Persiapan UNBK SMK Suarna Wisata Capai 75 Persen

Kefamenanu, medikastar.id-

SMK Suarna Wisata akan melangsung Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK). SMK yang berada di Desa Tes, Kecamatan Bikomi Utara ini merupakan salah satu sekolah yang berbatasan langsung dengan Negara Timor Leste (RDTL). SMK ini baru berjalan dengan siswa angkatan yang kedua. Namun prestasi mengagumkan terukir, yakni bahwa sejak angkatan pertama di tahun 2018, SMK ini sudah melangsungkan UNBK.

Ini merupakan salah satu sekolah pertama di Timor Tengah Utara (TTU) yang berani menyelenggarakan UNBK sejak angkatan pertama. Jumlah siswa angkatan pertama sebanyak 31 orang dan angkatan kedua tahun ini sebanyak 28 orang dengan 3 program studi, di antaranya Perhotelan, Tataboga dan Multimedia.

Kepala SMK Suarna Wisata, Kandidus Siki, S.Pd saat ditemui medikastar.id di ruang kerjanya, Senin (14/01/19) mengatakan, pihaknya mengambil keputusan tersebut agar tidak ketinggalan dengan mereka yang berada di Kota.

Namun, menurutnya, sekolah yang berada di batas RI-RDTL ini menghadapi kendala berupa jaringan yang lebih banyak jaringan roaming. Selain itu, listrik juga menjadi kendala, tetapi pihak sekolah sudah menyediakan fasilitas pendukung berupa komputer dan generator serta laptop.

“Kalau saya tidak melakukan UNBK dengan jaringan yang ada, mau kapan lagi? karena mau sampai kiamat pun sekolah ini tetap ada di batas dan cepat atau lambat juga kita tetap menghadapi jaringan roaming,” ungkapnya.

Lebih lanjut Kandidus menjelaskan, sejauh ini pihaknya sudah melakukan persiapan dengan baik. Baik itu berupa komputer klien sebanyak 15 unit dan 2 unit lagi sebagai cadangan. Bila dipersentasekan bersama, persiapan alat dan kesiapan kemampuan siswa sudah mencapai 75 persen. Bahkan pihak SMK Suarna Wisata sudah mempersiapkan segala sesuatu yang kemungkinan akan terjadi saat UNBK termasuk les privat bagi siswa sejak bulan agustus 2018.

“Nasib siswa tergantung pada jaring dan listrik tetapi kami sudah siap untuk menghadapi segala sesuatu yang akan terjadi nanti. Saya sudah beritahu orang tua siswa dan guru terkait hal ini. Jadi ini akan menjadi tanggung jawab saya dan guru,” tuturnya.

Kandidus berharap sekiranya ada perhatian dan pemerataan dari pemerintah karena daerah perbatasan menurutnya, merupakan cerminan NKRI dan garda terdepan. (Santos).

Baca Juga: Lebih Dekat dengan “Si Raja Vitamin”