Kota Kupang, medikastar.id
Kementerian Kesehatan RI (Kemenkes RI) menggandeng Anggota Komisi IX RI, Imanuel Ekadianus Blegur dan Dinas Kesehatan Kota Kupang menggelar Sosialisasi Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) di Gereja GMIT Jemaat Lopo Matakus Manulai II, Jumat (21/06/19). Kegiatan ini diikuti oleh ratusan warga dan juga para tenaga kesehatan dari Dinkes Kota Kupang serta para tenaga promosi kesehatan dari beberapa Puskesmas yang ada di sekitar wilayah kecamatan Alak.
Hadir sebagai narasumber dalam kegiatan tersebut, Sugiarto Kasubag TU Sekretariat Badan PPSDMKes Kemenkes RI dan juga Anggota Komisi IX RI, Imanuel Ekadianus Blegur. Hadir pula Kabid SDM Kesehatan Dinas Kesehatan Provinsi NTT, Loucy Hermanus; Kabid Penyehatan Lingkungan dan Promosi Kesehatan Dinkes Kota Kupang, Alfrida Palebangan, SKM, M.Kes; dan Ketua Majelis Jemaat GMIT Lopo Matakus, Pdt. Nontje Liberti Kho, M.Th.
Sugiarto dalam sosialisasi tersebut menjelaskan mengenai pola pergeseran penyakit yang terjadi di Indonesia saat ini, di mana pada era 1990-an, penyebab kematian dan kesakitan terbesar adalah penyakit menular seperti Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA), Tuberkulosis (TBC), dan Diare.
Akan tetapi, lanjut Sugiarto, sejak 2010, penyakit tidak menular seperti Darah Tinggi, Stroke, Jantung, Kanker, dan sebagainya berkembang dan memiliki proposi yang lebih besar di pelayanan kesehatan. Hal ini dipicu oleh perubahan gaya hidup masyarakat ke arah gaya hidup tidak sehat, seperti kurangnya aktivitas fisik, kurang mengonsumsi sayur dan buah, merokok, konsumsi alkohol, dan lainnya.

Oleh karenanya, Sugiarto mengajak masyarakat untuk melaksanakan apa yang disebut dengan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas). Germas ini adalah gerakan yang digagas pemerintah untuk menumbuhkan dan meningkatkan kesadaran berperilaku hidup sehat di kalangan masyarakat.
“Germas secara nasional dimulai dengan berfokus pada tiga kegiatan, yaitu melakukan aktivitas fisik 30 menit per hari, mengonsumsi buah dan sayur, dan memeriksakan kesehatan secara rutin,” ujarnya.
Selain itu, Sugiarto juga menjelaskan kepada masyarakat mengenai “Isi Piringku”. Dalam hal ini Ia memberi pemahaman bahwa makan bukan hanya untuk sekadar kenyang, tetapi perlu memenuhi kebutuhan nutrisi dan menjaga kesehatan tubuh.
Karena itu, lanjutnya, dalam satu piring, harus ada sayur-sayuran dan buah-buahan yang memiliki porsi separuh bagian piring setiap makan. Sementara itu, separuh bagian piring lainnya diisi dengan makanan pokok sumber karbohidrat dan lauk-pauk yang banyak mengandung protein.

Di kesempatan itu, Imanuel Ekadianus Blegur menjelaskan bahwa Germas dan sosialisasi mengenainya perlu terus digalakan secara gencar mengingat hasil survei terakhir menunjukan bahwa indeks kesehatan masyarakat Indonesia masih tergolong rendah jika dibandingkan dengan negara-negara lain. Usia harapan hidup masyarakat Indonesia juga demikian jika dibandingkan dengan negara-negara tetangga.
Di NTT, lanjutnya, beberapa faktor yang berpengaruh terhadap derajat kesehatan masyarakat, antara lain yakni minimnya pengetahuan mengenai pola hidup sehat dan penerapannya, kemampuan ekonomi, dan juga akses pada air bersih. Selain itu, akses pada fasilitas kesehatan dan budaya juga turut berpengaruh pada peningkatan derajat kesehatan masyarakat NTT.
“Kebanyakan kita di kampung, saat mengonsumsi ayam misalnya, bapa pasti dapat paha dan dada, mama dapat kaki dan kepala, sementara sayap-sayap baru diberikan kepada anak. Ini tentu berpengaruh terhadap gizi anak,” kata Imanuel memberi contoh.
“Selain itu, kita juga jarang mengonsumsi buah. Kita lebih memilih untuk menjualnya dari pada kita makan. Seharusnya buah dan sayur kita siapkan juga untuk kita konsumsi,” ajaknya.

Imanuel mengatakan bahwa Germas harus dilaksanakan untuk mencapai masyarakat yang lebih sehat. Mengutip perkataan Joko Widodo, Imenuel bertutur bahwa jika masyarakat sehat, maka bangsa akan kuat, dan jika bangsa kuat, maka bangsa tersebut akan mampu untuk membawa masyarakat menuju kesejahteraan.
Terpisah, Kabid Penyehatan Lingkungan dan Promosi Kesehatan Dinkes Kota Kupang, Alfrida Palebangan yang membuka kegiatan ini secara resmi mengatakan bahwa dengan kegiatan ini masyarakat diajak untuk sadar, mampu dan mau berperilaku hidup sehat guna meningkatkan derajat kesehatannya.
“Jadi kita lebih mengutamakan ke arah promotif dan preventif,” katanya.
Ia mengatakan pula bahwa kegiatan serupa ini terus digalakan oleh pihaknya, baik itu melalui tenaga promosi kesehatan yang ada di Puskesmas maupun secara langsung oleh bagian promosi kesehatan Dinkes Kota Kupang. (*/red)
Baca Juga: NTT Akan Buka Kantor Perdagangan di Dili Tahun Ini

