Wow, Ada Taman Baca di Puskesmas Waiwadan!

Larantuka, medikastar.id

Berbagai inovasi terus dikembangkan oleh Puskesmas Waiwadan dalam kiprahnya melayani masyarakat di kecamatan Adonara Barat. Salah satunya adalah pengembangan kemampuan membaca dan belajar masyarakat. Pengembangan ini dilakukan dengan mendirikan sebuah taman baca. Taman baca ini diberi nama taman baca Melati.

Taman baca Melati Puskesmas Waiwadan dibentuk Sejak Mei 2018 melalui bantuan Bung Liberius Langsinus. Koordinator utama taman baca ini adalah kepala Puskesmas Waiwadan.

Selain itu, taman baca ini juga mendapat bantuan buku dari ‘Gerakan Katakan dengan Buku’ yang dimotori oleh Jhon Lobo Mojokerto. Juga didukung oleh Majalah Medikastar dan Majalah Pelita. Setiap bulannya, taman baca Melati mendapat bantuan buku dari Mojokerto.

Dengan berbagai bantuan tersebut, buku yang tersedia pun beragam, baik bacaan kesehatan maupun non kesehatan. Semuanya tersusun rapih. Terdapat juga Buku Kunjungan yang berisi pesan dan kesan para pembaca. Ada juga daftar buku bacaan kesehatan maupun buku untuk anak-anak. Dengan begitu taman baca ini menarik bagi para pengunjung yang datang ke Puskesmas Waiwadan.

Dibuka setiap hari, taman baca ini dipadukan dengan Pos Satpam. Sehingga kegiatan di taman baca tersebut dikoordinir oleh Satpam Puskesmas Waiwadan, Heri Ritan. Para pengunjung yang ada diarahkan oleh Satpam untuk membaca di Lopo Taman Baca sambil menunggu keluarga yang berobat atau menunggu proses persalinan.

Tercatat, sejak terbentuk pada Mei 2018 sampai dengan sekarang banyak manfaat yang telah diperoleh oleh masyarakat atau pengunjung. Dari data yang ada, sudah sebanyak 100 orang pengunjung yang memanfaatkan taman baca tersebut. Kesan dari mereka ialah bahwa mereka puas dengan pelayanan yang diberikan.

Para pengunjung juga memberi kesan bahwa kehadiran taman baca tidak memberikan efek jenuh ketika menunggu keluarga yang tengah berobat. Menurut mereka, buku-buku yang ada sangat bermanfaat untuk kesehatan masyarakat juga dapat menambah pengetahuan masyarakat.

Harapan dari para pengunjung ialah agar koleksi buku perlu ditambahkan. Diharapkan pula agar taman baca ini terus dikembangkan ke arah yang lebih baik. Sehingga masyarakat atau pengunjung dapat mengembangkan minat baca dan pengetahuannya, baik tentang kesehatan maupun tentang berbagai hal lain.

Taman baca ini terbuka untuk umum. Siapapun bisa memanfaatkan sarana ini, sehingga pengunjung, baik yang sakit maupun yang sehat bisa membaca di taman baca Melati ini.

Sebagai catatan, perlu diketahui bahwa taman baca merupakan sebuah tempat yang didirikan dan dikelola, baik oleh masyarakat atau pemerintah dalam rangka penyediaan akses layanan bahan bacaan bagi masyarakat sekitar. Ini sebagai salah satu sarana utama dalam perwujudan konsep pembelajaran sepanjang hayat untuk mendukung peningkatan kualitas hidup Masyarakat sekitar Taman Baca.

Berdasarkan UU RI No 20 Tahun 2003 tentang Sistem pendidikan Nasional Pasal 26 ayat 4 disebutkan bahwa satuan Pendidikan nonformal terdiri atas lembaga kursus, lembaga pelatihan, kelompok belajar, Pusat kegiatan Belajar Masyarakat, Majelis Taklim serta satuan pendidikan yang sejenis.

Program Taman Baca Masyarakat dimulai sejak tahun 1992/1993. Kehadirannya merupakan pembaharuan dari taman Pustaka Rakyat yang didirikan oleh Pendidikan Masyarakat pada Tahu 1950-an. Program ini sangat penting dan bertujuan untuk meningkatkan minat baca dan budaya masyarakat. Oleh karenanya kehadirannya sangat penting sebagai sarana belajar Masyarakat. (Nikolaus Narek Kopong)

Baca Juga : Begini Cara Para Bidan NTT Rayakan HUT IBI