah tersebut,” katanya menjelaskan.
Frama juga mengatakan bahwa pelatihan ini merupakan pelatihan pertama yang digelar di NTT, mengingat selama ini pelatihan semacam ini lebih banyak dilaksanakan di kota-kota besar di Indonesia. Pihaknya menyelenggarakan kegiatan tersebut di Waikabubak, Sumba Barat demi mendekatkan diri dengan semua cabang IAI yang ada di daerah. Jika tahun ini kegiatan dilaksanakan di pulau Sumba, maka tahun berikutnya, kegiatan serupa akan dilaksanakan di daerah lainnya.
Lebih jauh, sebagaimana diberitakan oleh media ini sebelumnya, Rakerda, Musda, dan PIT Pengurus Daerah IAI NTT ini akan digelar dalam balutan budaya dan pariwisata. Selain sejumlah issu menarik yang akan dibahas, terutama berkaitan dengan tantangan dan peluang dalam pelayanan kefarmasian di era revolusi industri 4.0, para peserta kegiatan juga akan menikmati gelaran budaya dan juga wisata ke spot-spot pariwisata di Pulau Sumba. Selain itu digelar pula workshop kewirausahaan, usaha kecil menengah, lomba karya tulis dan poster ilmiah, lomba foto.
Selain fasilitas yang sudah lengkap tersedia bagi peserta, para peserta juga berhak mendapatkan Satuan Kredit Profesi, yakni sebesar 25 SKP IAI dan 3 SKP PAFI dan hadiah dengan total jutaan rupiah bagi para pemenang berbagai perlombaan yang digelar. (*/red)
Baca Juga: IAI NTT akan Gelar Rakerda, Musda & PIT Bernuansa Budaya & Pariwisata!
*Untuk mereka yang tertarik mengikuti kegiatan ini dan mendapatkan segala manfaat lebih dari kegiatan ini dapat klik link di bawah untuk terhubung langsung dengan panitian kegiatan:
- Ingin Daftar untuk Mengikuti Rakerda, Musda, dan PIT
- Ingin Daftar untuk mengikuti Rakerda, Musda, dan PIT

