Ternyata Rasis juga Memiliki Pengaruh bagi Kesehatan Masyarakat

medikastar.id

Belakangan ini isu rasisme menghiasi pemberitaan dan sosial media di hampir seluruh dunia. Hal ini berhubungan dengan kematian seorang pria di Amerika Serikat yang terbunuh saat ditangkap oleh pihak kepolisian. Sebelum munculnya kasus tersebut, masalah ini sebetulnya sudah menjadi suatu problem yang cukup pelik sejak dulu.

Permasalahan rasisme dapat mempengaruhi banyak aspek kehidupan manusia, tak terkecuali bagi aspek kesehatan. Lantas, bagaimana tindaka rasis mempengaruhi kesehatan masyarakat?

Rasisme dapat diartikan sebagai sebagai kepercayaan yang telah menjadi sistem tersendiri dan berhubungan dengan perbedaan biologis. Doktrin ini menyatakan bahwa perbedaan yang melekat pada ras manusia dapat menentukan jalan kehidupannya. Contohnya seperti pencapaian budaya, kepercayaan bahwa suatu ras lebih superior, hingga merasa memiliki hak untuk mengatur ras lainnya.

Tanda-tanda Rasis

Masalah rasis sebenarnya telah banyak terjadi dalam kehidupan masyarakat sehari-hari. Dilansir dari racism.org, terdapat beberapa tanda yang menunjukkan bahwa dalam suatu komunitas atau lingkungan sudah terjadi rasis.

Tanda yang pertama adalah adanya orang atau kelompok yang menyatakan bahwa suatu ras lebih ahli dalam suatu bidang atau keahlian, sedangkan yang lainnya tidak. Hal ini biasanya terjadi dalam pekerjaan, sistem pendidikan, atau dalam aktivitas lainnya.

Berikutnya adalah advokasi segregasi. Hal tersebut berarti arti keyakinan bahwa setiap ras yang berbeda tidak boleh hidup bersama. Contohnya adalah tidak boleh dididik bersama, hingga tidak boleh menikah dengan orang yang berbeda ras. Hal ini biasanya terjadi secara implisit atau ekspisit.

Selanjutnya adalah tindakan meremehkan orang dari ras lain. Hal ini biasanya terlihat ketika terjadi saling ejek antar orang yang berbeda ras. Contohnya adalah mencela kekurangan atau kebiasaan masing-masing ras.

Ada pula penebaran kebencian, hingga penolakan kehadiran dari orang dengan ras yang tidak disukai. Tindakan-tindakan lainnya adalah menstigma seseorang baik atau buruk berdasarkan tampilan fisik, seperti warna kulit, rambut, dan lain sebagainya. Dengan stigma tersebut, lantas kelompok yang merasa superior dengan mudahnya akan merendahkan orang lain.

Ketidakpedulian terhadap pendapat orang dari ras lain dan lebih mementingkan pendapat dari ras sendiri juga termasuk dari tanda-tanda rasis. Lebih jauh lagi, kelompok yang merasa di atas angin akan berusaha mempertahankan superioritasnya dengan berbagai macam cara, termasuk kekerasan dan kecurangan.

Dampak Masalah Rasis bagi Kesehatan Kesehatan

Masalah rasis dapat memberikan dampak negatif bagi kesehatan masyarakat. Banyak peneliti menemukan bahwa diskriminasi terhadap ras dan etnis dapat berdampak pada akses kesehatan, sumber daya, serta peluang untuk meningkatkan derajat kesehatan.

Melansir healthline.com, sebuah penelitian dalam American Journal of Public Health menemukan bahwa orang yang tinggal di komunitas dengan prasangka ras tinggi lebih cenderung meninggal di usia muda. Sedangkan, orang yang tinggal dalam kawasan toleran memiliki umur lebih panjang. Angka kematian yang tinggi tersebut dapat disebabkan oleh kemiskinan dan kekerasan.

“Prasangka rasial mempengaruhi kesehatan masyarakat secara signifikan bahkan setelah kasus sosial ekonomi di tingkat individu dan masyarakat seperti kemiskinan, komposisi ras, dan pendidikan dikendalikan,” kata YeonJin Lee dari University of Pennsylvania yang merupakan penulis penelitan di atas.

Penelitian yang mereka lakukan memang tidak bertujuan membuktikan bahwa tindakan rasis mengakibatkan kematian dini. Akan tetapi, mereka menyimpulkan bahwa rasisme dapat membuat sumber daya sosial atau modal sosial komunitas menjadi lemah. Hal ini berhubungan erat dengan advokasi kebijakan, serta layanan dan promosi kesehatan.

Penelitian lain yang pernah dilakukan menunjukkan bahwa rasis memiliki hubungan dengan mental dari seseorang. Ditemukan bahwa ketika orang yang memiliki prasangka ras berinteraksi dengan orang dari kelompok etnis lainnya, tingkat hormon stres kortisol akan naik dalam darahnya. Kortisol adalah hormon yang menjadi bagian dari respon ‘flight or fight’ (Lari atau lawan) terhadap ancaman yang datang.

“Membawa perasaan rasis dalam masyarakat multikultural dapat menyebabkan stres sehari-hari. Stres semacam ini bisa menyebabkan penyakit kronis seperti kanker, hipertensi, dan diabetes tipe 2,” kata Elizabeth Page-Gould, Ph.D., Seorang Profesor Psikologi dari University of Toronto di dalam sebuah esainya.

Selain itu, tindakan kekerasan secara langsung, hujatan, celaan dan lain sebagainya yang dilakukan, secara langsung dapat mempengaruhi fisik dan mental dari korban tindakan rasis. Oleh karena itu, tindakan ini perlu diatasi atau dicegah. Setiap orang harus menyadari bahwa manusia diciptakan dengan keunikan masing-masing dan memiliki hak yang sama.

Rasisme merupakan masalah yang cukup pelik dalam kehidupan masyarakat. Karena itu, setiap orang diharapkan bisa hidup saling menghargai. Dengan begitu, dampak-dampak negatif dari tindakan rasis tidak akan dialami oleh masyarakat, termasuk dalam aspek kesehatan. (har)

Baca juga: Pelajaran dari Pandemi dan Hari Lingkungan Hidup Sedunia