PKK Kabupaten/Kota se-NTT Diminta Sukseskan Vaksinasi Goes to School

vaksinasi goes to school

Kota Kupang, medikastar.id

Gerakan vaksinasi goes to school yang diinisiasi oleh PKK Provinsi NTT, bekerja sama dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT sukses melaksanakan vaksinasi di 5 SMA/SMK di Kota Kupang.

Vaksinasi yang menyasar anak sekolah itu sudah dilaksanakan selama 3 minggu dengan total 500 siswa di Kota Kupang yang sudah divaksin dosis pertama. Vaksinasi Goes to School dipastikan akan terus berlanjut pada minggu berikutnya. Gerakan itu dilakukan sebagai upaya pemerataan dan percepatan vaksinasi Covid-19 di Nusa Tenggara Timur.

5 sekolah yang telah mendapatkan vaksinasi itu program vaskinasi goes to school antara lain, SMAN 3 Kupang, SMAN 1 Kupang, SMKN 4 Kupang, SMKN 3 Kupang dan SMKN 5 Kupang.

Ketua PKK Provinsi NTT, Julie Sutrisno Laiskodat berkomitmen memberikan vaksinasi bagi semua siswa usia 12-17 tahun di NTT. Guna merealisasikan komitmen tersebut, Julie telah meminta kepada semua pengurus PKK tingkat Kabupaten dan Kota di NTT untuk proaktif mendukung percepatan vaksinasi itu.

Pengurus PKK Kabupaten dan Kota diminta berkolaborasi dengan Dinas Pendidikan dan Dinas Kesehatan setempat dalam melaksanakan vaksinasi goes to school itu. Permintaan itu telah disampaikan Julie dalam zoom meting bersama para Ketua PKK Kabupaten dan Kota se-NTT.

Kolaborasi di tingkat Kabupaten dan Kota pun dimulai hari ini. Pengurus PKK di Kabupaten dan Kota akan mendatangi setiap sekolah, untuk memberikan vaksinasi bagi anak usia 12-17 tahun.

Tidak hanya satu sektor, PKK Provinsi NTT telah mempelopori vaksinasi pada 5 sektor sebagai bentuk pemerataan dan percepatan vaksinasi. Selain itu juga mendekatkan akses bagi warga yang ingin mendapatkan vaksin.

“Saya sudah buka, launchingnya 5 sektor. Satu adalah difabel, kedua adalah Ibu hamil, terus vaksin goes to school, terus juga ke rumah-rumah Ibadah, sama juga buat umum,” ujar Julie saat memantau vaksinasi goes to school di SMAN 1 Kupang, Selasa (7/9/2021).

Vaksin goes to school tersebut, kata Julie, merupakan respon atas perintah Presiden Joko Widodo untuk percepatan vaksinasi di setiap daerah agar membentuk herd imunity.

Karena itu, vaksinasi pun harus diberikan secara merata tidak hanya begi masyarakat umum dan rentan, tetapi juga bagi anak dan remaja, Ibu hamil dan juga penyandang disabilitas.

“Perintah Pak Jokowi adalah harus percepatan vaksinasi disemua sektor dan di gudang tidak boleh ada vaksin.,

Julie meminta para siswa yang berkesempatan mendapatkan vaksin Covid-19 jenis Sinovac itu untuk mengkampanyekan tentang manfaat vaksin sehingga masyarakat lain pun bisa ikut menerima vaksin.

PKK Provinsi NTT sendiri melakukan vaksinasi bagi 5 sektor tersebut sebab kendala masyarakat saat ini adalah kesulitan mencari lokasi vaksinasi, terutama vaksinasi tahap kedua. Sehingga pihaknya bekerja sama dengan gereja dan masjid untuk melaksanakan vaksinasi agar warga yang belum mendapatkan vaksinasi bisa mendaftarkan diri di gereja maupun masjid masing-masing.

Selain memberikan akses vaksin Covid-19, Julie pun memberikan edukasi terkait penerapan protokol kesehatan pasca vaksinasi. Hal itu, kata Julie, perlu dilakukan sebab masih banyak orang yang belum tervaksin kemudian tingkat resiko terserang virus pun tetap ada. Sehingga siswa diminta untuk tidak hanya menjadi corong dalam kampanye vaksinasi tetapi juga perlu menjadi contoh dalam penerapan protokol kesehatan.

“Kalian sudah tervaksinasi bukan berarti kalian sudah jadi superman. Karena diluar sana masih banyak ‘lumpur’. Jadi tetap jaga kesehatan dan kampanyekan di rumah-rumah semua,” kata Julie.

Data dari Kementerian Kesehatan RI  menyebutkan, per 7 September 2021, pukul 12.00 WIB, jumlah anak usia 12-17 di NTT yang sudah mendapatkan vaksin dosis pertama sebanyak 16.093 orang atau baru 2,76 persen dari target yang harus divaksin sebanyak 582.844 orang. Sedangkan yang menerima vaksin dosis kedua  sebanyak 10.220 orang atau baru 1,75 persen dari target.

Dalam kunjungan itu, Ketua PKK Provinsi NTT didampingi oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTT, Linus Lusi, anggota Komisi V DPRD NTT, Kristin S. Pati.

Kristin dalam kesempatan itu mengapresiasi tindakan cepat yang dilakukan oleh PKK NTT dengan gerakan vaksin goes to school. Menurutnya, Komisi V telah mendorong agar vaksinasi bagi anak dan remaja perlu dipercepat.

“Kami sudah minta kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT untuk bersama-sama dengan Dinas Kesehatan melakukan vaksinasi bagi anak sekolah, tapi kita bersyukur hal ini direspon cepat oleh PKK Provinsi NTT bersama Dinas Pendidikan,” ujar Kristin.

Apresiasi juga datang dari Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT, Linus Lusi. Vaksin goes to school sebagai upaya melindungi siswa dari serangan virus Corona. Dan juga sebagai upaya memutus rantai penyebaran Covid-19.

“Bahwasanya ini untuk memutus mata rantai Covid-19 dan mencegah adanya kluster baru di sektor pendidikan,” kata Lusi.

Sementara itu, Kepala SMAN 1 Kupang, Marselina Tua menyampaikan terima dan apresiasi atas perhatian dari PKK Provinsi NTT bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan untuk memberikan vaksinasi bagi siswa di Sekolah tersebut.

Dijelaskannya, jumlah siswa di SMAN 1 Kupang sebanyak 1.400 orang. Dengan Kuota vaksinasi bagi 100 orang dari PKK Provinsi NTT, jumlah siswa yang belum divaksin semakin berkurang, sebab pihaknya pun mendapatkan informasi akan ada vaksinasi dari BIN di sekolah tersebut.

“Kami sangat bersyukur, kami berterima kasih karena ada perhatian besar dari PKK Provinsi NTT bagi siswa-siswi kami lewat vaksinasi ini,” ujar Marselina.

Ia berharap, dengan adanya percepatan vaksinasi itu, kegiatan pembelajaran tatap muka terbatas bisa segera dilaksanakan. (joe/*)

Baca juga: Vaksinasi Dosis Pertama di Kota Kupang Baru 60 Persen