Robby Idong Paparkan Program 100 Hari Pertama, Apa Saja?

Maumere, medikastar.id

Pada hari Jumat 27 Juli 2018, Bupati Sikka Terpilih, Fransiskus Roberto Diogo, S.Sos, M.Si (Robby Idong)  bertemu dengan Penjabat Bupati Sikka, Drs. Mekeng P. Florianus dan para Pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Sikka di ruang kerja Bupati Sikka, Jln. A. Yani Maumere.

Dalam pertemuan tersebut, Bupati Sikka Terpilih, Robby Idong berkomentar, Meski tidak ada aturan yang mewajibkan, namun biasanya sebuah pemerintahan baru ditunggu kinerjanya dalam 100 hari pertama. 100 hari pertama dianggap mencerminkan majunya atau stagnan atau mundurnya sebuah rezim. Maka kami minta Pak Penjabat Bupati untuk mendiskusikan hal ini.”

Ada beberapa gagasan inovatif-solutif yang dijelaskan Robby Idong, panggilan karib Fransiskus Roberto Diogo, dalam pertemuan selama satu jam lebih itu. Dari berbagai program dan kegiatan secara keseluruhan, kemudian mengerucut ke program 100 hari pertama.

“Pertama adalah program yang berkaitan dengan hak dasar masyarakat. Saya ingin agar kebutuhan dasar masyarakat bisa kita upayakan sebisa mungkin di 100 hari pertama. Di antaranya adalah program di Bidang Kesehatan, di mana kita akan mencetak Kartu Sikka Sehat bagi masyarakat,” kata Robby.

Tentang hal itu, Kepala Dinas Pengelola Keuangan dan Asset Daerah (DPKAD), Drs. Eduardus Desa Pante, menginformasikan bahwa dari 340 ribu lebih penduduk Kabupaten Sikka, terdapat 1500 warga yang belum mendapatkan jaminan kesehatan.

“Akan kita usahakan 1500 ini terakomodir di sisa tahun anggaran berjalan 2018 ini,” kata Eduardus.

Program kedua adalah Maumere Bebas Sampah. Tentang ini, Bupati Sikka Terpilih Fransiskus Roberto Diogo berkata, “Saya ingin sistemnya kita ganti. Yakni pengelolaan sampah dari setiap rumah tangga diserahkan kepada masing-masing RT (Rukun Tetangga). Oleh RT, sampah ini ditempatkan di TPS (Tempat Pembuangan Sementara); dan dari TPS-TPS itulah Dinas Lingkungan Hidup meneruskannya ke TPA (Tempat Pembuangan Akhir). Setiap 6 jam ada shift petugas, dan ada proses pengangkutan. Sehingga kota kita akan bersih, dan juga kita bisa membuka lapangan kerja baru.”

Hal penting lain yang akan dicapai dalam Program 100 Hari itu adalah Kota Maumere Bebas Banjir. Tentang ini, Bupati Terpilih Robby menjelaskan mengenai pentingnya meneliti sumber banjir yang mengalir masuk kota Maumere.

“Saya ingin untuk sementara kita coba bendung aliran air di wilayah Jalan Lingkar Luar, lalu airnya kita salurkan ke kalimati yang menjadi drainase utama. Pada musim hujan nanti, kita coba lihat, jika itu efektif, maka akan kita permanenkan, seraya membuat dam-dam atau semacam itu, guna menyimpan air, agar tidak terbuang percuma ke laut,” papar Robby Idong yang saat itu didampingi oleh Leo Bakhtiar da Lopez dan Yosef Karmianto Eri.

Terkait semua hal tersebut, Penjabat Bupati Flory Mekeng mengucapkan terima kasih. “Terima kasih, kami sudah mendengarkan gambaran program dan kegiatan Pak Bupati Terpilih. Secara garis besar kami sudah memahaminya. Untuk rencana detailnya, nanti tim teknis Pak Bupati Terpilih dan tim teknis dinas terkait akan membahasnya secara lebih terperinci untuk sedapat mungkin melaksanakan di Perubahan APBD 2018, terutama di APBD Induk 2019,” tuturnya.

Nampak yang mendampingi Penjabat Bupati Flory Mekeng adalah Sekretaris Daerah dr. Valen Sili Tupen, MKM; Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan, Constantinus Tupen, SH; Asisten Ekonomi dan Pembangunan, dr. Delly Pasande; Asisten Administrasi Umum, Aloysius Alfridus Gonzaga Conterius, S.Sos; dan para pimpinan OPD.

Even Edomeko (Humas Kab. Sikka)

Baca Juga : Penjabat Gubernur NTT Tegaskan bahwa Imunisasi MR Penting bagi Anak