Kota Kupang, medikastar.id
Kota Kupang selama ini dikenal sebagai Kota ‘Kasih’ yang merupakan akronim dari Karya, Aman, Sehat, Indah, Harmonis. Selain sebagai Kota Kasih, ternyata Kota Kupang juga merupakan ‘Tanabae’ (Tanah Baik). Brand Tanabae ini diciptakan oleh tim Inovasi dan Kreatif melalui Kolaborasi Nusantara (IKKON) Kota Kupang 2019.
IKKON merupakan program dari Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) yang menempatkan sekelompok pelaku kreatif dari berbagai disiplin ilmu di suatu wilayah di Indonesia dengan tujuan mendorong dan membantu pengembangan potensi ekonomi kreatif lokal. Kota Kupang merupakan salah satu daerah yang menjadi daerah pelaksana program IKKON di tahun keempat pelaksanaannya.
Brand Tanabae dihasilkan oleh tim IKKON setelah sekitar empat bulan melakukan riset, perencanaan, dan prototyping di Kota Kupang. Brand ini diramu dari lima brand essence yang mereka temukan dalam berbagai karya yang dihasilkan masyarakat dan dari perjumpaan dengan berbagai kalangan di Kota Kupang. Kelima brand essence itu ialah romantic, empathy, passionate, raw, dan nostalgic. Dari kelima brand essence ini, yang paling kuat kesannya adalah romantic dan raw.
“Kota ini romantis, sangat baik sekali meskipun terdiri dari batu-batu karang yang keras dan kaku. Inilah yang menjadi dasar dari karya-karya yang akan dihasilkan. Dari situ, kita mendapatkan satu kalimat yang menjadi satu DNA dari karya yang akan lahir, yaitu ‘Di tanah yang kering ini tumbuh cinta kasih, tanah harapan bagi warga NTT, menjadikan tanah ini tanah yang baik atau Tanabae’,” kata Budi Suyanto, mentor IKKON Kupang dalam konferensi pers di Kafe Ja’o Kupang, Jumat (6/9/2019).
Budi menjelaskan, Tanabae ini merupakan intisari dari detak kehidupan di Kota Kupang yang merupakan tempat di mana hidup banyak sekali etnis. “Kita menemukan bahwa banyak sekali warga yang bukan lahir di sini. Mereka datang ke Kupang karena mereka punya harapan bahwa Kupang ini menjadi tanah yang baik (Tanabae) bagi mereka,” tutur Budi.
Brand Tanabae oleh tim IKKON Kupang divisualisasikan dalam bentuk sebuah logo yang mengambil inspirasi dari motif-motif tenunan yang umumnya berbentuk kotak-kotak dan mitos mengenai buaya yang sudah menjadi sesuatu yang penting bagi warga Kupang. Karakter logo brand Tanabae itu memperlihatkan kerekatan ikatan, keberagaman, rasa kekeluargaan dan kebersamaan serta kepercayaan masyarakat Kupang terhadap leluhur.
Brand Tanabae yang dihasilkan IKKON Kota Kupang terdiri dari beberapa karya kreatif seperti motif tenun, kerajinan tangan (kriya), tari, dan desain ruang. Karya-karya yang dihasilkan dalam kerjasama dengan pelaku ekonomi kreatif, sekolah, dan masyarakat itu akan dipamerkan pada Oktober mendatang. Karya-karya itu, menurut Budi, mengusung misi sosial dan budaya.
“Melalui program ini, kami tidak datang untuk mengajar melainkan bersama masyarakat Kota Kupang kita saling belajar, berbagi, berinteraksi, bereksplorasi, dan berkolaborasi sehingga kita dapat saling memperoleh manfaat secara etis berkelanjutan,” kata Budi.

Adapun tim IKKON Kupang terdiri dari Budi Suyanto (Mentor), Aminah Agustinah (Antropolog), Sri Wahyuni (Pengembang Bisnis), Eko Cahyo Saputro (Arsitek), Ferry C. Nugroho (Koregrafer), Elizabeth Marcellina (Desainer Tekstil), Mirza Maulana (Desainer Grafis), Wisnu Purbandaru (Desainer Produk), Aldri Indrayana (Desainer Fashion), Rina Kusumastutti (Fotografer), dan Ulul Albab (Videografer).
Keberadaan IKKON di Kupang diharapkan memberi dampak ekonomi secara nyata bagi perekonomian daerah dan masyarakat secara langsung melalui kemunculan produk-produk kreatif baru yang dapat menjadi ikon dari Kupang. Selain itu, ke depan diharapkan akan semakin banyak pelaku ekonomi kreatif di Kupang yang berkolaborasi dengan tim IKKON Kupang untuk melakukan inovasi dan kreasi untuk memajukan ekonomi kreatif di Kota Kupang dan NTT umumnya. (ens)
Baca juga: Kemen PPPA Pastikan Hak Anak Kelompok Minoritas Terpenuhi

