Pentingnya Asi Eksklusif

Oleh: dr. Joy Aprianis Haning (UPTD Puskesmas Sonimanu, Kabupaten Rote Ndao)

Status gizi dan kesehatan anak sangat tergantung dari nutrisi yang diberikan oleh orang tua. Kecukupan nutrisi dapat diketahui dengan melihat pertumbuhan dan perkembangan anak. Nutrisi yang penting diberikan pada bayi yatu ASI (Air Susu Ibu). ASI adalah air susu yang dihasilkan oleh ibu dan mengandung semua zat gizi yang diperlukan oleh bayi. ASI merupakan makanan bayi yang paling sempurna, praktis, murah dan bersih karena langsung diminum dari payudara ibu.

Pemberian ASI Ekslusif yaitu bayi hanya diberikan ASI saja, tanpa ada cairan tambahan seperti susu formula, air jeruk, madu, air teh, air putih dan tanpa tambahan makanan padat seperti, pisang, pepaya, bubur susu, biskuit, bubur nasi dan tim, selama 6 bulan. Rekomendasi oleh United Nation Children’s Fund (UNICEF) Bersama World Health Organisation (WHO) dan banyak negara lainnya menetapkan jangka waktu pemberian ASI Ekslusif selama 6 bulan. Hal ini dikarenakan pemberian makanan pada usia terlalu dini memberikan efek negatif pada bayi dan dapat mengganggu pemberian ASI ekslusif serta dapat meningkatkan angka kesakitan pada bayi.

Dalam kehidupan sehari-hari, sering ditemukan keadaan dimana ibu-ibu jarang memberikan ASI eksklusif kepada bayinya karena kurangnya pemahaman ibu dan keluarga tentang pentingnya ASI Eksklusif. Oleh karena itu, informasi tentang pentingnya ASI eksklusif ini dibuat agar ibu menyadari tentang manfaat ASI Eksklusif dan mendapat dukungan dari keluarga untuk meningkatkan pemberian ASI eksklusif pada bayi.   

dr. Joy Aprianis Haning

Komposisi ASI dibagi menjadi tiga yaitu kolustrum, ASI masa transisi, dan ASI matur.

  • Kolustrum keluar di hari ke-1 sampai ke-3 kelahiran bayi, berwarna kekuningan, dan kental kolustrum mengandung antibodi lebih tinggi daripada ASI matur. Kandungan gizi antara lain protein 8.5 %, lemak 2.5 %, sedikit karbohidrat 3.5%, garam dan mineral 0.4%, 85.1%.
  • ASI masa transisi, keluar dari hari ke-4 sampai hari ke – 10 masa kelahiran bayi. Kadar protein semakin rendah sedangkan kadar lemak, karbohidrat semakin tinggi, dan volume meningkat.
  • ASI matur, keluar dari hari ke – 10 sampai seterusnya. Kadar karbohidrat ASI relatif stabil. Komponen laktosa (karbohidrat) adalah kandungan utama dalam ASI sebagai sumber energi otak.

Dengan memberikan ASI Ekslusif akan membawa banyak sekali manfaat bagi ibu dan bayi di antaranya yaitu:

Manfaat ASI bagi bayi

1. Sebagai nutrisi lengkap

ASI Memiliki komposisi lemak, karbohidrat, kalori, protein dan vitamin yang lengkap. Dengan tatalaksana menyusui yang benar, ASI sebagai makanan tunggal akan cukup memenuhi kebutuhan tumbuh bayi normal sampai usia 6 bulan

2. Meningkatan daya tahan tubuh

Bayi yang mendapat ASI eksklusif akan lebih sehat dan lebih jarang sakit karena ASI mengandung berbagai zat kekebalan tubuh dari ibu yang dapat melindungi bayi dari berbagai penyakit.

3. Meningkatkan kecerdasan

ASI mengandung nutrien khusus yaitu taurin, laktosa dan asam lemak ikatan panjang (DHA, AHA, omega-3, omega-6) yang diperlukan otak bayi agar tumbuh optimal. Nutrien tersebut tidak ada atau sedikit sekali terdapat pada susu sapi. Oleh karena itu, pertumbuhan otak bayi yang diberi ASI eksklusif selama 6 bulan akan optimal.

4. Terjalin kasih sayang

Perasaan terlindung dan disayangi pada saat bayi disusui menjadi dasar perkembangan emosi bayi dan membentuk kepribadian yang percaya diri dan dasar spiritual yang baik.

