Kota Kupang, medikastar.id
Hari ini genap setahun pandemi Covid-19 melanda Indonesia setelah kasus pertama diumumkan Presiden Joko Widodo pada 2 Maret 2020. Sejak itu jumlah kasus konfirmasi positif terus bertambah. Per 1 Maret 2021, total jumlah kasus positif di Indonesia sebanyak 1.341.314 orang. Jumlah pasien sembuh sebanyak 1.151.915 orang (85,9%) dan 36.325 (2,7%) meninggal dunia.
Jumlah kasus harian masih terus terjadi. Meski demikian, ada tren positif yang memberikan rasa optimis seperti yang disampaikan Iqbal Mochtar, dokter dan pengamat masalah kesehatan, dalam opininya di Kompas.
Perkembangan positif itu dapat dilihat dari beberapa indikator epidemiologi yang biasa digunakan untuk mengevaluasi perkembangan sebuah pandemi. Meski harus diakui bahwa Covid-19 merupakan penyakit yang memiliki begitu banyak determinan (multifactor disease).
Indikator itu antara lain tingkat kejadian penyakit dalam bentuk jumlah kasus baru dan positive rate, serta tingkat kematian penyakit dalam bentuk case fatality rate (CFR).
Positive rate menunjukkan jumlah orang terkonfirmasi positif dibanding jumlah orang yang dites Covid-19. Figur ini menggambarkan tingkat penyebaran penyakit. Semakin tinggi positive rate, semakin tinggi penyebaran penyakit.
Sedangkan CFR merujuk pada jumlah orang yang meninggal dibanding jumlah orang yang terkonfirmasi positif. Ini memberi gambaran kefatalan penyakit. Semakin tinggi CFR, semakin banyak orang meninggal akibat penyakit ini.
Saat ini tren ketiga indikator ini mulai terlihat menurun, baik pada tingkat global maupun di Indonesia.
Pada tingkat global, mulai terlihat adanya penurunan konsisten jumlah kasus baru per hari. Saat ini, jumlah kasus baru berkisar 315.000 per hari, jauh lebih rendah dibanding kasus baru bulan Desember lalu yang sempat mencapai 880.000 kasus per hari.
Tren penurunan ini juga terjadi di Indonesia, walau trennya belum solid dan konsisten. Jumlah kasus baru di Indonesia saat ini masih tinggi, yaitu berkisar 10.000-an per hari. Namun angka ini sedikit lebih baik dari beberapa bulan lalu di mana jumlah kasus baru bervariasi antara 11.000-14.000.
Fenomena senada juga terjadi pada positive rate. Saat ini positive rate di Indonesia masih tinggi, 27,6 persen. Namun figur ini lebih baik dari figur puncak pada April 2020 yang melebihi 42 persen. Meski terdapat alasan bahwa jumlah kasus baru dan positive rate bukan indikator adekuat, perbaikan indikator ini paling tidak menunjukkan adanya titik terang dalam penanggulangan pandemi.
Pada tingkat global, juga telah terlihat adanya penurunan CFR. Saat kasus Covid-19 muncul Januari 2020, CFR global berkisar 3,1 persen. Angka ini meningkat tajam dan mencapai puncak pada April, yaitu 7,2 persen. Saat itu, CFR sejumlah negara bahkan mencapai 14,5 persen.
Setelah April, CFR global mulai menurun dan saat ini hanya berkisar 2,2 persen. Ini penurunan yang signifikan. Hal yang sama juga terjadi di Indonesia. Puncak CFR terjadi April, yaitu 9,5 persen. Saat ini CFR telah menurun hingga 2,7 persen. Artinya, dari 100 orang yang terkonfirmasi positif, sekitar tiga orang yang meninggal.
Dari ketiga indikator di atas, terlihat bahwa memang ada hasil positif penanggulangan pandemi. Tingkat kematian pada tingkat global dan Indonesia telah melewati puncak dan menurun. Tingkat kejadian penyakitpun terlihat mengalami penurunan pada tingkat global meski di Indonesia penurunan ini belum solid dan signifikan.
Dengan adanya program vaksinasi yang sedang berjalan diharapkan bisa membawa dampak positif dengan membentuk kekebalan kelompok (herd immunity) dan membuat pandemi ini berakhir lebih cepat dari yang diperkirakan beberapa pakar.
Untuk membantu proses percepatan itu, protokol kesehatan 3M harus tetap dilakukan secara ketat sehingga virus corona baru ini tidak merenggut lebih banyak korban jiwa. Kebiasaan mencuci tangan sesering mungkin, menjaga jarak satu sama lain, dan selalu memakai masker tetap harus dipertahankan.
Selain itu, upaya 3T (Test, Tracing dan Treatment) juga harus terus ditingkatkan sehingga mencegah penyebaran virus ini ke lebih banyak orang lain.
Karena dengan kewaspadaan dan upaya bersama oleh semua pihak kita mampu menekan angka penularan dan pada akhirnya lebih cepat keluar dari situasi pandemi ini. (kompas/red)
Baca juga: BI NTT Ajak Pedagang dan Pelaku UMKM untuk Gunakan QRIS

