Wagub NTT, Josef Nae Soi, Apresiasi Kerja Bank Indonesia di Sektor Riil

Kota Kupang, medikastar.id

Untuk mencapai pertumbuhan ekonomi yang stabil dan berkelanjutan, Bank Indonesia (BI) telah melakukan berbagai upaya dari sisi moneter dan perbankan agar tercapai kondisi ekonomi makro yang stabil dan kondusif.

Tidak berhenti di situ, BI juga melakukan pemberdayaan sektor riil, khususnya melalui pengembangan Usaha Mikro, kecil dan Menengah (UMKM). Karena bagaimanapun UMKM merupakan salah satu pemain penting bagi perekonomian nasional.

Kerja keras tersebut mendapat apresiasi dari Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur, Josef Nae Soi. Apresiasi itu disampaikan Josef dalam Pertemuan Tahunan Bank Indonesia KPw NTT yang dilangsungkan di Kantor BI KPw NTT dan disiarkan secara virtual melalui aplikasi zoom dan YouTube, Kamis (3/12/2020).

“Saya memberikan aspresiasi khusus kepada Bank Indonesia atas berbagai dukungan dan kerja keras  di berbagai sektor riil. Di mana telah melaksanakan pengembangan UMKM dalam rangka mendukung pengendalian inflasi dan pengembangan ekonomi lokal,” ujar Josef.

Seperti dilaporkan oleh Kepala Bank Indonesia KPw NTT. I Nyoman Ariawan Atmaja, dalam sambutannya bahwa hingga saat ini Bank Indonesia telah membina membina sekurang-kurangnya 27 UMKM Provinsi NTT. Pengembangan UMKM itu dilakukan melalui melalui pendekatan klaster pangan strategis, potensi ekspor, pendukung pariwisata dan ekonomi kreatif, serta Wirausaha Binaan.

Klaster panpan strategis seperti padi di Manggarai Barat dengan branding beras lokal premium Molas Lembor, cabai di Sumba Barat Daya, serta bawang merah di Kabupaten Kupanp dan Belu terus meningkatkan produksi setiap tahunnya sehingga berkontribusi terhadap pengendalian inflasi NTT. Klaster sapi di Kota Kupang secara konsisten telah mengakses pasar antardaerah seperti Kalimantan Timur dan Jakarta.

Klaster potensi ekspor seperti Kopi Arabika Flores Bajawa dan Aroma Kopi Sumba setiap tahun berpartisipasi pada pelatihan ekspor, business matching, serta pameran-pameran. Pada tahun ini, Kopi Arabika Flores Bajawa berhasil menjadi satu dari lima Kopi Nusantara Terbaik di ajang Karya Kreatif Indonesia.

“Kami terus mendorong peningkatan mutu produk UMKM melalui kurasi dan sertifikasi. Tahun ini, salah satu binaan kami Mama Anna menjadi Champion Nasional IKRA untuk kategori makanan dan minuman. Kami berharap semakin banyak UMKM NTT yang memperoleh kurasi dan sertifikasi di tahun-tahun berikutnya,” ujar Nyoman.

Prestasi UMKM juga diraih oleh Rumah Tenun Ina Ndao yang menjadi nominasi Anugerah Pesona Indonesia kategori destinasi belanja popular serta designer Erwin Yuan sebagai wakil BI NTT yang menjadi Juara 1 pada ajang Festival Ekonomi Syariah se Kawasan Timur Indonesia tahun 2020 untuk busana muslim berbahan tenun.

“Di tengah pandemi COVID-19, kami mendukung program Survival UMKM dengan menyediakan platform belajar bagi UMKM melalui kelas on/ine gratis dan Bank Indonesia Young Entrepreneur School (BI YES) untuk mencetak wirausahawan NTT yang unggul, berdaya saing, dan berwawasan digital,” lanjut Nyoman.

Untuk kerja keras dan prestasi tersebut, Josef Nae Soi sekali lagi mengucapkan terima apresiasi dan terima kasih.

“Saya kira NTT ini sudah banyak sekali kegiatan yang dibantu oleh Bank Indonesia. Oleh karena itu sekali lagi saya atas nama pemerintan Nusa Tenggara Timur dan rakyat Indonesia kami mengucapkan banyak terima kasih,” ucapnya. (*/red)

Baca juga: Letakan Batu Pertama, Menkes: Semoga RS Vertikal Kemenkes di Kupang Bisa Jadi Garam & Terang