Kota Kupang, medikastar.id
Wakil Wali Kota Kupang, dr. Hermanus Man menegaskan bahwa pasien 01 terkonfirmasi positif covid-19 di Provinsi NTT bukan merupakan warga Kota Kupang.
“Di Kota Kupang, dari laporan yang ada bahwa ada 2 PDP dan 1 pasien positif covid-19. Saya perlu tekankan bahwa 3 kasus ini bukan warga Kota Kupang, supaya jangan menimbulkan keresahan bagi masyarakat Kota Kupang. 2 PDP itu bukan warga Kota Kupang dan 1 yang positif itu juga bukan warga Kota Kupang,” katanya kepada awak media, Jumat (10/04/20) malam di ruangan Biro Humas dan Protokol Setda NTT.
Herman saat itu didampingi oleh juru bicara gugus tugas percepatan penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) NTT yang juga Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT, Dr. Jelamu Ardu Marius, M.Si dan juga dr. Teda Litik.
“Tetapi bahwa dampaknya sekarang di Kota Kupang, yakni penderita yang positif (covid-19) ini berhubungan dengan masyarakat di Kota Kupang, berinteraksi di Kota Kupang,” lanjut Herman.
Oleh karena itu, Ia mengatakan bahwa salah satu tugas dalam kaitannya dengan kesehatan masyarakat ialah bahwa pemerintah Kota Kupang akan melakukan contact tracing demi mengikuti dan mencari tahu siapa saja yang telah berkontak dengan pasien yang terkonfirmasi positif covid-19 tersebut.
Pemerintah Kota Kupang tengah melacak dengan siapa, di mana, dan kapan pasien terkonfirmasi positif covid-19 tersebut berkontak sejak tanggal 22 Maret hingga tanggal 9 Maret.
“Contoh, tanggal 22 Maret dia tiba di Kota Kupang, sopir taksi siapa yang dia pakai. Kalau dia dijemput oleh keluarga, siapa yang menjemput. Kemudian dia dibawa ke rumah keluarga, maka siapa-siapa saja di rumah keluarga yang berhubugan dengan dia. Jika ada temannya, maka itu juga akan dicatat,” sambung Herman.
Selain itu, pemerintah Kota Kupang juga tengah mencari tahu siapa petugas kesehatan yang berhubungan dengan pasien pada tanggal 27 Maret ketika yang bersangkutan melakukan tes di Rumah Sakit.
“Kita akan catat supaya nanti kita tes,” tegas Herman.
Video Suara Rakyat Kecil: Mari Bersatu Perangi Virus Corona (Covid-19):
[embedyt] https://www.youtube.com/watch?v=i7ChigsR1-A[/embedyt]Lebih lanjut, dikatakan olehnya bahwa pemerintah Kota Kupang juga mencari tahu siapa saja yang berkontak dengan pasien 01 tersebut dari tanggal 28 Maret hingga tanggal 8 April.
“Menurut data sementara, pada tanggal 30 atau 31 dia merayakan HUT. Kita akan data semua,” katanya.
Kemudian, lanjut Herman, pada tanggal 9 April, yang bersangkutan berkontak dengan temannya, dengan anggotan TNI, belanja ke toko HP, ke Namosain, dan sempat makan di sebuah warung. Semua yang berkontak dengan pasien di hari tersebut akan didata.
“Prinsipnya semua yang berkontak dengan dia. Data sementara yang saya perkirakan dengan tim, kira-kira sekitar 50-60 kontak. Yang sudah ada di tangan saya ada 15 orang. Bahkan termasuk 1 kontak yang sudah kembali ke daerahnya (Alor-red). 10 menit lalu sudah saya kontak dengan bupati Alor supaya ditracing orangnya, jangan sampai menjadi sumber penularan,” tutur Herman.
Herman mengatakan bahwa saat ini pihaknya mendapat dukungan dari Kodim yang mana semua anggota TNI yang terlibat kontak dengan pasien sudah dirapid tes oleh satuannya sendiri.
“Stok rapid tes di kota ini hanya 40 sehingga saya minta ke Sekda NTT untuk ditambah 100. Karena malam ini sudah mulai dites. Malam ini ada 5 orang dites, hasilnya belum dilaporkan. Yang menarik dari 5 ini ialah bahwa 2 orang yang tercatat namun ada 3 orang yang datang sukarela untuk dites juga,” kata Hermanus.
“Oleh karena itu saya menghimbau warga Kota Kupang yang pernah berkontak dengan pasien ini untuk datang dengan sukarela ke dinas kesehatan atau ke rumah sakit,” ajak Herman.
Lebih jauh, Ia juga menghimbau seluruh tenaga kesehatan di Kota Kupang, termasuk para petugas pemerintah dari camat hingga para ketua RT/RW agar memiliki sense of crisis. Sense of crisis yang dimaksud, pertama, semuanya diharapkan memahami protokol pengobatan. Kedua, bertindak cepat dan tepat. Ketiga, profesional. Keempat keterbukaan informasi.
“Sebagai pemerintah Kota Kupang saya menghimbau warga Kota Kupang untuk tetap tenang dan tidak perlu panik. Pemerintah kota sampai hari ini sudah sangat siap untuk menangani kasus ini,” kata Herman.
Herman juga meminta seluruh warga Kota Kupang agar wajib menggunakan masker apabila keluar rumah, menghindari kerumunan, dan keluar rumah untuk keperluan khusus saja misalnya untuk bekerja atau membeli kebutuhan pokok.
“Warga Kota Kupang juga saya minta untuk jaga perilaku hidup bersih dan sehat. Cuci tangan dan konsumsi makanan yang bergizi,” tutup Hermanus. (*/red)