5. Mudah dicerna dan diserap

Protein utama ASI adalah whey (mudah dicerna), sedangkan protein utama susu sapi adalah kasein (sukar dicerna). Rasio whey dan kasein dalam ASI adalah 60:40, sedangkan dalam susu sapi rasionya 20:80. ASI tentu lebih menguntungkan bayi, karena whey lebih mudah dicerna dibanding kasein.

6. Perlindungan terhadap alergi

ASI mengandung alfa-laktalbumin, sedangkan susu sapi mengandung lactoglobulin dan bovine serum albumin yang sering menyebabkan alergi. Selain itu, pemberian ASI eksklusif dapat menghindarkan bayi dari alergen karena setelah 6 bulan usus bayi mulai matang dan bersifat lebih protektif.

Manfaat menyusui bagi ibu

1. Membantu menunda kehamilan (KB alami)

Selama ibu memberi ASI eksklusif dan belum haid, 98% tidak hamil pada 6 bulan pertama setelah melahirkan dan 96% tidak hamil sampai bayi berusia 12 bulan.

2. Mengurangi resiko perdarahan setelah melahirkan

Menyusui bayi setelah melahirkan akan menurunkan resiko perdarahan setelah melahirkan, karena pada ibu menyusui peningkatan kadar oksitosin menyebabkan vasokontriksi pembuluh darah sehingga perdarahan akan lebih cepat berhenti. Hal ini akan menurunkan angka kematian ibu melahirkan.

3. Mengecilkan rahim

Kadar oksitosin ibu menyusui yang meningkat akan sangat membantu rahim kembali ke ukuran sebelum hamil.

4. Ibu lebih cepat langsing kembali

Oleh karena menyusui memerlukan energi maka tubuh akan mengambilnya dari lemak yang tertimbun selama hamil.

5. Lebih ekonomis dan hemat

Dengan memberi ASI berarti menghemat pengeluaran untuk susu formula dan perlengkapan menyusui. Selain itu, pemberian ASI juga menghemat pengeluaran untuk berobat bayi karena bayi jarang sakit.

6. Tidak merepotkan dan hemat waktu

ASI dapat segera diberikan tanpa harus menyiapkan atau memasak air, tanpa harus mencuci botol, dan tanpa menunggu agar suhunya sesuai.

7. Memberikan kepuasan ibu karena kebutuhan bayi dapat dipenuhi

Saat menyusui, tubuh ibu melepaskan hormon-hormon seperti oksitosin dan prolaktin yang dapat memberikan perasaan rileks/santai dan membuat ibu merasa lebih puas merawat bayinya.

8. Mengurangi kemungkinan menderita kanker

Pada umumnya bila wanita dapat menyusui sampai bayi berumur 2 tahun, diduga akan menurunkan angka kejadian kanker payudara dan kanker ovarium.

Untuk menghasilkan ASI dengan kualitas yang baik ibu membutuhkan makanan sehat dan bergizi. Makanan diperlukan dengan gizi seimbang dan beragam makanan terutama sayuran berwarna hijau, makanan mengandung kalsium dan zat besi.

Dengan memberikan ASI Eksklusif selama 6 bulan tentunya akan memberikan banyak sekali manfaat bagi bayi dan ibu. Perlunya dukungan dan peran serta suami dan keluarga untuk tetap setia memotivasi ibu dalam pemberian ASI Eksklusif. Sehingga akan meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan anak-anak yang nantinya akan menjadi generasi penerus bangsa.(*)

Referensi:

  • World Health Organisation (WHO). 2015. Up to what age can a baby stay well nourished by just being breasfed?
  • Brennan,D. WebMD. 2019. Breastfeeding Overview.
  • NHS Choices UK. 2020. Health A – Z. Your Pregnancy and baby guide. Benefits of breastfeeding.
  • Republik Indonesia. 2012. Peraturan Pemerintah nomor 33 tahun 2012 tentang pemberian Air Susu Ibu Eksklusif. Jakarta: Sekretariat Negara RI.
  • Mufdlilah. 2017 Buku Pedoman Pemberdayaan Ibu Menyusui pada Program ASI Eksklusif..
  • Roesli, Utami. 2005. Mengenal ASI Eksklusif. Jakarta: Trubus Agriwidya.