Kota Kupang, medikastar.id
Hasil tes penegasan atau konfirmasi tes terhadap sampel bakso 99 dan Istana Bakso Kuanino Kupang oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) di Kupang menunjukan bahwa 2 sampel bakso tersebut negatif mengandung formalin.
Terkait hal ini, Sutarno, pemiliki warung bakso 99, Selasa (02/04/19) angkat bicara. Walaupun dirinya menyayangkan foto hasil tes yang disebarluaskan oleh oknum yang hingga saat ini belum diketahui, namun dirinya menerima dengan gembira hasil tes BPOM tersebut.
“Ya ndak apa-apa, namanya manusia. Intinya bahwa makanan saya sehat dan bersih. Tetapi itu tadi, pemerintahan itu harus bagus. Kalau belum jelas (hasil tes) jangan bongkar begitu, karena merugikan orang banyak, bukan saya sendiri,” tuturnya.
Menurut Sutarno, viralnya foto tersebut berimbas juga pada penjual daging langgananya, parkiran yang ada di depan warung baksonya, dan juga karyawannya yang berjumlah 7 orang.
“Belum kontrakan saya, 90 juta setahun,” ujarnya.
Baginya, statemen dari BPOM bahwa bakso miliknya tidak mengandung apa-apa sudah membuatnya gembira, sebab statemen tersebut dapat memulihkan nama warung bakso miliknya.
Ketika disinggung apa langkah selanjutnya yang akan ditempuh terkait viralnya foto sampel bakso miliknya, Ia mengatakan bahwa dirinya tidak akan mengambil langkah lanjutan.
“Tak usah pak, yang penting saya punya usaha ini dipulihkan. Nanti kalau ke ranah hukum saya mau kerja atau apa jadi susah. Yang penting bahwa yang menyebar itu (foto) harus bertanggung jawab. Lain kali kalau belum tahu persis hasilnya jangan disebarluaskan,” paparnya.
“Saya memang tidak sekolah, tidak tahu hukum, tapi cara-cara ini kan kurang bagus,” tambah Sutarno.
Terpisah, salah satu karyawan Istana Bakso kepada wartawan menuturkan bahwa pihaknya menyambut gembira hasil tes dari BPOM. Akan tetapi, terkait langkah selanjutnya yang akan ditempuh, pihaknya tidak dapat berkata banyak, sebab pemilik warung tersebut saat ini tengah berada di luar NTT.
“Kami mendengar dari bos saja,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Kupang, dr. I Wayan Ari Wijana S. Putra, M.Si sebagaimana diberitakan oleh media ini sebelumnya mengatakan bahwa viralnya foto hasil pemeriksaan cepat yang dilakukan oleh Puskesmas Bakunase membawa beberapa dampak.
Pertama, berdampak kepada pihak Dinas Kesehatan Kota Kupang, dimana pihaknya seolah-olah sudah menyimpulkan bahwa ada 2 bakso yang bermasalahan. Kedua, ketakutan masyarakat seolah-olah bakso yang ada di Kota Kupang mengandung formalin. Ketiga, dampak terhadap pemilik usaha, baik secara ekonomi dan secara psikologi.
“Kami mohon maaf apabila ada (hasil tes) positif palsu atau positif semu, baik itu kepada masyakat kota kupang yang beberapa hari ini ketakutan mengkonsumsi bakso. Juga bagi pengusahanya sendiri yang mungkin dengan viral tersebut dia mengalami penurunan omset. Kami juga meminta maaf pada seluruh stake holders lainya yang merasa dirugikan,” ucap dr. Ari Wijana.
Pantaun media ini, Selasa (02/04/19), dr. Ari Wijana bersama kepala BPOM di Kupang, Drs. Sem Lapik, Apt.,M.Sc dan Kepala Puskesmas Bakunase, dr. Maria I Ivonny D Ray. M.Kes langsung mengunjungi kedua warung tersebut. Mereka sempat mencicipi nikmatnya bakso 99. (*/red)
Baca Juga: Hasil Tes BPOM: Bakso 99 dan Istana Bakso Kuanino Negatif Formalin

