Pergi ke Bengkel? Perhatikanlah Enam Protokol Kesehatan Berikut

medikastar.id

Membawa kendaraan ke bengkel merupakan salah satu kebutuhan terpenting bagi pengendara. Di sisi lain, bengkel adalah tempat yang sering berada dalam kondisi ramai dan didatangi oleh orang-orang yang bervariasi.

Jika langkah-langkah pencegahan tidak diterapkan secara baik, maka bengkel dapat menjadi tempat yang rawan bagi penyebaran covid-19. Karena itu, jika hendak pergi ke bengkel, perhatikanlah protokol kesehatan berikut.

Berdasarkan Peraturan Gubernur NTT Nomor 26 Tahun 2020 Tentang Pedoman Tatanan Normal Baru, terdapat aturan yang mengatur kegiatan yang dilaksanakan di bengkel. Tak hanya di bengkel, pada bagian kesepuluh dari pedoman tersebut, aturan ini juga berlaku bagi kegiatan di pabrik dan industri lainnya.

Protokol kesehatan yang diterapkan harus dijalankan dengan maksimal oleh penanggung jawab dan pekerja bengkel secara disiplin dan taat.

Penggunaan masker

Semua orang yang beraktivitas di area bengkel wajib menggunakan masker. Hal ini berlaku bagi pekerja, pengunjung, hingga penanggung jawab.

Jika diperlukan, pekerja dapat menggunakan face shield dan sarung tangan untuk bekerja. Hal ini bertujuan untuk mencegah terjadinya penularan covid-19 melalui pintu masuk virus ke dalam tubuh, yakni lewat mata, hidung, dan mulut.

Mencuci tangan

Para pelanggan dan pekerja yang hendak melakukan pekerjaan harus mencuci tangan sebelum menjalankan tugasnya. Cuci tangan perlu dilakukan pada air mengalir dan menggunakan sabun.

Jika tidak terdapat sabun, pelanggan juga dapat memakai hand sainitizer. Namun, jika hendak menggunakan hand sanitizer, paastikan tangan berada dalam keadaan bersih dari kotoran. Kotoran yang menutupi tangan akan membuat penggunaan hand sanitizer menjadi sia-sia.

Untuk mendukung terlaksananya hal ini, penanggung jawab bengkel wajib menyediakan fasilitas cuci tangan yang memadai. Fasilitas cuci tangan yang dimaksud adalah westafel dengan sabun cuci tangan dan dispenser pencuci tangan yang mengandung alkohol atau hand sanitizer.

Pengecekan suhu

Pengecekan suhu tubuh wajib diterapkan bagi pekerja untuk memastikan kondisi kesehatannya. Pengukuran suhu tubuh dilakukan paling sedikit sebanyak tiga kali dalam sehari, yakni saat sebelum, selama, dan setelah bekerja.

Penanggung jawab juga perlu memastikan suhu tubuh dari setiap orang yang hendak masuk ke area bengkel. Jika didapati ada orang yang memiliki suhu melebih 37,3 derajat Celsius, orang itu tidak diperkenankan untuk masuk dan dianjurkan untuk segera memeriksakan diri.

Menjaga jarak aman

Dalam menjalankan pekerjaannya, para pekerja juga dilarang untuk berkerumun atau bergerombol. Semua orang wajib menjaga jarak aman sejauh paling kurang satu meter atau physical distancing.

Untuk itu, penanggung jawab perlu mengatur aktivitas dan interaksi pekerja dalam area bengkel. Tujuannya agar upaya jaga jarak dapat diterapkan dengan baik. Hal ini pun berlaku bagi pengunjung bengkel yang sedang menunggu. Sembari menunggu, tetaplah menjaga jarak aman dengan orang lain.

Menggunakan peralatan pribadi

Para pekerja di beberapa tempat biasanya menggunakan peralatan seperti handuk atau kain lap, hingga tempat makan dan minum secara bersama-sama. Di masa pandemi saat ini, hal tersebut tidak dianjurkan.

Karena itu, bawalah masing-masing peralatan pribadi seperti perlatan untuk ibadah, makan dan minum, kain, dan lain-lain. Tujuannya untuk menghindari pemakaian benda-benda tersebut secara bersama-sama.

Sosialisasi pencegahan covid-19

Upaya sosialisasi perlu terus dijalankan dan diingatkan oleh penanggung jawab pada para pekerja bengkel.  Dalam sosialisasi tersebut, penanggung jawab wajib menjelaskan informasi mengenai upaya pencegahan covid-19.

Selain itu, sediakanlah media yang memuat informasi pencegahan covid-19 seperti poster atau spanduk. Tempatkanlah media tersebut pada area yang dapat dengan mudah dilihat oleh semua orang, termasuk pekerja dan pengunjung.

Untuk memastikan protokol kesehatan yang telah disusun berjalan dengan baik, penanggung jawab perlu menunjuk orang khusus yang bertugas mengawasinya. Hal-hal lain yang berhubungan dengan fasilitas pendukung dan pemantauan pun harus diperhatikan dengan baik.

Segala aktivitas yang dilakukan di tempat umum, termasuk bengkel, haruslah memperhatikan protokol-protokol kesehatan yang ada. Dengan begitu, penyebaran covid-19 dapat dicegah dan semua orang dapat menjalankan aktivitasnya secara aman. (har)

Baca juga: Ini Alasan Kenapa Anda Perlu Minum Air yang Cukup