Kota Kupang, medikastar.id
“Saya ditugasi untuk, yang pertama, memastikan bahwa penyelenggaraan pemerintahan, pelaksanaan pembangunan dan pelayanan masyarakat di NTT tetap berjalan sebagaimana harusnya. Sambil menunggu dan mempersiapkan pelantikan gubernur dan wakil gubernur terpilih pada pilkada 2018 lalu.”
Hal tersebut diungkapkan oleh Robert Simbolon, Penjabat (Pj) Gubernur NTT kepada awak media, Rabu (18/07/18) di Rumah Jabatan Gubernur NTT. Robert merupakan Deputi Bidang Pengelolaan Batas Wilayah Negara Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) yang kemudian dilantik Mendagri, Tjahjo Kumolo, sebagai Pj Gubernur NTT, Selasa (17/7/2018). Ia tiba di Kupang, Rabu (18/07/18), bersama istri dan anaknya.
Robert menjelaskan bahwa masa ini merupakan masa transisi. Menunggu dilantiknya Gubernur dan Wakil Gubernur terpilih, ada jeda beberapa bulan. Olehnya, harus dipastikan bahwa tidak ada kekosongan kepemimpinan dan tidak ada kekosongan manejerial.
“Agenda yang paling mendesak yang kita lakukan di masa transisi ini ialah melakukan persiapan sekaligus memastikan janji-janji politik gubernur dan wakil gubernur terpilih mulai terinstalasi dalam dokumen formal. Dalam hal ini dokumen perencanaan dan penganggaran,” ujarnya.
“Di masa transisi beberapa bulan ini, kita upayakan untuk terbangunnya fondasi untuk penyelenggaraan pemerintahan di bawah pimpinan bapak Viktor dan Yosep,” sambung Robert.
Dirinya juga menuturkan bahwa dalam masa transisi tersebut, seluruh persiapan penyusunan dan penetapan RPJMD yang menjadi formalisasi dari janji-janji politik Gubernur dan Wakil Gubernur terpilih sudah harus dilakukan.
Robert juga menjelaskan bahwa hal ketiga yang menjadi tugas dan tanggung jawabnya sebagai Pj Gubernur NTT ialah bahwa bersama-sama seluruh komponen penyelenggara politik nasional tetap memastikan bahwa persiapan sekaligus pengawalan terhadap proses politik demokrasi khususnya penyelenggaraan pemilu tahun 2019 berlangsung dengan baik. (Red)
Baca Juga : Anak “Genius” Akan Meriahkan HAN 2018

