Viktor: Kalau Memang Kematian Adalah Syarat untuk Masyarakat Bertumbuh, Biarlah itu Menghampiri Saya

Kota Kupang, medikastar.id

Gubernur Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Viktor Laiskodat terus berupaya mendorong semangat masyarakat NTT untuk bangkit dari segala keterpurukan menuju kesejahteraan.

Viktor mengungkapkan bahwa dalam membangun provinsi NTT, tidak cukup hanya dengan tenaga dan pikiran saja, tetapi juga dengan jiwa. Ia bahkan menegaskan bahwa kalau memang kematian adalah syarat untuk masyarakat dapat bertumbuh, maka pemimpin harus siap kematian itu menghampirinya.

Hal ini diungkapkan olehnya dalam moment Penganugerahan Satyalencana Karya Satya X, XX, XXX tahun dan Pelepasan PNS Purnabakti Periode 01 September-01 Desember 2018 di Lingkup Pemerintah Provinsi NTT, Jumat (14/12/18).

Dalam moment tersebut Viktor juga menyinggung bahwa Ia telah berbicara dengan para Pendeta dan Pastor bahwa berkat yang cocok di NTT bukanlah berkat Yakob, melainkan berkat Isak.

“Berkat di sini berkat Isak; bila engkau sungguh-sungguh, berusaha dengan sungguh-sungguh, melaksanakan tugasmu dengan sungguh-sungguh, berpikir dengan sungguh-sungguh, belajar dengan sungguh-sungguh, kuk ini akan terlepas dari padamu. Kuk apa? Kuk yang menyatakan provinsi bodoh, kuk yang mengatakan provinsi dengan kemiskinan tertinggi, kuk provinsi dengan jumlah orang miskin ke-5 terbesar di Indonesia,” tuturnya.

Penuh optimisme, Viktor mengatakan bahwa provinsi NTT akan keluar dari stigma-stigma tersebut. Karena memang tidak ada yang mustahil di dalam setiap manusia yang beriman, mengerjakan tugasnya dengan sungguh-sungguh, termasuk mengorbankan jiwanya untuk pertumbuhan manusia.

“Jadi dalam membangun, tidak cukup hanya tenaga dan pikiran, termasuk kalau memang jiwa, termasuk itu mati untuk itu (pembangunan-red), biarlah diambil untuk kesejahteraan masyarakat Nusa Tenggara Timur. Itu tugas pemimpin,” kata Viktor.

“Karena itu doa seorang pemimpin bukan: Tuhan berikanlah kami jalan dan keselamatan. Salah doa itu. Kalau memang kematian itu adalah syarat untuk masyarakat ini bisa tumbuh, biarlah kematian itu menghampiri saya. Itulah doa seorang pemimpin,” sambungnya.

Menurutnya, tugas pemimpin memang tidak ringan. Tidak gampang menjadi seorang pemimpin. Karena itu, tidak semua orang mampu menjadi pemimpin. Hanya kepada mereka yang mampu mempersembahkan seluruh jiwa raganya, merekalah yang layak untuk mendapatkan tempat itu. (*/red)

Baca Juga: Slank Akan Dinobatkan Jadi Duta Kelor NTT