Kau menjelma puisi
Dan setiap kali kau ingin kutulis
Kau tak pernah terdefinisi
Kau menjelma waktu
Yang setiap kali kuhitung
Kau tak pernah menunggu
Berlalu
Kau menjelma rumah
Yang setiap kali aku pergi
Kau menjadi tempat kembali
Kau menjelma segalanya
Di mana saat hati merindu
Kau menjadi segala yang kugenggam
Kulihat
Kurasakan
Kudambakan
Tahukah kau? Mencintaimu menjadi waktu yang abadi dalam rasa
Mencintaimu menjadi nadi yang berdenyut di setiap malam
Mencintaimu adalah belajar
Memasak rindu, menjahit cemburu dan mencuci amarah, menyapu badai yang lahir darimu.
Mencintaimu adalah belajar
Bila resah dalam jarak sedang menantikan pertemuan di jalan setapak

(Mahasiswi Prodi Farmasi Poltekkes Kemenkes Kupang)

