medikastar.id
Menjadi berita dalam ranah global yang ramai diperbincangkan yaitu insiden penusukan dalam kereta di Tokyo, Jepang pada 31 Oktober 2021 yang lalu oleh pria berkostum Joker menikam beberapa penumpang sebelum akhirnya menyalakan api dalam kereta.
Faktanya, pelaku mengalami depresi akibat gagal dalam pekerjaan dan pertemanannya hingga ingin mati tetapi tidak ingin mati sendiri,
Dari kejadian ini, kita belajar bahwa sangat penting bagi setiap orang untuk bisa peka sehingga dapat mengenali gejala awal tanda depresi agar tidak menumpuk.
Simak ulasannya lewat bacaan di bawah ini ya!
Apa itu Depresi?
Depresi merupakan gangguan kesehatan mental yang ditandai dengan suasana hati yang terus merasa sedih dan tertekan serta kehilangan minat dalam melakukan aktivitas dan berakibat pada menurunnya kualitas hidup sehari-hari.
Selain itu, depresi juga dapat merusak waktu istirahat dan nafsu makan penderitanya sehingga seringkali merasa lelah dan sulit untuk berkonsentrasi. Efeknya pun dapat berlangsung lama atau berulang.
Gejala Depresi
Mereka yang mengalami depresi, pada umumnya memiliki beberapa gejala sebagai berikut:
- Kehilangan energi
- Nafsu makan menurun
- Gangguan tidur (bisa berkurang atau bisa berlebihan)
- Merasa cemas
- Konsentrasi menurun
- Merasa bersalah dan putus asa
- Tidak bisa membuat keputusan
- Perasaan tidak tenang
- Memiliki rasa untuk menyakiti diri sendiri hingga bunuh diri
Penyebab Depresi
Dianggap sebagai penyakit yang kompleks, maka tidak ada yang tahu persis apa penyebab depresi. Melansir dari Healthline, berikut beberapa hal yang bisa menjadi alasan penyebab orang mengalami depresi:
Riwayat Keluarga
Seseorang berisiko tinggi alami depresi jika memiliki riwayat keluarga yang mengalami depresi. Genetika depresi tidak sesederhana atau umum penyakit genetik murni lainnya.
Trauma
Beberapa peristiwa dapat mempengaruhi cara tubuh untuk bereaksi terhadap ketakutan dan situasi yang membuat stres, seperti kekerasan fisik, seksual atau emosional lainnya.
Struktur Otak
Risiko depresi dapat menjadi lebih besar jika lobus frontal otak kurang aktif.
Kondisi Medis
Depresi bisa terjadi karena efek samping dari penyakit kronis, seperti insomnia, nyeri kronis atau attention deficit hyperactivity disorder (ADHD).
Penggunaan Obat
Penyalahgunaan obat atau alkohol dapat mempengaruhi resiko seseorang mengalami depresi.
Pencegahan Depresi
Berikut beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mencegah anda mengalami depresi:
- Mencari komunitas yang baik dan hindari kebiasaan menyendiri
- Membuat perencanaan hidup jangka panjang dan jangka pendek
- Olahraga teratur
- Makan yang teratur dengan mengkonsumsi makan bergizi
- Hindari minuman alkohol dan obat-obatan terlarang
- Hindari stres
Banyak hal bisa dilakukan untuk menjaga kesehatan mental anda. Jika anda merasa mungkin mengalami tanda atau gejala awal depresi, maka bicarakanlah dengan orang yang anda percayai atau segera cari bantuan profesional seperti psikolog. (*/ctr)
Baca juga: Sopir Truk dalam Kecelakaan yang Menewaskan 5 Orang di Kualin-TTS Terancam 6 Tahun Penjara

