Rinduku Untukmu

Rinduku Untukmu

Seperti nyanyian yang aku dengungkan dalam diam
Terselip namamu di antara deretan sajak yang basah

Malam tadi aku berubah menjadi pecandu kopi
Ketika Jarak tak mampu kulipat
Maukah kau mengajariku tentang bagaimana menganyam rindu.

Barangkali menjadi sepertiga bahkan jangan biarkan spasi
untuk tinta yang berkisah tentang rindu yang lirih.

Jarak dan kepulangan…aku ingin pulang kepada dekap.
Rinduku padamu …seperti nada yang bernafas,
indra perasa yang pahit dan tawaran yang paling murah

Aku ingin membeli waktu dan jarak untuk sesekali berhamba pada rindu.

Jarak dan kau adalah ujian paling hakiki…
rindu padamu adalah seperti perkara menunggu bebas…lepas oleh lembut suara dan senyum indahmu…
hanya itu…

Ketika aku memanggil…
dan kau menjawab dalam sebuah kerinduan jarak dan waktu sebentar malam.
Untukmu Nona,
Pemilik Wajah dan Senyum Indah…
Yang Selalu Membuatku Tersenyum.

Oleh: Rudi Sabuna

Baca Juga : Sajak Pilu Seorang Kusta