Pidato HUT RI, Gubernur NTT Ungkap Penanganan Sejumlah Masalah Kesehatan di NTT

Kota Kupang, medikastar.id

Pada pidatonya dalam rangka memperingati hari ulang tahun ke-74 Kemerdekaan Republik Indonesia, di Aula Fernandes, Lantai 4 kantor Gubernur NTT, Jumat (16/8/2019), Gubernur Provinsi NTT, Viktor B. Laiskodat menyampaikan beberapa permasalahan kesehatan yang hingga saat ini masih dihadapi oleh Provinsi NTT beserta penanganan terhadap berbagai permasalahan tersebut.

Dikatakan olehnya bahwa pembangunan bidang kesehatan saat ini menitikberatkan pada penekanan jumlah balita stunting atau balita yang mengalami tinggi badan kurang, penurunan Angka Kematian Bayi (AKB), penurunan Angka Kematian Ibu (AKI) dan peningkatan derajat kesehatan masyarakat.

“Penanganan stunting ini merupakan titik awal pengembangan SDM NTT yang bermutu dan kompetitif. Memang kita sadari bahwa prevalensi balita stunting di daerah ini masih cukup tinggi yaitu pada tahun 2018 sebesar 42,46%, lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata nasional sebesar 30,8%. Kondisi ini menjadi prioritas utama dan sementara kita perangi bersama dengan Pemerintah Kabupaten/Kota serta stake holder terkait lainnya,” ungkap Viktor.

Ia mengungkapkan bahwa penanganan balita stunting dilakukan selain melibatkan berbagai sektor seperti kesehatan, ketahanan pangan, ketersediaan air bersih dan sanitasi, penanggulangan kemiskinan, pendidikan, sosial, dan sektor terkait lainnya, juga melalui intervensi gizi spesifik untuk balita pendek difokuskan pada kelompok 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), yaitu pada masa kehamilan sampai dengan anak berumur 2 tahun.

“Salah satu upaya yang saat ini gencar dilakukan Pemerintah dalam mengatasi kekurangan gizi dan stunting, yaitu melalui pemberian makanan tambahan yang tinggi nilai gizi dan nutrisi yang berbahan marungga kepada ibu hamil dan balita di fasilitas-fasilitas kesehatan masyarakat sampai dengan posyandu,” tutur Viktor.

Selain itu, lanjutnya, parameter-parameter kesehatan lainnya, yakni Angka Kematian Ibu dan Jumlah Kematian Bayi. Angka Kematian Ibu pada tahun 2018 sebesar 158 kasus, lebih rendah 5 kasus di bandingkan tahun 2017. Pada  semester pertama  tahun 2019 tercatat sebanyak 54 kasus. Sedangkan Kasus Kematian Bayi pada tahun 2018 sebesar 1.265 kasus dan pada semester pertama tahun 2019 tercatat sebanyak 450 kasus. Penyebab kasus kematian bayi didominasi oleh permasalahan infeksi dan perdarahan.

“Kita berharap di tahun ini dan di masa mendatang realita kehidupan Ibu dan anak semakin baik dan sejahtera melalui berbagai intervensi pemerintah, yaitu, Penguatan Strategi Revolusi KIA, Program Indonesia Sehat melalui Pendekatan Keluarga (PIS-PK) dalam mendukung Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS), pemenuhan ketersediaan sarana/prasarana kesehatan serta paramedis dan tenaga kesehatan lainnya,” tegasnya.

Lebih lajut, pada kesempatan tersebut Viktor juga mengajak semua elemen masyarakat di Provinsi Nusa Tenggara Timur untuk mendukung Gerakan NTT Bersih, dengan menjaga kebersihan mulai dari diri sendiri dan tempat tinggal dan beraktifitas masing-masing untuk menciptakan lingkungan yang bersih dan asri.

“Perlu kita sadari bahwa kepedulian dan aksi nyata kita semua untuk memerangi sampah, untuk mewujudkan lingkungan yang bersih menjadi salah satu faktor penting gerak langkah dan aksi kita dalam mendukung Pariwisata sebagai Prime Mover pembangunan ekonomi di Nusa Tenggara Timur,” ajaknya.

Selain di bidang kesehatan, Viktor juga menyampaikan beberapa pencapaian dan permasalahan di bidang pendidikan, pariwisata, kelautan dan perikanan, bidang pertanian, bidang peternakan, perindustrian dan perdagangan, ketenagakerjaan, koperasi dan UKM, dan kepemudaan dan olahraga. Ia juga menyampaikan beberapa pencapaian dan permasalahan di bidang pekerjaan umum, hukum, serta bidang pemerintahan dan reformasi birokrasi.

Menurutnya, pencapaian-pencapaian di berbagai bidang tersebut hendaknya tidak membuat semua pihak berpuas diri karena masih banyak hal yang harus segera dibenahi.

“Tantangan ke depan semakin besar dan tidak bisa dihindari. Oleh karena itu, melalui kesempatan yang berbahagia ini, saya mengajak seluruh masyarakat NTT termasuk para sesepuh NTT dimanapun berada, agar mendukung pemerintah dan bersama menjadi ‘agen perubahan’ untuk daerah ini. Kita ubah mindset berpikir kita, kita ubah pola dan etos kerja kita, kita pertahankan integritas kita karena dalam integritas ada harga diri,” tegasnya.

Dirinya juga menghimbau anak-anak muda, generasi milenial NTT untuk mengembangkan diri, meningkatkan kreatifitas, inovasi dan kewirausahaan, agar dapat kompetitif dan berdaya saing dalam menghadapi tantangan “Industry Four point Zero” yang menganut prinsip otomatisasi dan konektifitas.

“Sebagai Wakil Pemerintah Pusat, saya menghimbau kepada Pemerintah 22 Kabupaten/Kota  agar selalu bersinergi dengan Pemerintah Pusat dan Pemerintah Provinsi, khususnya terhadap konektifitas dan pemanfaatan proyek-proyek strategis nasional jalan dan bendungan yang telah dibangun, sesuai dengan kewenangan daerah untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat. Saya juga mengajak peran serta dari semua Pemerintah 22 Kabupaten/Kota dan masyarakat NTT agar meminimalisir dan mengendalikan penggunaan sampah plastik demi kelestarian lingkungan hayati yang akan kita wariskan kepada anak cucu kita,” lanjut Viktor.

Khusus untuk instansi perbankan, instansi vertikal serta dunia usaha, seperti hotel, dan restaurant, Ia menghimbau agar menyesuaikan penggunaan pakaian adat NTT, minimal dua kali dalam seminggu, sebagaimana yang telah dilaksanakan oleh Pemerintah Provinsi NTT saat ini. (*/red)

Baca Juga: Wartawan Media Daring Ditatar Staf Kantor Bahasa NTT

Video:

Pentingnya Home Care untuk Lansia

[embedyt] https://www.youtube.com/watch?v=q6yiTvmHVc4[/embedyt]