Kota Kupang. medikastar.id
Rumah Sakit Umum Daerah Prof. Dr. W.Z. Johannes Kupang menyiapkan 7 ruangan isolasi sebagai antisipasi adanya pasien Covid-19. Dua ruangan sudah siap digunakan, sedangkan 5 lainnya sedang dalam proses pengerjaan.
Menurut Kepala RSUD W.Z. Yohanes, Mindo E. Sinaga, ruangan-ruangan itu menggunakan tekanan negatif dan berstandar internasional. Ruangan bertekanan negatif artinya udara dari dalam ruangan tersebut tidak dibiarkan bebas keluar ruangan. Hal ini untuk mencegah penyebaran penyakit dan menginfeksi orang lain.
Mindo mengakui pengerjaan ruangan itu membutuhkan waktu sekitar satu bulan karena peralatannya harus didatangkan dari Jawa. Namun ia bersyukur karena dua ruangan sudah siap digunakan.
“Mudah-mudahan dalam waktu yang dekat 5 ruangan lain juga sudah bisa digunakan dengan baik. Ini juga untuk mengantisipasi apabila ada lonjakan dari kota Kupang maupun dari kabupaten sekitar,” kata Mindo pada Jumat (20/3), dalam Rapat kooedinasi pembentukan gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 dengan para sekda kabupaten/kota se-NTT.
Menyikapi keluhan pihak kabupaten/kota yang belum mempunyai ruangan isolasi bertekanan negatif, ia menjelaskan agar pihak rumah sakit di daerah bisa melakukan langkah alternatif dengan menggunakan ruangan ber-AC dengan adanya exhaust fan.
Exhaust fan merupakan alat yang berfungsi menghisap udara di dalam ruang untuk dibuang ke luar, dan pada saat bersamaan menarik udara segar di luar ke dalam ruangan.
“Jadi udara yang di dalam itu juga bisa disedot keluar, sehingga jangan panik dulu kalau ruangan bertekanan negatif itu belum ada,” ujarnya.
Selain ruangan isolasi bertekanan negatif, penanganan pasien Covid-19 juga harus menggunakan alat pelindung diri yang terstandar. Alat-alat itu antara lain baju cover, masker N95, masker bedah, sepatu boot, sarung tangan non steril, sarung tangan steril, sarung tangan panjang, dan kaca mata google. (ens)
Baca juga: Ayo Cuci Tangan yang Benar Agar Bisa Membunuh Virus Corona

