Pengurus Hipercci NTT Resmi Dilantik

Kota Kupang, medikastar.id

Pengurus Himpunan Perawat Critical Care Indonesia (Hipercci) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) periode 2019-2024 resmi dilantik oleh DPP Hipercci dan DPW PPNI Provinsi NTT. Pelantikan tersebut digelar pada Minggu (05/05/19) di Hotel Swiss Bell bersamaan dengan seminar keperawatan yang mengangkat tema, “Strategi dalam Menurunkan Angka Kematian dengan Menggunakan EWS dan Code Blue System.”

Hadir sebagai narasumber dalam seminar tersebut, Aliana Dewi, S.Kep,M.N, Ketua DPP Hipercci; Ns. Bambang Herwansyah, S.Kep, Ketua Bidang Organisasi DPP Hipercci; dr. Budi Yulianto Sarim, Sp.An, KAO dari Perdatin NTT. Selain itu, materi juga dibawakan oleh Aemilianus Mau, S.Kep, Ns, M.Kep, Ketua DPW PPNI NTT dan Sri Hanna Wijiati, A.Md.Kep, Ketua Hipercci NTT.

Ketua Hipercci NTT, Sri Hanna Wijiati, A.Md.Kep kepada media ini menjelaskan bahwa Hipercci merupakan sebuah organisasi yang terdiri atas perawat yang bekerja di bagian-bagian kritis di fasilitas kesehatan seperti di bagian ICU (Intensive Care Unit), ICCU (Intensif Coronary Care Unit), NICU (Neonatal Intensive Care Unit), PICU (Pediatric Intensive Care Unit), dan juga HCU ( High Care Unit).

“Untuk Hipercci NTT sendiri, kita melakukan kongres di tanggal 6 April bulan lalu dan setelah itu di tanggal 5 Mei ini kami resmi dilantik oleh DPP Pusat dan DPW PPNI NTT,” tutur Hanna.

Klik untuk pesan Apple Crunchy Cake-Nita’s Cake

Dengan adanya pelantikan pengurus tersebut, dirinya berharap agar ke depan Hipercci bisa menyamakan persepsi di antara para anggotanya sehingga semuanya dapat memberikan pelayanan yang sama antar sesama ruangan ICU, ICCU, HCU, dan sebagaianya.

“Di NTT ada 17 rumah sakit yang memiliki fasilitas tersebut, sehingga kita harapkan ke depan tidak ada lagi perbedaan pelayanan, sebab semua pasien memiliki hak yang sama dengan SPO yang sama,” katanya.

Menurutnya, minimal semua perawat yang bekerja pada bagian-bagian kritis tersebut sudah memiliki kompetensi dasar atau bahkan intermediate atau advance. Sebab miris bahwa tidak semua perawat yang bekerja pada bagian-bagain kritis itu berbekal sertifikat kompetensi dasar.

“Apalagi kalau kita berharap yang muluk-muluk setingkat intermediate atau advance. Sehingga ke depan kita akan menggelar pelatihan-pelatihan, sehingga paling tidak semua memiliki kompetensi yang sama. Dengan kita memiliki kompetensi yang sama, pikiran yang sama, maka otomatis kita memiliki pelayanan yang sama sehingga SPO yang dilakukan pun sama,” jelasnya.

Lebih jauh, terkait seminar yang digelar, Hanna mengatakan bahwa salah satu maksud digelarnya seminar tersebut ialah agar para peserta yang hadir dapat mengetahui bahwa Hipercci telah ada di NTT.

“Ternyata peserta yang hadir di luar ekspektasi kami. Tercatat 691 orang yang hadir. Ini membuat kami melihat bahwa ternyata kehadiran Hipercci ini disambut oleh teman-teman seprofesi dengan antusiasme yang tinggi, baik itu dari puskesmas, rumah sakit maupun yang datang dari luar pulau,” katanya.

Pantauan media ini, gelaran seminar ini berlangsung semarak. Dalam seminar ini, selain memperoleh pengetahuan yang baru dari para narasumber, peserta juga memperoleh sejumlah doorprize dari panitia. (*/red)

Baca Juga: DPD PPNI Kota Kupang Akan Gelar Seminar Keperawatan

Video:

Ini Ragam Keunggulan Stikes Maranatha Kupang

[embedyt] https://www.youtube.com/watch?v=7nPobkWuGfM[/embedyt]